Data Center: Pengertian, Komponen, dan Manfaatnya
Muthiatur Rohmah
โข
20 April 2024
โข
1410
Memiliki data center adalah strategi yang perlu direncanakan oleh perusahaan. Bagaimana tidak? Keunggulannya dalam mengumpulkan data, mengolah data, bahkan sampai menjaga keamanan data sudah tidak lagi diragukan.
Nah, untuk Sobat MinDi yang sedang berencana untuk membuat data center sendiri, jangan lupakan komponen data center ini, ya!
Sebab, komponen ini akan membuat data center perusahaan Anda berjalan dengan efisien dan juga mulus. Penasaran apa saja komponennya? Lalu, apa saja fungsi komponen-komponen tersebut? Berikut MinDi berikan jawabannya lewat artikel ini.
Apa yang dimaksud Data Center?
Data center adalah fasilitas yang digunakan untuk menampung sistem komputer dan komponen terkait, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini juga mencakup infrastruktur pendukung seperti pasokan listrik, sistem pendinginan, dan perangkat keamanan.
Data center penting bagi operasi harian perusahaan karena berfungsi sebagai tulang punggung utama untuk teknologi informasi yang mengelola dan menyimpan data penting, termasuk data keuangan, data pelanggan, dan sumber daya vital lainnya.
Desain dan pemeliharaan data center fokus pada keandalan dan keamanan, mengingat pentingnya data yang diproses dan disimpan di sana.
Dalam era digital saat ini, data center telah berkembang menjadi fasilitas canggih yang menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan, seperti pendinginan canggih dan penggunaan energi terbarukan.
Komponen Data Center yang Penting Untuk Data Center
Data center bukanlah sekadar ruangan yang penuh dengan perangkat keras. Ruangan tersebut adalah kumpulan dari berbagai komponen yang saling terintegrasi dan memiliki peran penting masing-masing.
Setiap komponen bekerja secara sinergis, memastikan bahwa data center tidak hanya dilihat sebagai sebagai tempat penyimpanan, tetapi sebagai jantung dari operasional IT sebuah perusahaan.
1.Server
Server adalah komputer berkekuatan tinggi dengan kemampuan proses yang sangat efisien. Dibandingkan dengan komputer biasa, server memiliki memori, kapasitas penyimpanan, dan kapabilitas jaringan yang lebih besar. Server biasanya ditempatkan dalam rak atau kabinet khusus yang disebut rack server.
2. Sistem Penyimpanan (Storage)
Sistem penyimpanan adalah kumpulan dari berbagai perangkat keras, seperti Hard Disk Drives (HDD), Solid State Drives (SSD), dan Storage Area Networks (SAN), yang dirancang untuk menyimpan data dalam volume besar.
Tanpa sistem penyimpanan yang handal, data tidak dapat disimpan dengan aman dan diakses dengan cepat oleh server atau jaringan lainnya.
3. Jaringan (Networking Equipment)
Jaringan mencakup berbagai perangkat seperti switch, router, gateway, dan firewall. Switch bertanggung jawab untuk menghubungkan perangkat dalam jaringan lokal, sedangkan router mengarahkan lalu lintas data.
4. Sistem Pendingin (Cooling Systems)
Sama seperti gadget yang Anda gunakan sekarang ini, komponen yang ada di dalam data center bisa mengalami peninggian suhu karena harus terus menerus digunakan tanpa berhenti. Maka dari itu, Anda wajib memiliki sistem pendingin bila ingin membangun data center.
5. Listrik (Power Systems)
Kita semua tahu, bahwa setiap ruangan yang ada di dalam sebuah bangunan pasti membutuhkan listrik. Tapi, data center wajib memiliki level ketersediaan listrik yang berbeda.
Tanpa listrik, data center hanyalah sebuah ruangan yang penuh akan benda-benda elektronik. Maka dari itu, wajib bagi Anda untuk memperhatikan aliran listrik agar data center bisa terus hidup.
Bahkan, Anda wajib membeli pembangkit listrik cadangan seperti genset. Sebagai opsi bila terjadi pemadaman listrik.
6. Sistem Keamanan (Security Systems)
Data adalah aset perusahaan yang perlu dijaga sepenuh hati. Jika tidak, maka akan membahayakan perusahaan. Terlebih lagi, jika data tersebut jatuh ke tangan yang salah.
7. Rak
Rak adalah struktur logam yang dirancang untuk menampung dan mengatur peralatan seperti server, switch, dan peralatan lainnya.
8. Kabel
Ada banyak kabel yang akan dibutuhkan, saat membuat data center. Contohnya, kabel tembaga, serat optik dan konektor yang menghubungkan antar perangkat satu dengan lainnya.
Sama seperti kabel pada umumnya, fungsinya adalah membuat transmisi data berjalan cepat, andal, dan aman antar komponen di dalam data center.
Berikut diatas adalah komponen data center yang perlu Anda miliki, untuk membuat ruangan data center. Untuk pengoperasiannya, akan lebih baik bila Anda didampingi oleh departemen IT yang nantinya akan memprogram, mengawasi, dan memperbaiki data center Anda.
Namun, jika Anda saat ini belum memiliki karyawan IT yang mumpuni, Anda bisa mengajak rekan kerja untuk turut serta mempelajari ilmu data center melalui pelatihan bersertifikat internasional dari dibimbing.id; Corporate Training.
Cara Mengelola Komponen Data Center
Tidak hanya membangun, mengelola data center membutuhkan pemahaman dan keahlian khusus. Berikut beberapa tips untuk memastikan optimalnya kinerja data center Anda:
1.Dokumentasi
Catat semua proses, kebijakan, dan konfigurasi. Dokumentasi yang baik memudahkan saat terjadi masalah pada data center di masa depan.
2. Konsultasi dan Audit
Luangkan waktu untuk berkonsultasi dengan ahli dan melakukan audit berkala. Hal ini membantu Anda untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan memastikan operasi yang sesuai dengan standar industri.
3. Lakukan Upgrade
Seperti yang kita ketahui, bahwa teknologi terus berkembang di kemudian hari. Maka dari itu, cobalah untuk melakukan evaluasi dan upgrade perangkat tertentu yang dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kinerja data center Anda.
Manfaat Data Center
Data center memiliki peran penting dalam mendukung infrastruktur teknologi informasi modern.
Berikut adalah manfaat data center yang perlu kita pahami.
1. Keandalan dan Ketersediaan Data
Data center dirancang untuk memastikan bahwa data dan aplikasi tetap tersedia tanpa gangguan.
Fasilitas data center dilengkapi dengan sumber daya redundan, seperti pasokan listrik cadangan, sistem pendinginan ganda, dan konektivitas jaringan ganda, yang semuanya membantu meminimalkan downtime dan memastikan kelancaran operasi bisnis.
2. Keamanan Data Tingkat Tinggi
Data center menyediakan tingkat keamanan fisik dan siber yang tinggi untuk melindungi data sensitif dari ancaman eksternal dan internal.
3. Efisiensi dan Skalabilitas
Data center dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan data yang cepat dan perubahan kebutuhan teknologi.
Data center memberikan fleksibilitas dalam skalabilitas, memungkinkan perusahaan untuk menambah atau mengurangi sumber daya sesuai dengan kebutuhan mereka.
4. Pemeliharaan dan Manajemen Terpusat
Dengan mengkonsolidasikan sumber daya IT di satu lokasi, perusahaan dapat lebih mudah mengelola dan memelihara perangkat keras dan perangkat lunak mereka.
Hal ini membantu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi waktu dan upaya yang diperlukan untuk pemeliharaan.
5. Dukungan untuk Pemulihan Bencana dan Kesinambungan Bisnis
Data center dirancang dengan strategi pemulihan bencana yang kuat, yang termasuk backup data teratur dan infrastruktur duplikat di lokasi terpisah.
Data center dapat memastikan bahwa dalam kejadian bencana alam atau kegagalan teknis besar, data kritis dapat dipulihkan dengan cepat dan operasi bisnis dapat dilanjutkan dengan interupsi minimal.
Perhatikan Data Center, Agar Operasi Perusahaan Maksimal
Membuat data center bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan ketelitian dalam menyeleksi komponen data center yang akan digunakan dan juga perawatan yang luar biasa agar data center bisa terus digunakan juga tahan lama.
FAQ Data Center
Apa Itu Scalability dalam Konteks Data Center?
Scalability, atau skalabilitas, adalah kemampuan data center untuk menyesuaikan sumber daya (seperti daya komputasi dan kapasitas penyimpanan) untuk memenuhi kebutuhan yang berubah dari aplikasi atau data volume.
Ini memungkinkan bisnis untuk menambah atau mengurangi sumber daya sesuai kebutuhan tanpa mempengaruhi operasi.
Apa Perbedaan antara Data Center Tradisional dan Cloud?
Data center tradisional umumnya dimiliki dan dioperasikan oleh bisnis itu sendiri dan terletak di lokasi fisik. Cloud data center adalah fasilitas virtual yang sumber dayanya dapat dibagi dan diakses melalui internet.
Layanan cloud menawarkan fleksibilitas lebih, skalabilitas, dan efisiensi biaya, sedangkan data center tradisional mungkin menawarkan kontrol lebih besar atas keamanan fisik dan data.
Apa Itu Green Data Center?
Green data center adalah fasilitas yang dirancang dengan fokus pada efisiensi energi dan minimisasi dampak lingkungan.
Ini mencakup penggunaan sumber energi terbarukan, teknologi pendinginan yang efisien, dan desain yang ramah lingkungan untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.
Bagaimana Tren Masa Depan untuk Data Center?
Tren masa depan data center mencakup peningkatan otomatisasi, adopsi AI untuk pengelolaan operasional, peningkatan fokus pada keamanan siber, dan integrasi lebih lanjut dengan teknologi cloud.
Keberlanjutan juga akan terus menjadi fokus utama, dengan lebih banyak data center yang mengadopsi praktik ramah lingkungan.
Baca Juga: Efisiensi Penggunaan Teknologi dengan Monitoring Jaringan yang Efektif
Nah, bagi Sobat MinDi yang ingin menambah pengetahuan mengenai pengoperasian data center. Mengikuti kelas Corporate Training adalah solusi yang sangat direkomendasikan.
Kelas ini akan memberi Anda wawasan, keterampilan, dan teknik praktis yang diperlukan untuk merancang, membangun, dan mengelola data center dengan standar profesional.
Dengan komponen data center serta departemen IT yang tepat, Anda bisa menciptakan data center yang ideal.
Referensi
Tags
Muthiatur Rohmah
Muthia adalah seorang Content Writer dengan kurang lebih satu tahun pengalaman. Muthia seorang lulusan Sastra Indonesia yang hobi menonton dan menulis. Sebagai SEO Content Writer Dibimbing, Ia telah menulis berbagai konten yang berkaitan dengan Human Resources, Business Intelligence, Web Development, Product Management dan Digital Marketing.