Dibimbing - Kertas Kerja Audit: Pengertian, Isi, Jenis, dan Contohnya
Blog
Financial Audit

Kertas Kerja Audit: Pengertian, Isi, Jenis, dan Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 17 Sep 2026

Diubah pada 20 Sep 2026

15

Image Thumbnail

Kertas kerja audit adalah bagian penting dalam proses pemeriksaan karena mencatat prosedur, bukti, temuan, sampai kesimpulan auditor. Tanpa dokumentasi yang rapi, auditor bakal lebih sulit menelusuri alasan di balik setiap keputusan yang dibuat. 

Warga Bimbingan yang tertarik berkarier di bidang audit, pemahaman ini juga penting dan kamu bisa belajar lebih lanjut di Bootcamp Audit dengan penyaluran kerja.

Lalu, apa saja isi, jenis, dan contoh kertas kerja yang biasa digunakan auditor? Yuk, kepoin bareng MinDi!


Apa Itu Kertas Kerja Audit?

Kertas kerja audit adalah dokumentasi yang memuat prosedur pemeriksaan, bukti yang diperoleh, hasil pengujian, analisis, dan kesimpulan auditor. Dokumen ini membantu auditor memastikan setiap tahap pemeriksaan tercatat dan bisa ditelusuri kembali. 

Selain itu, kertas kerja menjadi dasar untuk menyusun kesimpulan dan opini audit. Dokumentasi yang baik juga memudahkan supervisor melakukan review serta membantu komunikasi antar anggota tim.

Penelitian Anisa dan Sari (2025) menunjukkan bahwa kertas kerja juga berperan dalam mendukung pengambilan keputusan auditor, transparansi, dan akuntabilitas profesional.

Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke Auditor Profesional


Apa Saja Isi Kertas Kerja Audit?

Kalau dibongkar satu per satu, isi kertas kerja audit biasanya mencakup beberapa komponen penting:

  1. Identitas klien dan periode audit: Menunjukkan entitas serta periode yang sedang diperiksa.
  2. Tujuan pengujian: Menjelaskan hal apa yang ingin dipastikan auditor.
  3. Prosedur yang dilakukan: Mencatat langkah pemeriksaan yang digunakan.
  4. Sampel atau transaksi yang diuji: Menunjukkan data yang menjadi objek pengujian.
  5. Bukti yang diperoleh: Berisi dokumen atau informasi yang mendukung pemeriksaan.
  6. Hasil pengujian: Mencatat hasil dari prosedur yang dilakukan.
  7. Analisis auditor: Menjelaskan bagaimana auditor menilai hasil tersebut.
  8. Kesimpulan: Menunjukkan hasil akhir dari pengujian.
  9. Dokumentasi review: Mencatat proses penelaahan oleh auditor atau reviewer lain.

Susunan tersebut membuat hubungan antara prosedur, bukti, dan kesimpulan lebih mudah ditelusuri. Selain itu, kertas kerja yang lengkap membantu auditor menilai kecukupan dan relevansi bukti audit.


Jenis-Jenis Kertas Kerja Audit

jenis-jenis-kertas-kerja-audit

Sumber: Pexels

Bentuk dokumentasinya bisa berbeda tergantung tujuan dan periode penggunaannya. Berikut empat jenis yang umum digunakan dalam proses audit.


1. Permanent Audit File

Permanent Audit File berisi informasi yang masih relevan untuk lebih dari satu periode audit, seperti profil perusahaan, struktur organisasi, kontrak penting, atau kebijakan yang berlaku.

Dokumen semacam ini tidak perlu dibuat ulang setiap tahun selama informasinya masih relevan. Jadi, auditor bisa menggunakannya sebagai titik awal untuk memahami kondisi klien.


2. Current Audit File

Current Audit File berisi dokumentasi yang berkaitan dengan audit pada periode berjalan. Isinya dapat mencakup laporan keuangan, program audit, hasil pengujian, analisis, dan catatan pekerjaan.

Berbeda dengan permanent file, dokumen dalam current file lebih fokus pada pemeriksaan yang sedang dilakukan.


3. Working Paper Pengujian

Selanjutnya, ada Working Paper Pengujian yang mencatat proses ketika auditor menguji akun, transaksi, kontrol, atau data tertentu. Auditor biasanya menjelaskan tujuan, sampel, prosedur, bukti, sampai hasil pengujiannya.

Dengan begitu, reviewer bisa mengikuti proses pemeriksaan tanpa perlu menerka-nerka apa yang sebenarnya dilakukan.


4. Analytical Working Paper

Analytical Working Paper digunakan untuk mendokumentasikan analisis seperti perbandingan saldo, tren, rasio, atau hubungan antar-data.

Auditor dapat menggunakannya untuk menemukan angka yang tidak biasa atau perubahan yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Analisis seperti ini membantu auditor memahami pola dalam data, bukan cuma melihat angka satu per satu.

Baca Juga: Mau Berkarier di Big 4 Audit? Tips & Strategi Lolos Rekrutmen


5 Contoh Kertas Kerja Audit yang Sering Digunakan

Supaya lebih kebayang, berikut contoh kertas kerja audit yang bisa ditemui dalam praktik.


1. Kertas Kerja Pengujian Kas

Auditor dapat memeriksa saldo kas dengan mencocokkannya ke rekening koran dan dokumen transaksi terkait. 

Sampel penerimaan atau pengeluaran kemudian diuji untuk melihat apakah pencatatan dan bukti pendukungnya sesuai. Hasilnya dicatat bersama temuan dan kesimpulan auditor.


2. Kertas Kerja Piutang

Untuk piutang, auditor dapat melakukan konfirmasi saldo kepada pelanggan dan membandingkannya dengan catatan perusahaan. 

Aging piutang juga bisa dianalisis untuk melihat saldo yang sudah lama outstanding dan berpotensi bermasalah. Dari sana, auditor dapat menilai kewajaran pencatatan dan penyisihan piutang.


3. Kertas Kerja Persediaan

Auditor dapat melakukan atau mengamati stock opname lalu mencocokkan hasil perhitungan fisik dengan catatan perusahaan.

Beberapa item biasanya dipilih sebagai sampel untuk memeriksa jumlah, kondisi, dan pencatatannya. Jika ada selisih, auditor mencatat dan menilai dampaknya terhadap laporan keuangan.


4. Kertas Kerja Aset Tetap

Pemeriksaan aset tetap dapat mencakup dokumen pembelian, keberadaan fisik aset, serta perhitungan penyusutan. Auditor kemudian membandingkan informasi tersebut dengan catatan perusahaan.

Temuan seperti aset yang tidak ditemukan atau penyusutan yang tidak sesuai perlu didokumentasikan secara jelas.


5. Kertas Kerja Pengujian Beban

Auditor dapat memilih sampel transaksi beban dan mencocokkannya dengan invoice, bukti pembayaran, atau dokumen pendukung lainnya.

Selanjutnya, cut-off test dapat dilakukan untuk memastikan transaksi dicatat pada periode yang tepat. Hasil pengujian kemudian dicatat agar dapat ditinjau oleh reviewer.

Baca Juga: Kursus Audit Laporan Keuangan: Praktek Magang Biar Siap Kerja!


Bagaimana Auditor Menyusun Kertas Kerja Audit?

Penyusunan dokumen perlu mengikuti alur pemeriksaan supaya setiap pekerjaan punya tujuan dan dasar yang jelas. Secara sederhana, prosesnya bisa dimulai dari:

  1. Menentukan tujuan pemeriksaan.
  2. Mengidentifikasi risiko dan area yang perlu diuji.
  3. Menentukan prosedur serta sampel.
  4. Mengumpulkan bukti.
  5. Mencatat hasil pengujian.
  6. Menganalisis temuan.
  7. Menarik kesimpulan.
  8. Melakukan review.

Di praktiknya, tantangannya tidak selalu soal memahami prosedur. Penelitian terhadap auditor juga menemukan kendala berupa keterbatasan waktu, banyaknya dokumen dan transaksi, serta perbedaan gaya dokumentasi antar anggota tim.

Jadi, kertas kerja pemeriksaan audit idealnya cukup lengkap untuk menjelaskan proses, tetapi tetap rapi dan mudah ditelusuri.


Skill yang Dibutuhkan untuk Membuat Kertas Kerja Audit

Membuat dokumentasi audit yang baik membutuhkan lebih dari sekadar hafal teori akuntansi. Beberapa kemampuan penting yang perlu dikuasai antara lain:

  1. Audit procedure: Memahami langkah dan metode pemeriksaan yang tepat.
  2. Analytical thinking: Menganalisis angka dan menemukan hal yang tidak wajar.
  3. Risk assessment: Menentukan area yang punya risiko lebih tinggi.
  4. Internal control: Memahami apakah kontrol perusahaan berjalan dengan baik.
  5. Financial statement analysis: Membaca dan menginterpretasikan laporan keuangan.
  6. Documentation: Mencatat bukti dan hasil pekerjaan secara jelas.
  7. Excel atau audit tools: Mengolah data dan membantu proses pengujian.
  8. Professional judgment: Mengambil keputusan berdasarkan bukti, risiko, dan pertimbangan profesional.

Kemampuan tersebut saling berkaitan. Auditor perlu bisa membaca bukti, menentukan apa yang perlu diuji, lalu mendokumentasikan reasoning secara sistematis agar pekerjaan dapat dipahami dan direview.

Baca Juga: Kurikulum Bootcamp Audit Dibimbing: Pasti Siap Kerja!


Kesimpulan

Kertas kerja audit bukan sekadar tempat menyimpan dokumen, tetapi rekam jejak yang menjelaskan proses pemeriksaan dari bukti sampai kesimpulan. Semakin rapi dokumentasinya, semakin mudah auditor menjaga kualitas, objektivitas, dan akuntabilitas pekerjaannya.


Rekomendasi Bootcamp Audit dengan Jaminan Kerja

Kalau kamu ingin serius membangun karier sebagai auditor, kemampuan teknis perlu dibarengi dengan pengalaman praktik.

Bootcamp External & Internal Audit Online Dibimbing dapat menjadi pilihan untuk mempelajari proses audit secara lebih aplikatif sekaligus mempersiapkan diri menuju dunia kerja.

Benefit Kursus External & Internal Audit Dibimbing

  1. 58+ Live Class bersama ahli dengan sesi presentasi & role play
  2. 12 minggu magang sebagai auditor di perusahaan nyata
  3. Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7
  4. Program graduation & penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan
  5. 15+ project & studi kasus nyata untuk portfolio building
  6. Final project di bidang internal & eksternal auditor
  7. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert
  8. Assessment & sertifikasi untuk membuktikan kemampuan

Masih bingung mulai dari skill audit atau ingin tahu jalur karier auditor yang paling sesuai? Konsultasi Bootcamp Audit bersama tim Dibimbing yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Apa fungsi utama kertas kerja audit?

Kertas kerja mendokumentasikan prosedur, bukti, hasil pengujian, dan kesimpulan auditor. Dokumen ini juga membantu proses review serta penyusunan opini audit.

2. Apa saja isi kertas kerja audit?

Umumnya mencakup identitas klien, tujuan dan prosedur pengujian, sampel, bukti, hasil, analisis, kesimpulan, serta dokumentasi review.

3. Apa perbedaan permanent dan current audit file?

Permanent file berisi informasi yang relevan untuk beberapa periode, sedangkan current file berisi dokumentasi yang khusus berkaitan dengan audit periode berjalan.


Referensi

  1. Mengapa Kertas Kerja Audit Tidak Boleh Diabaikan? [Buka]

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!