Dibimbing - Apa Itu HPP? Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohnya
Blog
Bootcamp

Apa Itu HPP? Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 22 Jul 2026

Diubah pada 22 Jul 2026

13

Image Thumbnail

HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan atau memperoleh produk yang dijual. Perhitungannya membantu bisnis mengetahui biaya sebenarnya dari setiap barang sebelum menentukan harga jual.

Dengan memahami HPP, kamu bisa menentukan harga jual, menghitung laba, dan membuat keputusan keuangan dengan lebih tepat. Pengetahuan ini juga bisa kamu pelajari melalui Bootcamp Dibimbing yang menghadirkan pembelajaran langsung dari mentor berpengalaman sesuai kebutuhan industri.

Lalu, bagaimana cara menghitung HPP dan seperti apa contoh penerapannya dalam bisnis? Yuk, simak pembahasan lengkapnya sampai selesai!

Baca Juga: Apa Itu Laporan Keuangan? Jenis, Fungsi, dan Contohnya


Apa Itu HPP?

HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah total biaya untuk memperoleh atau menghasilkan barang yang terjual dalam suatu periode. Komponennya dapat mencakup persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir.

HPP digunakan untuk mengetahui biaya penjualan sebelum perusahaan memperoleh keuntungan. Perhitungan ini juga membantu menentukan harga jual dan laba kotor.

Dengan menghitung HPP secara tepat, bisnis dapat memantau kondisi keuangan dengan lebih akurat. Kamu juga bisa mengambil keputusan terkait harga dan pengelolaan biaya dengan lebih baik.


Apa Fungsi HPP?

HPP memiliki peran penting dalam membantu bisnis mengelola biaya dan meningkatkan keuntungan. Berikut beberapa fungsi HPP yang perlu kamu ketahui.

  1. Menentukan harga jual: HPP menjadi acuan untuk menetapkan harga jual agar bisnis tetap memperoleh keuntungan.
  2. Menghitung laba kotor: Perhitungan HPP membantu mengetahui selisih antara pendapatan penjualan dan biaya pokok penjualan.
  3. Mengendalikan biaya operasional: HPP memudahkan perusahaan memantau dan mengontrol biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk.
  4. Mendukung pengambilan keputusan: Data HPP dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi bisnis dan menentukan target penjualan.
  5. Menyusun laporan keuangan: HPP merupakan salah satu komponen penting dalam laporan laba rugi untuk menggambarkan kinerja keuangan perusahaan.


Apa Saja Komponen HPP?

Perhitungan HPP terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan. Memahami setiap komponen akan membantumu menghitung HPP secara lebih akurat dan menghasilkan laporan keuangan yang tepat.


1. Persediaan Awal

Persediaan awal adalah nilai barang yang masih tersedia pada awal periode akuntansi. Nilai ini menjadi titik awal dalam perhitungan HPP. 

Semakin besar persediaan awal, semakin besar pula nilai yang akan diperhitungkan sebelum dikurangi persediaan akhir.


2. Pembelian Bersih

Pembelian bersih merupakan total pembelian barang setelah dikurangi retur dan potongan pembelian, kemudian ditambah biaya angkut jika ada. 

Komponen ini menunjukkan jumlah biaya yang benar-benar dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh barang dagang. Nilainya akan memengaruhi total biaya yang dihitung dalam HPP.


3. Biaya Angkut Pembelian

Biaya angkut pembelian adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengirim barang dari pemasok ke lokasi perusahaan. 

Biaya ini termasuk bagian dari biaya perolehan barang sehingga harus dimasukkan ke dalam perhitungan HPP. Semakin besar biaya angkut, semakin tinggi pula nilai HPP yang dihasilkan.


4. Retur dan Potongan Pembelian

Retur dan potongan pembelian merupakan pengurangan atas nilai pembelian karena barang dikembalikan atau memperoleh potongan harga dari pemasok. 

Komponen ini akan mengurangi total pembelian bersih yang dihitung dalam HPP. Oleh karena itu, pencatatannya harus dilakukan secara tepat agar hasil perhitungan tidak keliru.


5. Persediaan Akhir

Persediaan akhir adalah nilai barang yang masih tersisa pada akhir periode akuntansi. Nilai ini dikurangkan dari total biaya yang telah dihitung untuk memperoleh HPP. 

Dengan mengetahui persediaan akhir secara akurat, perusahaan dapat menghitung biaya barang yang benar-benar terjual selama periode tersebut.


Bagaimana Rumus HPP?

Untuk menghitung HPP, kamu perlu mengetahui seluruh komponen yang telah dijelaskan sebelumnya. Berikut rumus HPP yang umum digunakan oleh perusahaan dagang.

Rumus HPP:

HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih − Persediaan Akhir


Penjelasan Rumus HPP

  1. Persediaan Awal: Nilai barang dagang yang masih tersedia pada awal periode akuntansi.
  2. Pembelian Bersih: Total pembelian barang setelah dikurangi retur dan potongan pembelian, kemudian ditambah biaya angkut pembelian.
  3. Persediaan Akhir: Nilai barang dagang yang masih tersisa pada akhir periode dan belum terjual.

Melalui rumus tersebut, perusahaan dapat mengetahui total biaya barang yang berhasil terjual selama satu periode. Nilai HPP ini kemudian digunakan untuk menghitung laba kotor, menentukan harga jual, dan menyusun laporan laba rugi secara lebih akurat.


Contoh Perhitungan HPP

contoh-perhitungan-hpp

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana cara menghitung HPP pada perusahaan dagang. 

Dengan mengikuti langkah-langkah berikut, kamu bisa mengetahui bagaimana setiap komponen memengaruhi nilai HPP. Contoh ini menggunakan angka yang sederhana agar lebih mudah dipelajari.


1. Tentukan Persediaan Awal

Misalkan sebuah toko memiliki persediaan barang senilai Rp20.000.000 pada awal bulan. Nilai ini merupakan harga seluruh barang yang masih tersedia sebelum ada transaksi pembelian pada periode berjalan. Persediaan awal menjadi komponen pertama yang akan digunakan dalam perhitungan HPP.


2. Hitung Pembelian Bersih

Selama satu bulan, toko membeli barang dagang senilai Rp50.000.000. Karena tidak ada retur, potongan pembelian, maupun biaya tambahan lainnya, maka nilai pembelian bersih tetap Rp50.000.000. 

Nilai ini kemudian ditambahkan ke persediaan awal untuk menghitung total biaya barang yang tersedia.


3. Tentukan Persediaan Akhir

Di akhir bulan, perusahaan melakukan stok opname dan menemukan persediaan barang yang masih tersisa senilai Rp15.000.000. 

Nilai ini menunjukkan barang yang belum terjual selama periode tersebut. Oleh karena itu, persediaan akhir harus dikurangkan dalam rumus HPP.


4. Hitung HPP

Selanjutnya, masukkan seluruh komponen ke dalam rumus HPP berikut.

  1. HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih − Persediaan Akhir
  2. HPP = Rp20.000.000 + Rp50.000.000 − Rp15.000.000
  3. HPP = Rp55.000.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp55.000.000. Nilai ini menunjukkan total biaya barang yang berhasil terjual selama satu periode. Hasil perhitungan HPP kemudian dapat digunakan untuk menghitung laba kotor dan membantu menentukan harga jual produk.


Apa Perbedaan HPP dan Harga Pokok Produksi?

Meski sering dianggap sama, HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Harga Pokok Produksi (HPPd) memiliki fungsi yang berbeda dalam akuntansi. Agar tidak keliru saat menggunakannya, berikut perbedaan HPP dan Harga Pokok Produksi.

Aspek

HPP (Harga Pokok Penjualan)

Harga Pokok Produksi

Pengertian

Total biaya barang yang berhasil terjual dalam satu periode.

Total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang selama satu periode.

Ruang Lingkup

Berfokus pada biaya barang yang telah terjual.

Berfokus pada seluruh biaya yang terjadi selama proses produksi.

Komponen

Persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir.

Biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

Jenis Perusahaan

Umumnya digunakan oleh perusahaan dagang.

Umumnya digunakan oleh perusahaan manufaktur.

Tujuan

Menghitung biaya barang yang terjual, laba kotor, dan menentukan harga jual.

Menghitung total biaya produksi sebelum barang dijual.

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa HPP digunakan untuk mengetahui biaya barang yang telah terjual, sedangkan Harga Pokok Produksi digunakan untuk menghitung biaya pembuatan barang. Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu dapat menyusun laporan keuangan dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat.


Apa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung HPP?

Menghitung HPP memang terlihat sederhana, tetapi masih banyak bisnis yang melakukan kesalahan dalam prosesnya. 

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi saat menghitung HPP beserta cara menghindarinya.


1. Salah Menghitung Persediaan

Persediaan awal maupun persediaan akhir harus dicatat dengan akurat agar hasil perhitungan HPP tidak keliru. 

Kesalahan dalam melakukan stok opname dapat menyebabkan nilai HPP menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Oleh karena itu, pastikan data persediaan selalu diperbarui secara berkala.


2. Tidak Memasukkan Seluruh Biaya Pembelian

Sebagian bisnis hanya menghitung nilai pembelian barang tanpa memasukkan biaya lain, seperti biaya angkut pembelian. 

Padahal, biaya tersebut merupakan bagian dari biaya perolehan barang yang harus diperhitungkan dalam HPP. Mengabaikannya dapat membuat nilai HPP menjadi kurang akurat.


3. Mengabaikan Retur dan Potongan Pembelian

Retur maupun potongan pembelian seharusnya mengurangi nilai pembelian bersih dalam perhitungan HPP. 

Jika komponen ini tidak dicatat, biaya pembelian akan terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya. Akibatnya, laba kotor yang dihasilkan juga bisa menjadi tidak tepat.


4. Tidak Memperbarui Data Persediaan

Data persediaan yang tidak diperbarui dapat menyebabkan perbedaan antara stok fisik dan catatan perusahaan. 

Kondisi ini membuat hasil perhitungan HPP tidak mencerminkan biaya yang sebenarnya terjadi. Karena itu, lakukan pencatatan dan pengecekan persediaan secara rutin agar laporan keuangan tetap akurat.

Baca Juga: Apa Itu Break Even Point (BEP)? Pengertian, Rumus, dan Contohnya


Kesimpulan

HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan barang yang terjual dalam suatu periode. Dengan memahami komponen, rumus, dan cara menghitung HPP, kamu dapat menentukan harga jual serta menghitung laba bisnis dengan lebih akurat.

Selain itu, perhitungan HPP yang tepat juga membantu perusahaan mengendalikan biaya, menyusun laporan keuangan, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. Oleh karena itu, pastikan setiap komponen HPP dihitung secara teliti agar hasil perhitungannya sesuai dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.


Rekomendasi Bootcamp Dibimbing untuk Karier di Bidang Finance dan Bisnis

Setelah memahami HPP (Harga Pokok Penjualan), kamu bisa melihat bahwa dunia finance tidak hanya membutuhkan kemampuan menghitung biaya, tetapi juga analisis data, pengambilan keputusan, dan pemahaman bisnis. Untuk mengembangkan skill tersebut, Dibimbing menyediakan berbagai pilihan bootcamp yang dirancang sesuai kebutuhan industri.

Bootcamp Dibimbing menghadirkan pembelajaran berbasis praktik, studi kasus, serta pendampingan langsung dari mentor berpengalaman. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau career switch.


Program Bootcamp Dibimbing:

  1. Live Class: Belajar langsung bersama mentor industri melalui kelas interaktif dengan materi yang relevan.
  2. Studi Kasus: Kerjakan berbagai studi kasus dan proyek nyata untuk meningkatkan kemampuan praktis.
  3. Portofolio: Bangun portofolio yang dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.
  4. Pendampingan: Dapatkan pendampingan selama proses belajar dari mentor dan fasilitator.
  5. Mentoring: Nikmati sesi 1-on-1 mentoring untuk berdiskusi mengenai materi maupun pengembangan karier.
  6. Penyaluran Kerja: Berkesempatan mengikuti program penyaluran kerja ke 1.100+ hiring partners Dibimbing.
  7. Komunitas: Bergabung dengan komunitas profesional untuk memperluas relasi dan berbagi wawasan.
  8. Simulasi Rekrutmen: Persiapkan diri menghadapi proses seleksi kerja melalui simulasi tes dan wawancara.


Program Bootcamp Terbaik dan Terlengkap Dibimbing

Kalau kamu tertarik mendalami bidang finance dan bisnis, Dibimbing menyediakan beberapa program bootcamp yang dapat disesuaikan dengan tujuan kariermu. Berikut pilihan yang paling relevan dengan topik HPP dan pengelolaan keuangan:

  1. Bootcamp Finance & Accounting: Cocok untuk mempelajari laporan keuangan, pencatatan transaksi, analisis biaya, serta dasar-dasar akuntansi.
  2. Bootcamp Investment & Banking: Membantu kamu memahami analisis keuangan, produk perbankan, investasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.
  3. Bootcamp Risk Management: Cocok untuk mempelajari cara mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko dalam bisnis maupun keuangan.
  4. Bootcamp Audit: Membantu kamu memahami proses pemeriksaan laporan keuangan, pengendalian internal, dan kepatuhan perusahaan.
  5. Bootcamp Business Analyst & Product Strategy: Cocok untuk mengembangkan kemampuan analisis bisnis, pemecahan masalah, serta penyusunan strategi berbasis data.

Pilih program yang paling sesuai dengan target kariermu, lalu jelajahi Bootcamp Dibimbing untuk mulai membangun skill yang dibutuhkan industri.


FAQ

1. Apa itu HPP?

HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh atau menghasilkan barang yang berhasil terjual dalam satu periode. Nilai HPP digunakan sebagai dasar untuk menghitung laba kotor dan menentukan harga jual produk.

2. Apa fungsi HPP dalam bisnis?

Fungsi HPP adalah membantu perusahaan menentukan harga jual, menghitung laba kotor, mengendalikan biaya, dan menyusun laporan keuangan. Dengan perhitungan yang tepat, bisnis dapat mengambil keputusan yang lebih akurat.

3. Bagaimana cara menghitung HPP?

Cara menghitung HPP menggunakan rumus Persediaan Awal + Pembelian Bersih − Persediaan Akhir. Sebelum menghitung, pastikan seluruh komponen HPP telah dicatat dengan benar agar hasilnya akurat.

4. Apa perbedaan HPP dan harga pokok produksi?

HPP digunakan untuk menghitung biaya barang yang telah terjual, sedangkan harga pokok produksi menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Oleh karena itu, HPP lebih umum digunakan pada perusahaan dagang, sementara harga pokok produksi digunakan pada perusahaan manufaktur.

5. Mengapa HPP penting dalam laporan keuangan?

HPP merupakan salah satu komponen utama dalam laporan laba rugi karena memengaruhi perhitungan laba kotor perusahaan. Selain itu, HPP juga membantu bisnis mengevaluasi efisiensi biaya dan menyusun strategi penjualan yang lebih tepat.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!