Dibimbing - Dropshipper Adalah: Pengertian, Cara Kerja & Contohnya
Blog
Bootcamp

Dropshipper Adalah: Pengertian, Cara Kerja & Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

dibimbing.id

Dibuat pada 16 Jul 2026

Diubah pada 25 Agt 2026

166

Image Thumbnail

Pernah kepikiran jualan online, tetapi terkendala modal untuk membeli stok? Dropshipper adalah penjual yang memasarkan produk tanpa harus menyimpan persediaan sendiri.

Meski terlihat sederhana, bisnis ini tetap membutuhkan strategi, mulai dari memilih supplier, menentukan produk, hingga memahami target pasar. Promosi melalui kanal digital juga penting agar penjualan berkembang.

Lantas, bagaimana cara kerja dropshipper dan apa saja contohnya? Yuk, Warga Bimbingan, pelajari selengkapnya sekaligus tingkatkan skill melalui Bootcamp Dibimbing⁠.

Baca Juga: 12 Strategi Digital Marketing Toko Online: Cara Efektif 2026⁠


Apa Itu Dropshipper?

Dropshipper adalah individu atau pihak yang menjual produk milik supplier tanpa harus menyimpan stok barang sendiri. Dalam model bisnis ini, proses penyimpanan, pengemasan, hingga pengiriman produk biasanya dilakukan langsung oleh supplier.

Sementara itu, dropshipper lebih berfokus pada pemasaran produk, mencari pelanggan, dan mengelola proses pemesanan. Ketika ada transaksi, informasi pesanan akan diteruskan kepada supplier untuk diproses dan dikirim ke alamat pembeli.

Sederhananya, kamu bisa berjualan tanpa perlu membeli produk dalam jumlah besar di awal. Meski terdengar praktis, keberhasilan dropshipper tetap dipengaruhi oleh pemilihan supplier, strategi pemasaran, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.


Bagaimana Cara Kerja Dropshipper?

bagaimana-cara-kerja-dropshipper

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Cara kerja dropshipper melibatkan supplier, penjual, dan konsumen dalam satu proses transaksi. Kamu berfokus pada pemasaran dan pengelolaan pesanan, sedangkan stok serta pengiriman ditangani oleh supplier.


1. Mendaftar ke Supplier

Langkah pertama, cari produsen atau distributor terpercaya yang menyediakan program dropship dan sesuai dengan produk yang ingin kamu jual. 

Biasanya, supplier akan memberikan foto, deskripsi, harga, dan informasi stok. Materi tersebut bisa kamu gunakan untuk mulai berjualan.


2. Memasarkan Produk

Setelah menemukan supplier, unggah dan promosikan produk melalui marketplace, media sosial, atau kanal digital lainnya yang sesuai dengan target pasar. 

Kamu dapat menentukan harga jual berdasarkan harga modal dan margin keuntungan. Promosi yang tepat membantu produk menjangkau lebih banyak calon pembeli.


3. Menerima Pesanan

Ketika konsumen melakukan pembelian, catat seluruh detail pesanan mulai dari jenis produk, jumlah barang, alamat penerima, hingga pembayaran. 

Pastikan informasi tersebut sudah lengkap dan benar. Hal ini penting untuk mengurangi risiko kesalahan pesanan.


4. Meneruskan Pesanan ke Supplier

Setelah pembayaran dikonfirmasi, teruskan detail produk dan alamat lengkap pelanggan kepada supplier agar pesanan dapat segera diproses. 

Kamu juga perlu membayar harga modal sesuai ketentuan. Jika tersedia, aktifkan fitur dropship agar nama toko kamu tercantum sebagai pengirim.


5. Supplier Mengirim Barang

Pada tahap terakhir, supplier akan menyiapkan, mengemas, dan mengirim barang secara langsung ke alamat konsumen sesuai detail pesanan. Kamu tidak perlu menerima produk terlebih dahulu. Namun, tetap pantau pengiriman dan bantu pelanggan jika terjadi kendala.


Apa Saja Tugas Dropshipper?

Meski tidak menyimpan dan mengirim barang sendiri, dropshipper tetap memiliki sejumlah tugas penting dalam menjalankan proses penjualan. 

Mulai dari memilih supplier hingga menangani keluhan pelanggan, berikut beberapa tugas dropshipper yang perlu kamu ketahui:

  1. Mencari supplier: Menemukan supplier tepercaya yang menawarkan produk berkualitas, harga kompetitif, dan ketersediaan stok yang stabil.
  2. Membuat toko online: Membuka toko melalui marketplace, media sosial, atau kanal digital lainnya untuk menampilkan dan menjual produk kepada calon konsumen.
  3. Mempromosikan produk: Mengunggah foto atau video serta membuat deskripsi produk yang menarik dan informatif agar calon pembeli tertarik melakukan transaksi.
  4. Menerima pesanan: Menjawab pertanyaan pelanggan, mengonfirmasi pembayaran, serta mencatat data pesanan seperti nama, alamat, nomor telepon, dan produk yang dibeli.
  5. Meneruskan pesanan: Mengirimkan detail pesanan kepada supplier dan membayar harga modal agar produk dapat segera diproses untuk pengiriman.
  6. Mengurus komplain: Menjadi penghubung antara pelanggan dan supplier ketika terjadi masalah, seperti barang rusak, salah kirim, atau produk tidak sesuai pesanan.


Apa Keuntungan dan Kekurangan Menjadi Dropshipper?

Menjadi dropshipper menawarkan kemudahan karena kamu bisa mulai berjualan tanpa harus menyimpan stok sendiri. Namun, model bisnis ini juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu dipertimbangkan sebelum memulainya.


1. Keuntungan Menjadi Dropshipper

Sistem dropship relatif fleksibel dan dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mencoba bisnis online. Berikut beberapa keuntungan menjadi dropshipper:

  1. Modal awal relatif kecil: Kamu tidak perlu membeli produk dalam jumlah besar atau menyewa gudang untuk menyimpan stok barang.
  2. Tidak perlu mengelola stok: Penyimpanan dan ketersediaan barang umumnya ditangani oleh supplier, sehingga operasional lebih sederhana.
  3. Pengiriman lebih praktis: Supplier akan mengemas dan mengirim produk langsung kepada pelanggan sesuai detail pesanan yang diberikan.
  4. Bisa dijalankan secara fleksibel: Aktivitas pemasaran dan pengelolaan pesanan dapat dilakukan secara online dari berbagai lokasi.
  5. Pilihan produk lebih beragam: Kamu dapat menawarkan berbagai jenis produk selama memiliki kerja sama dengan supplier yang sesuai.


2. Kekurangan Menjadi Dropshipper

Di balik kemudahannya, sistem dropship membuat penjual memiliki kontrol yang lebih terbatas terhadap beberapa aspek operasional. Berikut kekurangan yang perlu kamu perhatikan:

  1. Margin keuntungan bisa terbatas: Persaingan harga yang ketat dapat membuat selisih antara harga modal dan harga jual menjadi relatif kecil.
  2. Kontrol stok terbatas: Kamu bergantung pada informasi ketersediaan barang dari supplier, sehingga perubahan stok bisa terjadi sewaktu-waktu.
  3. Sulit mengontrol kualitas produk: Karena barang dikirim langsung oleh supplier, kamu tidak selalu dapat memeriksa kondisi produk sebelum diterima pelanggan.
  4. Risiko kendala pengiriman: Keterlambatan, salah kirim, atau masalah pengemasan dari supplier dapat memengaruhi kepuasan pelanggan.
  5. Ketergantungan pada supplier: Kualitas layanan bisnis sangat dipengaruhi oleh kecepatan respons, konsistensi, dan profesionalitas supplier.


Apa Perbedaan Dropshipper dan Reseller?

Dropshipper dan reseller sama-sama menjual produk dari pihak lain kepada konsumen untuk memperoleh keuntungan. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam hal stok barang, kebutuhan modal, proses pengiriman, hingga kontrol terhadap produk.

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan dropshipper dan reseller:

Aspek

Dropshipper

Reseller

Stok barang

Tidak perlu menyimpan stok sendiri

Membeli dan menyimpan stok sendiri

Modal awal

Relatif lebih kecil karena tidak membeli stok

Relatif lebih besar untuk membeli persediaan

Penyimpanan

Ditangani oleh supplier

Ditangani sendiri oleh penjual

Pengemasan

Umumnya dilakukan oleh supplier

Dilakukan sendiri oleh reseller

Pengiriman

Barang dikirim supplier langsung ke konsumen

Barang dikirim reseller ke konsumen

Kontrol produk

Lebih terbatas karena tidak memegang barang

Lebih besar karena produk tersedia langsung

Risiko stok

Relatif rendah karena tidak menyimpan barang

Lebih tinggi karena ada risiko barang tidak terjual

Potensi margin

Cenderung lebih terbatas

Bisa lebih besar karena pembelian dalam jumlah tertentu

Singkatnya, dropshipper lebih cocok bagi kamu yang ingin mulai berjualan dengan modal relatif kecil dan operasional sederhana. 

Sementara itu, reseller dapat menjadi pilihan jika kamu ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap stok, kualitas produk, pengemasan, dan pengiriman.


Bagaimana Cara Menjadi Dropshipper?

Memulai bisnis dropship tidak mengharuskan kamu membeli dan menyimpan stok barang sendiri. Meski begitu, kamu tetap perlu memilih produk, menentukan supplier, dan menyiapkan strategi penjualan yang tepat.


1. Pilih Produk dan Supplier

Tentukan produk yang memiliki permintaan tinggi dan sesuai dengan target pasar. Pilih supplier tepercaya dengan produk berkualitas, harga kompetitif, serta stok yang stabil. 

Pastikan juga supplier menyediakan layanan dropship dan bersedia mengirim barang atas nama toko kamu.


2. Daftar di Platform Dropship

Kamu bisa bergabung dengan platform seperti Evermos atau Crewdible untuk menemukan berbagai produk siap jual. 

Sebelum mendaftar, periksa sistem komisi, biaya layanan, dan ketentuan pengirimannya. Langkah ini cocok bagi pemula yang belum memiliki jaringan supplier sendiri.


3. Buat Toko Online

Buka toko di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Lazada maupun melalui media sosial. 

Lengkapi profil toko dengan nama, foto, deskripsi, dan informasi kontak yang jelas. Tampilan toko yang profesional dapat membantu meningkatkan kepercayaan calon pelanggan.


4. Pasarkan Produk

Unggah foto atau video produk dengan deskripsi yang menarik dan informatif. Gunakan media sosial, promosi marketplace, atau iklan digital untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Sesuaikan strategi pemasaran dengan karakteristik target konsumen yang ingin kamu tuju.


5. Proses Pesanan Pelanggan

Saat pesanan masuk, teruskan detail pembelian dan alamat pelanggan kepada supplier. Pastikan seluruh informasi sudah benar agar tidak terjadi kesalahan pengiriman. Aktifkan fitur “kirim sebagai dropshipper” agar nama toko kamu tercantum sebagai pengirim.


Apa Saja Contoh Dropshipper?

Bisnis dropship dapat dijalankan untuk berbagai kategori produk sesuai kebutuhan pasar. Berikut beberapa contoh yang bisa kamu pertimbangkan:

  1. Produk fashion: Menjual kaus, hijab, celana, atau pakaian anak. Contohnya, kamu memasarkan hijab dari supplier melalui Shopee atau Instagram.
  2. Produk kecantikan: Menawarkan skincare, kosmetik, atau alat perawatan diri. Contohnya, pesanan dari TikTok Shop diteruskan kepada supplier untuk dikirim ke pembeli.
  3. Perlengkapan rumah tangga: Menjual alat dapur, dekorasi, atau tempat penyimpanan. Contohnya, rak serbaguna dipasarkan melalui marketplace tanpa menyimpan stok sendiri.
  4. Aksesori gadget: Menawarkan casing, kabel pengisi daya, atau phone holder. Contohnya, produk dijual melalui toko online dan dikirim langsung oleh distributor.
  5. Perlengkapan bayi: Menjual pakaian, mainan, atau alat makan bayi. Contohnya, kamu memasarkan produk melalui media sosial, lalu supplier menangani pengirimannya.


Tips Menjadi Dropshipper yang Sukses

Menjalankan bisnis dropship memang relatif praktis, tetapi persaingan dan ketergantungan pada supplier tetap perlu diperhatikan. Agar penjualan lebih terarah dan pelanggan merasa puas, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:


1. Pilih Supplier yang Tepercaya

Bekerja samalah dengan supplier yang memiliki kualitas produk, ketersediaan stok, dan layanan pengiriman yang konsisten. 

Periksa ulasan, kecepatan respons, serta ketentuan kerja samanya. Jika memungkinkan, lakukan pesanan percobaan sebelum mulai memasarkan produk.


2. Fokus pada Target Pasar yang Jelas

Tentukan kelompok konsumen yang ingin kamu jangkau berdasarkan kebutuhan, kebiasaan, dan karakteristik mereka. 

Target pasar yang spesifik memudahkan kamu memilih produk serta menyusun pesan promosi. Dengan begitu, strategi pemasaran dapat berjalan lebih terarah.


3. Buat Konten Produk yang Menarik

Gunakan foto, video, dan deskripsi yang menarik agar calon pembeli lebih mudah memahami manfaat serta keunggulan produk. 

Hindari hanya menyalin materi dari supplier jika ingin toko kamu terlihat berbeda dari kompetitor. Kamu juga bisa membuat konten edukatif atau demonstrasi penggunaan produk.


4. Berikan Pelayanan yang Responsif

Jawab pertanyaan dan keluhan pelanggan dengan cepat, ramah, serta informatif agar pengalaman belanja tetap positif. 

Meski pengiriman dilakukan oleh supplier, kamu tetap menjadi pihak yang berkomunikasi langsung dengan pembeli. Pelayanan yang baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan peluang pembelian ulang.


5. Evaluasi Penjualan Secara Berkala

Pantau produk terlaris, jumlah pesanan, margin keuntungan, dan efektivitas promosi secara rutin untuk melihat perkembangan bisnis. 

Gunakan data tersebut untuk menentukan strategi yang perlu dipertahankan atau diperbaiki. Evaluasi berkala membantu bisnis berkembang berdasarkan hasil nyata, bukan sekadar perkiraan.

Baca Juga: Cara Membuat Toko Online di Shopee Lengkap⁠


Kesimpulan

Dropshipper adalah model bisnis yang memungkinkan kamu berjualan tanpa menyimpan stok dan mengurus pengiriman sendiri. Meski praktis, kamu tetap perlu memilih supplier tepercaya serta memberikan pelayanan yang baik.

Agar bisnis berkembang, gunakan strategi pemasaran yang tepat dan lakukan evaluasi penjualan secara rutin. Dengan pengelolaan yang konsisten, dropship bisa menjadi peluang usaha yang cocok untuk pemula.


Ingin Mengembangkan Bisnis Online? Ikuti Bootcamp Dibimbing!

Kalau kamu ingin menjalankan bisnis dropship dengan lebih serius, kemampuan digital seperti pemasaran, analisis data, dan strategi konten menjadi bekal yang penting. Dengan skill yang tepat, kamu bisa memahami target pasar, menyusun promosi, hingga mengevaluasi performa penjualan secara lebih terarah.

Melalui Bootcamp Dibimbing, kamu akan belajar langsung dari mentor berpengalaman, mengerjakan proyek nyata, dan membangun portofolio profesional. Programnya juga dirancang untuk membantu kamu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Program Bootcamp Dibimbing:

  1. Live Class: 63+ kelas interaktif bersama mentor ahli dan 16+ video pembelajaran.
  2. Project & Portofolio: 26+ assignment untuk membangun portofolio profesional.
  3. Mentoring: Pendampingan dari fasilitator dan mentor yang tersedia 24/7.
  4. 1-on-1 Consultation: Sesi konsultasi tanpa batas bersama instruktur ahli.
  5. Technical Case Study: Simulasi tes rekrutmen untuk meningkatkan kesiapan menghadapi proses seleksi.
  6. Career Support: Program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan mitra.
  7. Community: Akses komunitas profesional untuk belajar dan memperluas relasi.
  8. Campaign Ads Fund: Pendanaan hingga Rp1 juta untuk praktik campaign ads.

Menariknya, 96% alumni berhasil mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti program Dibimbing. Yuk, tingkatkan skill digital dan persiapkan langkah kariermu bersama Bootcamp Dibimbing!


Rekomendasi Bootcamp untuk Mengembangkan Bisnis Dropship

Ingin mengembangkan bisnis dropship agar lebih terarah dan mampu menjangkau lebih banyak pelanggan? Kamu bisa mulai dengan meningkatkan skill digital yang relevan untuk pemasaran, pengelolaan toko online, analisis penjualan, hingga pengembangan bisnis.

Berikut beberapa pilihan Bootcamp Dibimbing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu:

  1. Bootcamp Digital Marketing: Cocok untuk kamu yang ingin mempelajari strategi pemasaran digital, SEO, media sosial, hingga campaign ads untuk mempromosikan produk dan menjangkau target pasar.
  2. Bootcamp Data Analytics: Membantu kamu mempelajari pengolahan dan visualisasi data untuk membaca tren penjualan, mengevaluasi performa produk, serta memahami perilaku pelanggan.
  3. Graphic Design & UI/UX: Cocok untuk mengembangkan kemampuan desain visual agar konten promosi, tampilan produk, dan pengalaman pengguna terlihat lebih menarik.
  4. Bootcamp Business Analyst & Product Strategy: Membantu kamu memahami kebutuhan pasar, strategi produk, dan pengambilan keputusan bisnis agar pengembangan usaha lebih terarah.
  5. Bootcamp Supply Chain Management: Cocok untuk memahami proses distribusi, pengadaan, dan rantai pasok yang berkaitan erat dengan koordinasi bersama supplier serta pemenuhan pesanan.

Pilih program yang paling sesuai dengan skill dan target bisnis yang ingin kamu kembangkan. Yuk, kunjungi Bootcamp Dibimbing untuk melihat kurikulum, jadwal kelas, serta pilihan program yang dapat mendukung pengembangan bisnis dan karier digitalmu.


FAQ

1. Apa Itu Dropshipper?

Dropshipper adalah pihak yang menjual produk tanpa menyimpan stok barang sendiri. Dalam sistem ini, supplier menangani penyimpanan dan pengiriman produk langsung kepada pelanggan.

2. Bagaimana Cara Kerja Dropshipper?

Cara kerja dropshipper dimulai dengan memasarkan produk dari supplier, menerima pesanan, lalu meneruskan detail pembelian kepada pemasok. Setelah itu, supplier mengemas dan mengirim barang langsung ke alamat pelanggan.

3. Apa Saja Tugas Dropshipper?

Tugas dropshipper meliputi memilih supplier, memasarkan produk, melayani pelanggan, mencatat pesanan, dan meneruskan transaksi. Dropshipper juga perlu membantu menangani komplain jika terjadi masalah pada produk atau pengiriman.

4. Apa Keuntungan dan Kekurangan Dropshipper?

Keuntungan dropshipper antara lain modal awal relatif kecil, tidak perlu menyimpan stok, dan operasional lebih fleksibel. Sementara itu, kekurangan dropshipper mencakup kontrol produk yang terbatas, ketergantungan pada supplier, dan potensi margin keuntungan yang lebih kecil.

5. Apa Perbedaan Reseller dan Dropshipper?

Perbedaan reseller dan dropshipper terutama terletak pada pengelolaan stok serta pengiriman barang. Reseller biasanya membeli dan menyimpan produk sendiri, sedangkan dropshipper meneruskan pesanan kepada supplier untuk dikirim langsung ke pelanggan.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

dibimbing.id

Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!