20 Contoh Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang & Cara Membuatnya
Farijihan Putri
•
02 February 2026
•
235
Memahami contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang sangat vital agar Warga Bimbingan tidak salah hitung stok yang berujung pada kerugian fiktif. Ketiadaan proses ini sering menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak valid, meskipun neraca saldo terlihat seimbang secara matematis.
Tentunya, data yang presisi akan membuatmu lebih percaya diri saat menyajikan laporan laba rugi di hadapan manajemen. Oleh karena itu, MinDi telah merangkum panduan teknis beserta studi kasus sederhana untuk membantumu menguasai materi seputar jurnal.
Langsung saja simak langkah praktisnya di artikel ini supaya skill akuntansi makin matang dan siap kerja!
Apa Itu Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang?
Jurnal penyesuaian perusahaan dagang adalah proses pemutakhiran akun-akun di akhir periode akuntansi agar saldo yang tercatat mencerminkan nilai aset dan kewajiban yang sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan.
Secara prinsip, jurnal merupakan catatan berjalan yang mendetail atas seluruh transaksi keuangan bisnis. Catatan ini digunakan untuk merekonsiliasi akun dan nantinya akan dipindahkan ke pencatatan akuntansi lainnya, seperti buku besar (general ledger).
Pada perusahaan dagang, fokus utamanya terletak pada penyesuaian nilai persediaan barang yang mungkin berubah akibat kerusakan, penyusutan, atau selisih stok fisik dengan catatan sistem. Tanpa langkah ini, laba rugi perusahaan bisa menjadi bias karena beban dan pendapatan tidak diakui pada periode yang tepat.
Komponen Utama Jurnal Penyesuaian:
- Tanggal Transaksi: Menunjukkan kapan penyesuaian dilakukan, biasanya tanggal terakhir bulan atau tahun berjalan.
- Nama Akun: Identitas akun yang didebit dan dikredit, seperti Beban Sewa atau Akumulasi Penyusutan.
- Kolom Referensi (Ref): Nomor kode akun untuk memudahkan pelacakan ke buku besar.
- Nilai Nominal: Jumlah uang yang disesuaikan pada sisi debit dan kredit yang wajib seimbang.
- Keterangan Singkat: Deskripsi ringkas mengenai alasan penyesuaian, misal "Penyesuaian stok opname".
Ciri-Ciri Jurnal Penyesuaian:
- Dibuat hanya pada akhir periode akuntansi (tutup buku).
- Menerapkan prinsip akrual (accrual basis), yaitu mengakui transaksi saat terjadi, bukan saat kas diterima/keluar.
- Tidak pernah melibatkan akun Kas (Cash) secara langsung.
- Selalu melibatkan minimal satu akun neraca (aset/kewajiban) dan satu akun laba rugi (pendapatan/beban).
- Nilainya didasarkan pada data internal (seperti stock opname) atau perhitungan teknis (seperti penyusutan), bukan transaksi eksternal.
Baca Juga: Bootcamp Finance and Accounting Dibimbing, Jaminan Internship
Apa Saja Akun-Akun yang Wajib Disesuaikan?
Selain persediaan, terdapat beberapa pos akun lain yang lazimnya memerlukan koreksi agar laporan keuangan menjadi valid dan akurat.
1. Persediaan Barang Dagang (Merchandise Inventory)
Akun ini mencatat nilai stok barang yang tersedia untuk dijual pada akhir periode akuntansi tertentu. Penyesuaian wajib dilakukan untuk mengganti nilai persediaan awal dengan nilai persediaan akhir berdasarkan hasil perhitungan fisik di gudang.
2. Perlengkapan (Supplies)
Perlengkapan adalah barang habis pakai yang dibeli perusahaan untuk mendukung operasional sehari-hari, seperti kertas dan tinta. Nilainya perlu disesuaikan karena sebagian barang pasti sudah terpakai selama periode berjalan namun belum dicatat sebagai beban.
3. Beban Dibayar Dimuka (Prepaid Expenses)
Akun ini mewakili pembayaran biaya untuk masa depan yang belum dirasakan manfaatnya saat transaksi terjadi, contohnya sewa toko 2 tahun. Dalam konteks jurnal penyesuaian perusahaan dagang, kita harus menghitung berapa porsi sewa yang sudah "kadaluwarsa" atau terpakai bulan ini.
4. Pendapatan Diterima Dimuka (Unearned Revenue)
Pendapatan diterima dimuka terjadi ketika pelanggan membayar uang muka untuk barang yang belum dikirimkan oleh perusahaan dagang kita. Karena barang belum diserahkan, uang tersebut masih dianggap sebagai utang, bukan pendapatan sah perusahaan.
5. Penyusutan Aset Tetap (Depreciation)
Aset tetap seperti kendaraan pengiriman atau rak gudang akan mengalami penurunan nilai ekonomis seiring berjalannya waktu pemakaian.
Kita perlu mengalokasikan sebagian harga perolehan aset tersebut menjadi beban penyusutan secara berkala setiap akhir bulan. Tanpa jurnal ini, nilai aset di neraca akan terlalu tinggi (overstated) dibandingkan kondisi fisiknya.
6. Beban yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses)
Seringkali ada tagihan yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tapi belum dibayarkan uangnya, seperti gaji karyawan atau tagihan listrik bulan berjalan.
Akun ini perlu disesuaikan untuk mengakui beban tersebut sebagai utang pada periode ini, meskipun pembayarannya baru dilakukan bulan depan. Tujuannya agar laba rugi mencerminkan seluruh biaya operasional yang sesungguhnya terjadi.
Dua Pendekatan Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang
Sumber: Freepik
Sebelum tahu contoh jurnalnya, Warga Bimbingan perlu memahami bahwa jurnal penyesuaian perusahaan dagang untuk persediaan bisa dicatat menggunakan dua metode berbeda.
1. Pendekatan Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary)
Metode Ikhtisar Laba Rugi bekerja dengan cara menghapus saldo persediaan awal dan memunculkan saldo persediaan akhir secara terpisah melalui akun perantara. Akun Ikhtisar Laba Rugi digunakan sebagai tempat penampungan sementara untuk menyeimbangkan jurnal saat kita mengkreditkan persediaan awal.
Setelah itu, kita akan mendebit akun persediaan barang dagang dengan nilai baru hasil stock opname akhir. Cara ini lebih sederhana karena hanya fokus pada penggantian nilai stok tanpa merinci komponen pembelian.
2. Pendekatan Harga Pokok Penjualan (HPP)
Pendekatan HPP lebih rinci karena memindahkan semua unsur pembentuk HPP seperti pembelian, retur, dan beban angkut ke dalam satu akun induk. Kita akan menutup saldo persediaan awal dan biaya pembelian ke sisi debit akun HPP untuk menghitung total barang tersedia.
Sebaliknya, akun-akun pengurang seperti retur pembelian dan persediaan akhir akan dicatat di sisi kredit akun HPP. Metode HPP langsung menghasilkan angka Harga Pokok Penjualan yang siap disajikan di laporan keuangan.
Tabel Perbandingan Jurnal Penyesuaian Persediaan
Keterangan Transaksi | Metode Ikhtisar Laba Rugi | Metode Harga Pokok Penjualan (HPP) |
Menutup Persediaan Awal | Debit: Ikhtisar Laba Rugi Kredit: Persediaan Barang Dagang | Debit: Harga Pokok Penjualan Kredit: Persediaan Barang Dagang |
Mencatat Persediaan Akhir | Debit: Persediaan Barang Dagang Kredit: Ikhtisar Laba Rugi | Debit: Persediaan Barang Dagang Kredit: Harga Pokok Penjualan |
Menutup Akun Pembelian | (Tidak Dijurnal) | Debit: Harga Pokok Penjualan Kredit: Pembelian |
Menutup Beban Angkut | (Tidak Dijurnal) | Debit: Harga Pokok Penjualan Kredit: Beban Angkut Pembelian |
Menutup Retur Pembelian | (Tidak Dijurnal) | Debit: Retur Pembelian Kredit: Harga Pokok Penjualan |
Menutup Potongan Pembelian | (Tidak Dijurnal) | Debit: Potongan Pembelian Kredit: Harga Pokok Penjualan |
Baca Juga: Contoh Portofolio Fresh Graduate Akuntansi Terbaik & Tips
20 Contoh Jurnal Penyesuain Perusahaan Dagang
Biar Warga Bimbingan makin paham, berikut adalah referensi lengkap contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang yang mencakup berbagai skenario transaksi agar laporan keuangan valid dan akurat:
No. | Jenis Penyesuaian | Keterangan | Debit | Kredit |
1 | Persediaan (Metode Ikhtisar L/R) | Menutup saldo persediaan awal barang dagang | Ikhtisar Laba Rugi Rp10.000.000 | Persediaan Barang Dagang Rp10.000.000 |
2 | Persediaan (Metode Ikhtisar L/R) | Mencatat saldo persediaan akhir hasil stock opname | Persediaan Barang Dagang Rp15.000.000 | Ikhtisar Laba Rugi Rp15.000.000 |
3 | Persediaan (Metode HPP) | Menutup persediaan awal ke akun HPP | Harga Pokok Penjualan Rp10.000.000 | Persediaan Barang Dagang Rp10.000.000 |
4 | Persediaan (Metode HPP) | Mencatat persediaan akhir ke akun HPP | Persediaan Barang Dagang Rp15.000.000 | Harga Pokok Penjualan Rp15.000.000 |
5 | Pembelian (Metode HPP) | Memindahkan saldo akun pembelian ke HPP | Harga Pokok Penjualan Rp50.000.000 | Pembelian Rp50.000.000 |
6 | Retur Pembelian (Metode HPP) | Memindahkan retur pembelian ke HPP | Retur Pembelian Rp2.000.000 | Harga Pokok Penjualan Rp2.000.000 |
7 | Potongan Pembelian (Metode HPP) | Memindahkan potongan pembelian ke HPP | Potongan Pembelian Rp1.000.000 | Harga Pokok Penjualan Rp1.000.000 |
8 | Beban Angkut (Metode HPP) | Memindahkan beban angkut ke HPP | Harga Pokok Penjualan Rp500.000 | Beban Angkut Pembelian Rp500.000 |
9 | Perlengkapan Toko | Sisa perlengkapan Rp500.000, saldo awal Rp2.000.000 | Beban Perlengkapan Toko Rp1.500.000 | Perlengkapan Toko Rp1.500.000 |
10 | Perlengkapan Kantor | Sisa perlengkapan Rp200.000, saldo awal Rp1.000.000 | Beban Perlengkapan Kantor Rp800.000 | Perlengkapan Kantor Rp800.000 |
11 | Sewa Dibayar di Muka | Sewa setahun Rp12.000.000, sudah jalan 4 bulan | Beban Sewa Rp4.000.000 | Sewa Dibayar di Muka Rp4.000.000 |
12 | Asuransi Dibayar di Muka | Premi Rp6.000.000, yang sudah jatuh tempo/terpakai | Beban Asuransi Rp1.000.000 | Asuransi Dibayar di Muka Rp1.000.000 |
13 | Iklan Dibayar di Muka | Kontrak 10x tayang, bulan ini sudah tayang 3x (@Rp1jt) | Beban Iklan Rp3.000.000 | Iklan Dibayar di Muka Rp3.000.000 |
14 | Penyusutan Aset (Toko) | Penyusutan peralatan toko bulan ini | Beban Peny. Peralatan Toko Rp250.000 | Akum. Peny. Peralatan Toko Rp250.000 |
15 | Penyusutan Aset (Kendaraan) | Penyusutan mobil box operasional bulan ini | Beban Peny. Kendaraan Rp1.200.000 | Akum. Peny. Kendaraan Rp1.200.000 |
16 | Penyusutan Aset (Gedung) | Penyusutan gedung kantor/toko bulan ini | Beban Peny. Gedung Rp2.500.000 | Akum. Peny. Gedung Rp2.500.000 |
17 | Beban Akrual (Gaji) | Gaji karyawan toko yang belum dibayar | Beban Gaji Rp3.500.000 | Utang Gaji Rp3.500.000 |
18 | Beban Akrual (Utilitas) | Tagihan listrik & air bulan ini belum dibayar | Beban Utilitas Rp750.000 | Utang Utilitas Rp750.000 |
19 | Pendapatan Diterima di Muka | Terima DP Rp10jt, barang senilai Rp4jt sudah dikirim | Pendapatan Diterima di Muka Rp4.000.000 | Pendapatan Penjualan Rp4.000.000 |
20 | Piutang Tak Tertagih | Estimasi 1% dari total piutang (Rp25jt) tak tertagih | Beban Kerugian Piutang Rp250.000 | Cadangan Kerugian Piutang Rp250.000 |
Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang?
Setelah melihat contoh jurnal penyesuain perusahaan dagang, sekarang saatnya kita praktikkan langkah-langkah teknis penyusunannya agar laporan keuangan valid dan seimbang.
1. Cetak Neraca Saldo Belum Disesuaikan
Langkah pertama adalah menyiapkan data neraca saldo akhir periode sebagai basis perhitungan. Dokumen neraca berisi daftar seluruh saldo akun sementara sebelum dilakukan koreksi apa pun.
2. Analisis Akun yang Memerlukan Penyesuaian
Selanjutnya, identifikasi akun mana saja yang saldonya tidak mencerminkan kondisi riil saat ini. Warga Bimbingan perlu memilah antara aset yang sudah menjadi beban dan pendapatan yang belum tercatat.
3. Lakukan Perhitungan Fisik dan Matematis
Hitung nilai nominal penyesuaian berdasarkan data aktual, seperti melakukan stock opname gudang atau menghitung sisa masa sewa. Pastikan angkanya akurat karena selisih satu rupiah pun bisa memengaruhi keseimbangan neraca.
4. Catat ke Dalam Jurnal Penyesuaian
Setelah angkanya ketemu, masukkan data tersebut ke dalam format jurnal dengan mendebit beban dan mengkredit aset (atau sebaliknya). Jangan lupa sertakan keterangan singkat dan jelas agar mudah ditelusuri saat proses audit nanti.
5. Posting ke Buku Besar dan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Terakhir, pindahkan saldo jurnal tersebut ke buku besar masing-masing akun terkait. Proses ini akan menghasilkan neraca saldo baru yang siap digunakan untuk menyusun laporan keuangan final.
Baca Juga: Kursus Finance Online Terbaik, Siap Kerja 6 Bulan!
Kuasai Skill Akuntansi dari Nol bareng Dibimbing!
Mempelajari contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang memang langkah awal yang bagus, tapi praktik langsung dengan bimbingan ahli akan mempercepat kariermu. Yuk, gabung di Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing sekarang juga!
Warga Bimbingan bakal dapat fasilitas gratis mengulang kelas, sertifikasi penguasaan software akuntansi, serta pengalaman magang 3 bulan. Nggak cuma itu, kamu juga bisa konsultasi 1-on-1 bareng mentor dan mengerjakan studi kasus nyata untuk portofolio. Terbukti, 96% alumni udah sukses berkarier berkat penyaluran kerja ke 840+ hiring partners.
Kalo kamu ada pertanyaan seperti, "Apakah pemula bisa ikut?" atau "Apakah jadwalnya fleksibel?", konsultasi gratis sekarang! Dibimbing pasti #BimbingSampeJadi impianmu!
FAQ
1. Kapan jurnal penyesuaian dibuat?
Jurnal penyesuaian wajib dibuat pada akhir periode akuntansi, baik itu akhir bulan atau akhir tahun, sebelum laporan keuangan disusun.
2. Apa bedanya jurnal penyesuaian dengan jurnal koreksi?
Jurnal penyesuaian dibuat untuk memutakhirkan saldo akun yang benar (akrual), sedangkan jurnal koreksi dibuat untuk memperbaiki kesalahan pencatatan sebelumnya.
3. Apa akibatnya jika tidak membuat jurnal penyesuaian?
Laporan keuangan menjadi tidak valid karena aset dan laba bisa tercatat terlalu tinggi (overstated) atau beban tercatat terlalu rendah (understated).
Referensi
Tags
