Dibimbing - BI Checking Itu Apa? Fungsi, Skor, dan Cara Ceknya
Blog
Finance

BI Checking Itu Apa? Fungsi, Skor, dan Cara Ceknya

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 11 Sep 2026

Diubah pada 11 Sep 2026

9

Image Thumbnail

BI Checking itu apa, sih? Istilah ini merujuk pada riwayat kredit debitur yang kini dapat diakses melalui SLIK OJK untuk melihat informasi seperti kualitas kredit, tunggakan, dan fasilitas pembiayaan.

Memahami BI Checking penting karena riwayat kredit dapat menjadi salah satu pertimbangan lembaga keuangan saat menilai pengajuan pinjaman. Kalau ingin sekaligus memperdalam kemampuan mengelola keuangan, kamu bisa mengikuti Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing.

Kamu juga perlu mengetahui arti skor BI Checking serta cara mengeceknya agar bisa menjaga kondisi kredit tetap sehat. Dengan begitu, kamu bisa lebih siap sebelum mengajukan fasilitas pembiayaan baru.


BI Checking Itu Apa?

BI Checking adalah istilah lama untuk layanan pengecekan informasi mengenai riwayat kredit debitur melalui Sistem Informasi Debitur atau SID yang sebelumnya dikelola oleh Bank Indonesia.

Sejak 1 Januari 2018, fungsi tersebut beralih ke Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK yang dikelola oleh OJK. Jadi, ketika sekarang Kamu mendengar istilah “cek BI Checking”, layanan yang dimaksud pada dasarnya adalah pengecekan Informasi Debitur atau iDeb melalui SLIK OJK.

Melalui iDeb, Kamu dapat mengetahui berbagai informasi mengenai fasilitas kredit atau pembiayaan yang tercatat atas nama Kamu. Data tersebut berasal dari laporan lembaga jasa keuangan yang menjadi pelapor dalam SLIK.

Informasi yang dapat tercantum dalam iDeb antara lain:

  1. identitas debitur;
  2. jenis fasilitas kredit atau pembiayaan;
  3. lembaga pemberi kredit;
  4. plafon kredit;
  5. baki debet atau sisa pokok pinjaman;
  6. kualitas kredit;
  7. jumlah hari tunggakan;
  8. informasi agunan; dan
  9. informasi lain terkait fasilitas pembiayaan.

Data tersebut dapat digunakan lembaga keuangan sebagai salah satu bahan untuk menilai profil dan risiko calon debitur sebelum memberikan kredit.

Namun, SLIK bukanlah blacklist atau daftar hitam yang otomatis membuat seseorang diterima maupun ditolak saat mengajukan pinjaman. Keputusan pemberian kredit tetap berada di tangan masing-masing lembaga keuangan berdasarkan hasil analisis dan kebijakan risikonya.

Baca Juga: Rizky Berhasil Masuk Karier Finance Meski Bukan Lulusan Akuntansi


Fungsi BI Checking atau SLIK OJK

fungsi-bi-checking-atau-slik-ojk

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Setelah memahami apa itu BI Checking, Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa riwayat kredit perlu diperhatikan.

SLIK pada dasarnya membantu lembaga jasa keuangan maupun debitur mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai fasilitas kredit. Berikut tiga fungsi utamanya.


1. Membantu Analisis Kredit

SLIK dapat digunakan oleh lembaga keuangan sebagai salah satu sumber informasi ketika menganalisis pengajuan kredit atau pembiayaan.

Misalnya, ketika Kamu mengajukan KPR, bank dapat melihat fasilitas kredit yang sedang berjalan serta kualitas pembayarannya. Informasi tersebut membantu bank mengukur risiko sebelum memberikan pinjaman baru.

Meski begitu, hasil SLIK bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan kredit. Lembaga keuangan juga dapat mempertimbangkan:

  1. pendapatan calon debitur;
  2. jumlah cicilan yang sedang berjalan;
  3. kemampuan membayar;
  4. jenis pekerjaan;
  5. nilai pinjaman;
  6. jaminan; dan
  7. kebijakan risiko internal.

Karena itu, dua orang dengan informasi SLIK yang mirip belum tentu mendapatkan keputusan kredit yang sama.


2. Menunjukkan Riwayat Kredit

Fungsi berikutnya adalah memberikan informasi mengenai kredit atau pembiayaan yang dimiliki seseorang.

Kamu dapat melihat apakah fasilitas kredit masih aktif, sudah lunas, atau memiliki tunggakan. Informasi kualitas kredit juga akan menunjukkan kondisi pembayaran kewajiban tersebut.

Riwayat pembayaran yang lancar tentu dapat memberikan gambaran positif mengenai kedisiplinan debitur dalam memenuhi kewajibannya.

Sebaliknya, kredit yang memiliki tunggakan perlu segera diperhatikan karena dapat memengaruhi penilaian risiko ketika Kamu mengajukan fasilitas keuangan lainnya.


3. Membantu Debitur Memeriksa Data Kredit

Nggak hanya bank, Kamu juga bisa mengecek informasi kredit sendiri melalui SLIK OJK.

Pengecekan ini berguna untuk memastikan fasilitas kredit yang tercatat memang benar milik Kamu serta informasi di dalamnya sesuai dengan kondisi terbaru.

Contohnya, Kamu baru saja melunasi sebuah pinjaman. Setelah data diperbarui oleh lembaga pemberi kredit, Kamu bisa mengecek iDeb kembali untuk memastikan informasi fasilitas tersebut sudah sesuai.

Pengecekan juga bisa membantu mendeteksi fasilitas kredit yang tidak Kamu kenali. Jika menemukan data yang dirasa tidak sesuai, Kamu dapat melakukan klarifikasi kepada lembaga keuangan yang melaporkannya.

Baca Juga: Annisa Bangun Portofolio Akuntansi hingga Raih Nilai Terbaik


5 Skor BI Checking dan Artinya

Selain mencari tahu BI Checking itu apa, Kamu mungkin pernah mendengar istilah skor BI Checking 1 sampai 5. Istilah tersebut umumnya digunakan untuk menggambarkan kualitas kredit atau kolektibilitas debitur.

Semakin baik kualitas kredit, semakin baik pula riwayat pembayaran kewajibannya. Berikut rincian skor BI Checking yang umum dikenal:

  1. Skor 1: Kredit Lancar, artinya debitur memenuhi kewajiban pembayaran cicilan secara tepat waktu dan tidak memiliki tunggakan.
  2. Skor 2: Dalam Perhatian Khusus (DPK), artinya debitur mulai memiliki tunggakan pembayaran sekitar 1–90 hari.
  3. Skor 3: Kredit Kurang Lancar, artinya debitur memiliki tunggakan pembayaran sekitar 91–120 hari.
  4. Skor 4: Kredit Diragukan, artinya debitur memiliki tunggakan pembayaran sekitar 121–180 hari.
  5. Skor 5: Kredit Macet, artinya debitur memiliki tunggakan pembayaran lebih dari 180 hari.

Dari kelima kategori tersebut, Skor 1 atau Kredit Lancar menunjukkan kualitas kredit yang paling baik.

Sementara itu, skor 3 sampai 5 menunjukkan adanya permasalahan pembayaran yang dapat menjadi salah satu pertimbangan lembaga keuangan ketika melakukan analisis kredit.

Namun, jumlah hari tunggakan di atas sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum. Penilaian kualitas fasilitas pembiayaan dapat mengikuti ketentuan yang berlaku pada masing-masing jenis lembaga dan produk keuangan.

Nah, apabila pembayaran mulai terlambat, jangan menunggu sampai kualitas kredit semakin menurun. Segera cek tagihan dan selesaikan kewajiban sesuai ketentuan pemberi kredit.


Cara Cek BI Checking Online melalui SLIK OJK

Sekarang, cara cek BI Checking bisa dilakukan secara online melalui layanan iDebKu OJK. Jadi, Kamu tidak harus datang langsung hanya untuk mengajukan permintaan Informasi Debitur.

Secara umum, berikut cara cek BI Checking melalui SLIK OJK:

  1. Buka laman resmi iDebKu OJK.
  2. Pilih menu Pendaftaran.
  3. Isi informasi yang diperlukan untuk mengecek ketersediaan layanan.
  4. Masukkan data registrasi sesuai identitas.
  5. Unggah dokumen yang diminta.
  6. Pastikan seluruh data sudah benar.
  7. Kirim permohonan Informasi Debitur.
  8. Simpan nomor pendaftaran yang diperoleh.
  9. Cek perkembangan permohonan melalui menu Status Layanan.

Untuk debitur perseorangan WNI, identitas yang digunakan antara lain KTP. Persyaratan dapat berbeda untuk WNA, badan usaha, ahli waris debitur yang telah meninggal dunia, atau kondisi permohonan lainnya.

Layanan permintaan Informasi Debitur OJK juga tidak dipungut biaya. Karena itu, Kamu perlu berhati-hati jika menemukan pihak yang mengatasnamakan OJK dan meminta sejumlah uang hanya untuk melakukan pengecekan.

Selain itu, jangan sembarangan memberikan NIK, foto KTP, maupun informasi pribadi kepada pihak tidak resmi. Data tersebut cukup sensitif dan dapat disalahgunakan apabila jatuh ke tangan yang salah.

Setelah mendapatkan iDeb, perhatikan fasilitas kredit yang tercatat, lembaga pemberi kredit, baki debet, kualitas kredit, serta informasi tunggakan.

Dengan begitu, Kamu bisa mengetahui kondisi riwayat kredit sebelum mengajukan fasilitas pembiayaan baru.

Baca Juga: Najwa dari Teknik Kimia Bangun Skill Finance lewat Proyek Nyata


3 Cara Memperbaiki BI Checking yang Buruk

Bagaimana kalau setelah melakukan pengecekan ternyata terdapat kredit yang bermasalah?

Jangan langsung mencari jasa yang menawarkan “pemutihan BI Checking”. Langkah paling tepat adalah mengetahui sumber masalah, menyelesaikan kewajiban, kemudian memastikan data kredit telah diperbarui.


1. Periksa Kredit yang Bermasalah

Pertama, cek kembali Informasi Debitur dan cari fasilitas kredit yang memiliki kualitas pembayaran bermasalah.

Perhatikan beberapa informasi penting seperti:

  1. nama lembaga pemberi kredit;
  2. fasilitas kredit;
  3. jumlah kewajiban;
  4. baki debet;
  5. kualitas kredit; dan
  6. jumlah hari tunggakan.

Jika merasa tidak pernah memiliki fasilitas tersebut atau menemukan data yang tidak sesuai, segera hubungi lembaga keuangan yang tercantum untuk meminta klarifikasi.

Jangan mengabaikan data yang keliru karena informasi tersebut dapat tetap menjadi bagian dari riwayat kredit Kamu sampai dilakukan pembaruan.


2. Selesaikan Tunggakan Kredit

Jika ternyata memang masih terdapat kewajiban, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan tunggakan tersebut.

Hubungi pihak kreditur untuk memastikan jumlah yang harus dibayar serta mekanisme penyelesaiannya. Setelah melakukan pembayaran, simpan bukti transaksi dan dokumen pelunasan.

Apabila sedang mengalami kesulitan membayar, komunikasikan kondisi tersebut langsung kepada lembaga pemberi kredit.

Jangan menunggu hingga tunggakan semakin panjang karena kualitas kredit dapat semakin memburuk.


3. Cek Kembali SLIK OJK

Setelah kewajiban selesai dan lembaga keuangan melakukan pembaruan data, Kamu dapat mengecek kembali iDeb melalui SLIK OJK.

Pastikan informasi yang tercatat sudah sesuai dengan kondisi terbaru. Jika masih terdapat perbedaan data, lakukan konfirmasi kembali kepada lembaga terkait dengan membawa bukti pendukung.

Ke depannya, Kamu juga bisa menjaga riwayat kredit tetap sehat dengan beberapa kebiasaan berikut:

  1. membayar cicilan sebelum jatuh tempo;
  2. mengambil kredit sesuai kemampuan;
  3. membatasi jumlah cicilan;
  4. memantau tagihan secara rutin;
  5. menyimpan bukti pembayaran;
  6. tidak meminjamkan identitas untuk pengajuan kredit orang lain; dan
  7. mengecek iDeb apabila diperlukan.

Menjaga riwayat kredit bukan hanya berguna ketika ingin mengambil pinjaman. Kebiasaan membayar kewajiban secara disiplin juga menjadi bagian dari pengelolaan keuangan pribadi yang sehat.


Contoh Bentuk BI Checking

Kamu juga perlu mengetahui seperti apa bentuk informasi dalam iDeb SLIK OJK. Dokumen ini memuat data debitur dan fasilitas kredit yang dilaporkan oleh lembaga jasa keuangan.

Di dalamnya, kamu bisa menemukan informasi seperti identitas debitur, baki debet, kualitas kredit, hingga riwayat pembayaran. Data tersebut membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kredit yang tercatat.

Nah, supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh bentuk BI Checking atau iDeb beserta bagian penting yang biasanya terdapat di dalamnya.

contoh-bentuk-bi-checking

Sumber: Desain oleh Dibimbing


Kesimpulan

BI Checking merupakan istilah lama untuk informasi riwayat kredit yang kini tersedia melalui SLIK OJK. Melalui iDeb, kamu bisa melihat fasilitas kredit, kualitas pembayaran, hingga tunggakan yang tercatat atas nama kamu.

Dengan memahami BI Checking, kamu bisa lebih siap sebelum mengajukan pinjaman sekaligus menjaga riwayat kredit tetap sehat. Kuncinya adalah membayar kewajiban tepat waktu dan rutin mengecek data kredit jika diperlukan.


Rekomendasi Bootcamp Finance Terbaik dari Dibimbing

Kalau kamu tertarik berkarier di bidang Finance, memahami skor kredit dan BI Checking saja tentu belum cukup. Kamu juga perlu menguasai analisis keuangan, akuntansi, penggunaan software keuangan, hingga praktik yang relevan dengan kebutuhan industri.

Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing membantu kamu meningkatkan skill melalui kelas interaktif, praktik bersama ahli, assignment, hingga pendampingan mentor. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau memulai karier di bidang Finance dan Accounting.


Program Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing:

  1. Live Class & Praktik: Ikuti 42+ live class dan 12 sesi praktik bersama praktisi ahli.
  2. Assignment: Kerjakan 20+ assignment untuk membantu membangun portofolio.
  3. Sertifikasi: Dapatkan sertifikasi penguasaan software akuntansi.
  4. 1-on-1 Session: Nikmati konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur ahli.
  5. Pendampingan: Dapatkan dukungan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7.
  6. Praktik Magang: Dapatkan pengalaman magang selama 3 bulan di hiring company Dibimbing.
  7. Penyaluran Kerja: Persiapkan karier melalui program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan.
  8. Komunitas: Bergabung dalam komunitas expertise Finance & Accounting untuk memperluas wawasan dan relasi.


Siap Berkarier di Bidang Finance?

Kalau kamu ingin membangun kemampuan Finance dan Accounting sekaligus mendapatkan pengalaman praktik yang relevan dengan dunia kerja, Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan.

Yuk, ikuti Bootcamp Finance & Accounting Dibimbing dan persiapkan dirimu untuk memulai karier di bidang Finance dengan skill yang lebih matang.


FAQ

1. Apa itu BI Checking?

BI Checking adalah istilah lama untuk layanan informasi riwayat kredit debitur. Saat ini, layanan tersebut sudah beralih ke SLIK OJK, dan informasi debitur dapat dilihat melalui iDeb OJK.

2. Bagaimana cara cek BI Checking?

Cara cek BI Checking sekarang dilakukan melalui layanan SLIK OJK. Kamu bisa mengajukan permintaan iDeb OJK untuk melihat informasi debitur, termasuk fasilitas pinjaman, baki debet, dan riwayat kredit.

3. Apa arti skor BI Checking?

Skor BI Checking menggambarkan kualitas kredit atau kolektibilitas kredit debitur. Secara umum, kualitas kredit dibagi dari skor 1 atau lancar hingga skor 5 yang menunjukkan kredit macet.

4. Apakah kredit macet bisa memengaruhi pengajuan pinjaman?

Bisa. Kredit macet yang tercatat dalam riwayat kredit dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan lembaga keuangan ketika menilai pengajuan pinjaman baru. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil analisis masing-masing lembaga.

5. Apa saja informasi yang ada di iDeb OJK?

iDeb OJK dapat memuat informasi debitur seperti identitas, fasilitas kredit, baki debet, kualitas kredit, kolektibilitas kredit, hingga riwayat pembayaran. Informasi tersebut membantu kamu mengetahui kondisi kredit yang tercatat di SLIK OJK.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!