dibimbing.id - Bagian Tubuh Mana yang Bisa Didiagnosis Oleh Deteksi Cedera AI?

Bagian Tubuh Mana yang Bisa Didiagnosis Oleh Deteksi Cedera AI?

Anisa Fitri Maulida

23 October 2023

1289

Image Banner

Dalam sepakbola, cedera merupakan ‘bencana’ bagi atlet sepakbola. Ketika mengalami cedera, biasanya mereka diminta untuk tidak bermain sementara waktu. Jika biasanya cedera dideteksi oleh praktisi kesehatan, sekarang muncul teknologi bernama deteksi cedera AI yang membantu praktisi kesehatan, pelatih, dan pemain mendeteksi cedera.


Pertanyaannya, bagaimana cara AI mendeteksi cedera tersebut? Tubuh bagian mana saja yang bisa didiagnosis oleh AI? Jika Sobat MinDi memiliki pertanyaan yang sama, Anda akan mendapatkan jawabannya di sini. Jadi, mohon disimak sampai habis, ya!


Apa Itu Arficial Intelligence?

Artificial Intelligence atau yang sering disebut dengan AI, adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari bagaimana cara membuat mesin berpikir dan belajar seperti manusia. Ide brilian ini sebenarnya sudah diteliti sejak lama sekali, yaitu pada tahun 1950. Tapi, para ilmuwan baru resmi memperkenalkan AI pada tahun 1956.


Sejak ditemukannya, AI telah berkembang pesat dan aplikasinya merambah berbagai sektor, termasuk olahraga seperti sepak bola.  Dalam sepakbola sendiri, teknologi ini digunakan untuk memberikan prediksi serta solusi mengenai masalah yang berkaitan dengan sepakbola. Salah satunya, mendeteksi dan mencegah cedera serta melihat potensi yang ada pada setiap pemain. 


Tentunya, pengembangan AI pada awalnya tidak secepat dan secanggih seperti yang kita lihat saat ini. Tapi, evolusinya selama lebih dari enam dekade telah membawa kita pada era di mana mesin dapat "melihat" dan "memahami" dunia dengan cara yang hampir serupa dengan manusia.


Mungkin Sobat MinDi mulai bertanya-tanya, bagaimana alat secanggih tersebut dapat membantu mendeteksi dengan kemampuan yang hampir serupa dengan manusia? Jawabannya adalah data. Semenjak teknologi muncul dan berkembang, data menjadi sumber yang paling esensial untuk kecerdasan buatan seperti ini.


Bagi AI, data adalah sumber makanan yang harus diberikan setiap kali peneliti akan meneliti sesuatu. Dalam konteks sepakbola, biasanya data diperoleh dari bergama sumber, seperti gambar, video, dan sensor dari benda elektronik lainnya yang dapat memperlihatkan berbagai jenis cedera.




Bagian Tubuh Mana yang Bisa Dideteksi Cedera AI?

Dalam ranah sepakbola, terutama dalam bidang deteksi cedera. Biasanya, AI diprogram untuk menganalisis bagian tubuh tertentu pada pemain, pada saat mereka berlatih dan juga bertanding. Nantinya, AI akan memberikan sekumpulan data berupa daftar cedera yang dimiliki oleh pemain tertentu. Lantas, bagian tubuh mana yang bisa dideteksi?

1.Kaki dan Engkel

AI memiliki kemampuan untuk mendeteksi abnormalitas yang ada pada kaki dan engkel. Misalnya, dalam kasus patah tulang dan keseleo. 


Teknologi ini dapat mengidentifikasi posisi dan bentuk kaki yang tidak alami dengan membandingkan situasi tersebut dengan database gerakan yang telah dianalisis sebelumnya yang dianggap sebagai posisi kaki normal. 


Selain itu, AI juga dapat memberikan banyak opsi mengenai alasan atau kemungkinan apa saja yang membuat pemain tersebut mengalami patah tulang atau keseleo.

  1. Lutut

Sama seperti kaki dan engkel, lutut adalah bagian tubuh yang sering terkena cedera, terutama pada atlet sepak bola. 


Dengan mengamati gerakan dan posisi lutut saat beraktivitas, AI bisa mengenali tanda-tanda awal dari cedera ligamen atau keseleo dengan melihat adanya ketidakstabilan, geseran atau putaran yang tidak biasa dan membandingkannya dengan data yang dianggap normal dan sehat.

  1. Punggung dan Leher

AI memantau postur dan gerakan untuk mengidentifikasi potensi ketegangan otot dan cedera serius pada punggung dan leher. Postur yang terus-menerus membungkuk atau posisi leher yang tidak alami dapat terdeteksi, yang kemudian bisa menjadi indikator untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Kepala

Kepala merupakan alat vital yang perlu dilindungi ataupun diobati, jika terkena lemparan bola. Terlebih lagi tendangan para atlet cenderung keras, sehingga cedera bisa saja tak dapat dihindari.


Melalui AI, para praktisi kesehatan, pelatih, dan pemain dapat melihat adanya potensi cedera kepala baik itu ringan maupun berat sekalipun. Bahkan, AI juga dapat menyarankan terapi cedera yang sesuai dengan data-data yang ada sebelumnya. 

  1. Tangan dan Pergelangan Tangan

Fraktur dan keseleo pada tangan dan pergelangan tangan dapat dideteksi oleh AI melalui pengamatan bentuk dan fungsi anggota gerak ini. Pergerakan yang tidak alami atau tiba-tiba, serta bentuk yang tampaknya tidak proporsional atau tidak simetris, bisa menjadi tanda-tanda awal untuk cedera.

  1. Bahu

teknologi AI bisa mengidentifikasi masalah seperti cedera bahu atau perpindahan sendi dengan menganalisis konsistensi posisi dan gerakan bahu. Apabila terdapat ketidakwajaran atau indikator ketidakstabilan, AI dapat memberikan sinyal peringatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Dada

AI dapat melacak adanya ketegangan otot dan cedera internal dengan memonitor pernafasan dan bentuk dada. Analisis data yang mendalam dari berbagai sumber memungkinkan AI untuk mengidentifikasi potensi masalah yang bisa saja terlewatkan oleh mata manusia.


Bagaimana, Sobat MinDi? Canggih bukan alat satu ini? Dengan mengenal dan menggunakan AI sebagai alat pembantu yang dapat mendeteksi kesehatan dan cedera para pemain, praktisi kesehatan dan pelatih bisa mengetahui langkah tepat untuk pertandingan kedepan. 


Sobat MinDi juga sebenarnya bisa mengaplikasikan AI ini ke ranah perusahaan, lho. Bukan hanya cedera, Anda dapat memprogram AI untuk mengetahui kesehatan dan kebugaran para karyawan saat bekerja di dalam ruangan. Nantinya, Anda bisa membentuk program kesehatan yang dapat mensejahterakan karyawan.


Supaya hal tersebut bisa terwujud, Anda bisa mempelajari AI terlebih dahulu dengan bantuan mentor yang ahli di bidangnya. Anda bisa belajar bersama mentor, melalui kelas Corporate Training dari dibimbing.id


Tidak hanya dibantu oleh mentor yang berpengalaman, Anda juga bisa memilih jenis kelas yang diinginkan, entah itu kelas offline maupun online. Hebatnya lagi, Anda juga bisa membentuk jadwal kelas sendiri. Sehingga, tidak mengganggu jadwal pribadi.


Namun, harus digaris bawahi Sobat MinDi! Bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebelum menggunakan AI untuk mendeteksi cedera. Apa saja?




Apa yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan AI Untuk Mendeteksi Cedera?



Deteksi cedera AI


Tidak dapat dipungkiri bahwa deteksi cedera AI merupakan teknologi yang memiliki keunggulan yang luar biasa. Walau begitu, kita juga tidak boleh lengah dan mengabaikan fakta bahwa kecanduan teknologi bisa memberikan dampak negatif. Maka dari itu, Anda harus mengetahui hal-hal berikut agar penggunaan alat ini tetap efektif. 


  1. Akurasi dan Keandalan Data

Sobat MinDi, perlu dipahami bahwa AI adalah alat yang sangat luar biasa hebatnya dalam mendeteksi berbagai peristiwa yang bahkan tidak dapat dilihat oleh manusia sekalipun. Tapi, AI pun dapat memberikan data yang tidak akurat bila tidak diprogram dengan benar.


Oleh karena itu, data yang akurat dan terpercaya harus selalu diutamakan untuk memastikan bahwa diagnosa dan analisis yang dihasilkan oleh sistem AI dapat diandalkan. Terutama dalam konteks cedera, di mana keputusan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.


  1. Aspek Etika dan Privasi Data

AI memang bisa memberikan banyak data yang bahkan kita tidak inginkan sekalipun. Tapi, bukan berarti Anda bisa menggunakan data tersebut dengan sesuka hati.


Perlindungan data pasien atau atlet serta etika penggunaan informasi mereka menjadi titik sentral yang tak boleh diabaikan. Bagaimana AI menyimpan, mengolah, dan membagikan data perlu diatur dengan ketat dan transparan untuk melindungi privasi individu dan mematuhi regulasi hukum yang berlaku.


  1. Pengawasan Ahli Saat Menggunakan Data

Meskipun AI bisa memberikan analisis dan diagnosa dengan cepat, interpretasi dan penerapan hasil tersebut harus dilakukan oleh profesional kesehatan yang kompeten. Sistem AI harus bekerja sebagai alat bantu, bukan pengganti, untuk keahlian klinis dan pengalaman yang dimiliki oleh dokter dan fisioterapis.

  1. Ketergantungan Pada Teknologi

Sementara AI menyediakan banyak manfaat, penting bagi kita untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi ini. Dalam konteks apapun, kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan tidak boleh diremehkan atau diabaikan.


Pemain, pelatih, dan staf medis harus selalu memiliki peran utama dalam setiap aspek perawatan dan pengambilan keputusan.




Contoh Klub Sepakbola Menggunakan AI untuk Deteksi Cedera Pemain

Para Sobat MinDi yang menyukai sepakbola, terutama menonton Liga Spanyol mungkin sudah tidak asing dengan Getafe FC. Sejak awal 2017/2018, Getafe FC telah bekerja sama dengan Zone 7, untuk memaksimalkan cara kerja AI dalam mendeteksi cedera para pemainnya. 


Cara kerjanya sendiri bisa dikatakan hampir mirip dengan apa yang kita bicarakan di artikel ini lho, Sobat MinDi! Yaitu, Getafe FC mengirimkan data latihan kepada Zone 7 untuk dianalisis. Beberapa saat kemudian, Zone 7 akan mengirimkan data berisi pemain mana saja yang masuk ke dalam ‘Zona Berbahaya’.


Status ‘Zona Berbahaya’ memberikan sinyal kepada pelatih dan pemain untuk bisa memodifikasi frekuensi latihan dan memantau faktor-faktor yang berpotensi besar bisa membuat pemain cedera.


Dengan menggunakan Ai, Getafe FC berhasil menekan angka cedera, lho! Cara ini pun tidak hanya gunakan oleh Getafe FC, melainkan Rangers FC, Real Salt Lake, Toronto FC, dan klub bola dari Israel.


Tal Brown selaku pendiri Zone 7 berkata bahwa banyak pemain sepakbola menggunakan rompi yang dipasang GPS dan mengenakan arloji digital. Alat tersebut dimanfaatkan sebagai data yang diolah dan menghasilkan data-data pendeteksi kebugaran dan juga cedera.


Baca Juga: Mengenal Pentingnya Belajar Cyber Security untuk Keamanan


Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan Artificial Intelligence, khususnya dalam 'deteksi cedera AI' telah membawa dampak signifikan dalam berbagai sektor, termasuk di dunia sepak bola dan bisnis. 


Kehadiran teknologi ini tak hanya sebagai sarana pendukung, tetapi juga sebagai inovasi yang memungkinkan proses dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat. Walau begitu, kekuatan dan kehebatan AI tetap akan bersandar pada kemampuan dan keahlian peneliti data yang memprogram dan mengembangkan aplikasi tersebut. Maka dari itu, jika Anda ingin menggunakan AI juga, akan lebih baik jika Anda memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan mengenai AI itu sendiri.


Dengan mengikuti Corporate Training, Anda akan belajar banyak mengenai AI bersama mentor terpilih yang tentunya sudah ahli dalam bidangnya. Gunakan kesempatan tersebut, untuk berdiskusi mengenai rencana kedepan bisnis menggunakan teknologi canggih AI.

Share

Author Image

Anisa Fitri Maulida

Anisa merupakan penulis lepas dengan 4+ tahun pengalaman . Ia memiliki passion yang tinggi dalam dunia digital marketing. Kontribusi tulisanya dapat ditemukan di berbagai platform, dari mulai industri hiburan, pemerintahan, portal berita, hingga Edutech.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!