Apakah Portofolio Sama dengan CV? Perbedaan & Contohnya
Farijihan Putri
•
26 November 2025
•
289
Warga Bimbingan masih suka bingung soal apakah portofolio sama dengan CV dan takut salah kirim dokumen ke recruiter? Banyak jobseeker masih kecampur antara dua hal ini, padahal fungsinya beda banget dan bisa ngaruh langsung ke peluang keterima kerja.
MinDi di sini buat bantu kamu ngerti batasan jelasnya biar kamu nggak lagi asal lampirkan dokumen yang sebenarnya kurang relevan. Kalau kamu lagi nyiapin diri buat apply kerja atau pengen upskilling biar lebih kompetitif, insight ini bakal ngebantu kamu banget.
Yuk, kita bahas dari sudut pandang yang simpel, praktik, dan bisa langsung kamu terapkan saat mengirim lamaran kerja nanti.
Baca Juga: Review Lengkap Bootcamp Dibimbing: Worth It atau Tidak?
Apa Itu CV?
CV atau curriculum vitae adalah dokumen resmi yang merangkum riwayat pendidikan, pengalaman kerja, serta keterampilan seseorang secara ringkas dan terstruktur. Tujuannya untuk menunjukkan kredibilitas profesional kepada perekrut atau institusi.
CV biasanya memuat informasi kontak, prestasi, hingga sertifikasi relevan. Formatnya bisa berbeda-beda tergantung industri atau posisi yang dilamar. Dokumen ini lebih menekankan pada fakta dan kronologi perjalanan karier dibanding bukti nyata pekerjaan.
Apa Itu Portofolio?
Portofolio adalah kumpulan hasil karya, proyek, atau prestasi yang menunjukkan kemampuan dan gaya kerja seseorang. Kamu perlu membuat portofolio untuk membuktikan secara konkret kualitas serta kompetensi profesional.
Biasanya portofolio memuat contoh dokumen, desain, laporan, atau media digital sesuai bidangnya. Format portofolio fleksibel, bisa berupa fisik maupun digital, disesuaikan dengan kebutuhan audiens. Dokumen ini menonjolkan bukti nyata dan kreativitas, bukan sekadar daftar pengalaman.
Baca Juga: 12 Bootcamp untuk Pemula Tanpa Background IT, Siap Kerja
Perbedaan CV dan Portofolio
Kalau kamu masih bertanya-tanya apakah portofolio sama dengan CV, berikut 5 perbedaan praktis yang bikin lebih jelas.
1. Tujuan
Secara umum, CV menekankan ringkasan kualifikasi dan pengalaman agar perekrut bisa menilai kecocokan kandidat secara cepat. Sementara itu, portofolio menampilkan bukti nyata hasil kerja agar klien atau atasan dapat menilai kualitas pekerjaan secara langsung.
Perbedaan ini penting supaya kamu tahu kapan menyerahkan dokumen deskriptif versus demonstratif. Misalnya, desainer grafis bisa menggunakan CV untuk melamar kerja, tapi portofolio saat pitching proyek desain.
2. Isi
Biasanya CV memuat riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, prestasi, dan informasi pribadi relevan. Sebaliknya, portofolio menampilkan contoh hasil karya nyata, seperti desain, tulisan, foto proyek, atau kode program.
Perbedaan dalam hal isi ini membuat pembaca bisa memahami profil kamu dari fakta versus bukti konkret. Seorang fotografer, misalnya, akan menaruh portofolio foto terbaik, sementara CV cukup menuliskan pengalaman di studio atau klien.
3. Fokus
CV fokus pada informasi tekstual yang terstruktur agar mudah dibaca dan dibandingkan antar kandidat. Di sisi lain, portofolio menekankan bukti visual atau praktis yang menunjukkan kualitas kerja.
Kalau kamu bertanya apakah portofolio sama dengan CV, perbedaan fokus inilah kuncinya. CV menjawab “apa yang kamu lakukan”, sedangkan portofolio menjawab “seberapa bagus hasil”. Programmer bisa menulis skill di CV, tapi portofolio menampilkan proyek web yang sudah dibuat.
4. Format
Dalam penyajiannya, CV biasanya memakai format standar seperti kertas A4, font sederhana, dan layout rapi tanpa banyak variasi desain. Sebaliknya, portofolio bisa sangat kreatif, berupa website, blog, dokumen digital interaktif, atau album fisik.
Format ini disesuaikan dengan bidang pekerjaan dan jenis karya yang ingin ditampilkan. Misalnya, ilustrator akan membuat portofolio digital interaktif, tapi CV tetap ringkas di satu halaman.
5. Penggunaan
CV digunakan saat melamar pekerjaan atau beasiswa agar perekrut cepat menilai latar belakang dan kompetensi. Portofolio dipakai untuk menunjukkan kemampuan nyata, misalnya pitching klien, interview kreatif, atau lomba profesional.
Perbedaan penggunaan tersebut memastikan dokumen yang tepat diberikan sesuai tujuan. Seorang penulis konten bisa menyerahkan CV untuk HR, tapi portofolio untuk editor atau klien yang ingin melihat contoh tulisan.
Baca Juga: Dibimbing Penipuan? Cek Fakta hingga Tips Aman Daftar Bootcamp
Contoh CV
Sumber: Canva
Contoh CV Jacqueline Thompson ini menunjukkan format yang clean, profesional, dan mudah dibaca, dengan penekanan pada pencapaian terukur di setiap posisi kerja.
CV ini secara efektif menyoroti pencapaian kuantitatif, seperti pengurangan biaya proyek sebesar 20% dan peningkatan efisiensi sebesar 25%, yang memberikan bukti nyata bagi perekrut.
Selain itu, bagian Additional Information yang lengkap melengkapi profilnya dengan skill teknis, bahasa, sertifikasi, dan penghargaan.
Secara keseluruhan, CV ini menjadi contoh kuat bagaimana menyusun profil eksekutif teknikal yang berorientasi pada hasil dan dampak.
Contoh Portofolio
Sumber: Freepik
Inilah contoh portofolio 3D Artist yang dimulai dengan pernyataan kuat tentang spesialisasi dan pendekatan seninya. Sebagai contoh, portofolio tersebut kemudian dapat menampilkan proyek karakter "Ancient Guardian" untuk mendemonstrasikan keahlian dalam sculpting dan tekstur organik.
Selanjutnya, untuk menunjukkan variasi kemampuan, ditambahkanlah proyek lain seperti kendaraan futuristik "Nexus Drifters" yang fokus pada pemodelan hard-surface yang presisi.
Selain itu, penyertaan visualisasi arsitektur yang fotorealistik akan melengkapi portofolio dengan membuktikan kompetensi dalam pencahayaan dan komposisi. Dengan demikian, rangkaian karya yang beragam ini secara kolektif membangun narasi yang meyakinkan tentang kapabilitas dan kualitas sang artis.
Baca Juga: Bootcamp Online vs Offline: Mana yang Lebih Baik?
Mau Punya CV dan Portofolio yang Menarik? Ikut Bootcamp Dibimbing Sekarang!
Warga Bimbingan perlu perhatikan baik-baik perbedaan tiap dokumen supaya tidak bingung saat melamar kerja atau menunjukkan hasil karya.
Kalau masih bertanya-tanya apakah portofolio sama dengan CV, memahami tujuan, isi, fokus, format, dan penggunaan masing-masing akan sangat membantu mempersiapkan dokumen yang tepat.
Nah, kamu bisa ikut Program Bootcamp Dibimbing untuk upgrade skill dan salary. Kamu bisa pilih berbagai program, mulai dari data, finance, IT & software development, bisnis & marketing, hingga product & design. Semua materi dipadukan dengan praktek nyata supaya kamu punya portofolio, dan pengalaman intern.
Bonusnya, kamu bisa mengulang batch secara gratis, akses materi seumur hidup, dan networking bersama puluhan ribu digital learners. Lebih dari itu, 840+ hiring partner siap bantu menyalurkan kerja, dengan tingkat keberhasilan alumni mencapai 95%.
Kalau masih ada pertanyaan seperti, “Apakah akan dipandu sampai punya portofolio nyata? atau Apakah ada career preparation untuk persiapan daftar kerja?”, bisa langsung konsultasi gratis sekarang di sini. Dibimbing siap #BimbingSampeJadi apapun pilihan kariermu!
Tags
