Apakah Magang Digaji? Cek Aturan, Hak, dan Besarannya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 12 Okt 2026
Diubah pada 16 Okt 2026
22
Apakah magang digaji? Pertanyaan ini sering muncul sebelum kamu menerima tawaran internship, terutama jika programnya berlangsung cukup lama.
Peserta magang bisa mendapatkan kompensasi berupa uang saku, tetapi ketentuannya berbeda dengan gaji pekerja full-time. Besaran dan hak yang diterima juga bisa berbeda pada setiap program.
Kalau kamu sudah punya pengalaman kerja dan ingin naik ke posisi yang lebih baik, Dibimbing Placement Program bisa membantu mempersiapkan langkah kariermu. Sebelum itu, yuk pahami dulu aturan dan hak peserta magang.
Baca juga: Pengembangan Karier: Strategi Naik Level untuk Profesional
Apakah Magang Digaji?
Ya, peserta magang dapat memperoleh kompensasi selama mengikuti program. Namun, dalam aturan mengenai pemagangan di Indonesia, istilah yang digunakan adalah uang saku, bukan gaji seperti yang diterima pekerja dalam hubungan kerja.
Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 menyebutkan bahwa peserta pemagangan berhak memperoleh uang saku. Komponennya meliputi biaya transportasi, uang makan, dan insentif peserta pemagangan.
Aturan tersebut juga mengharuskan besaran uang saku dicantumkan dalam perjanjian pemagangan. Artinya, nominal dan ketentuan pemberiannya seharusnya sudah cukup jelas sebelum program dimulai.
Sementara itu, magang yang diselenggarakan untuk mahasiswa juga mempunyai aturan tersendiri melalui Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Magang Mahasiswa. Peraturan tersebut masih berstatus berlaku dan memasukkan uang saku sebagai salah satu bentuk pelindungan peserta magang mahasiswa.
Baca juga: Program Akselerasi Karier untuk Profesional Berpengalaman
Apa Aturan Magang Digaji di Indonesia?
Nah, aturan yang berlaku dapat berbeda tergantung jenis program magang yang kamu ikuti. Setidaknya, ada dua regulasi yang penting untuk dipahami.
1. Permenaker Nomor 6 Tahun 2020
Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 mengatur penyelenggaraan pemagangan di dalam negeri bagi pencari kerja maupun pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi.
Dalam peraturan tersebut, perjanjian pemagangan perlu memuat:
- Hak dan kewajiban peserta pemagangan
- Hak dan kewajiban penyelenggara
- Program pemagangan
- Jangka waktu pemagangan
- Besaran uang saku
Peserta juga mempunyai hak memperoleh bimbingan, fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja, uang saku, jaminan sosial, serta sertifikat atau surat keterangan setelah mengikuti program.
2. Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024
Kalau kamu mengikuti magang sebagai mahasiswa, Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 menjadi aturan yang penting diperhatikan.
Pelindungan peserta magang mahasiswa dalam aturan tersebut setidaknya meliputi keselamatan dan kesehatan kerja, asuransi, pengaturan jam magang, penanganan permasalahan, hingga uang saku. Uang saku tersebut dapat mencakup biaya transportasi, makan, dan insentif magang mahasiswa.
Jadi, sebelum mengikuti program, cari tahu dulu jenis magang yang kamu jalani dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjiannya.
Apakah Gaji Magang Harus Sesuai UMR?
Tidak bisa langsung disamakan dengan UMR. Istilah UMR sendiri kini umumnya merujuk pada standar upah minimum yang ditetapkan melalui UMP atau UMK untuk pekerja.
Dalam regulasi pemagangan, kompensasi peserta disebut uang saku. Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 maupun Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tidak menetapkan bahwa besaran uang saku peserta magang harus sama dengan UMP atau UMK.
Karena itu, nominal yang diterima anak magang dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Hal terpenting adalah memastikan ketentuannya dijelaskan dengan transparan sejak awal.
Berapa Gaji Anak Magang?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Tidak ada satu nominal yang bisa digunakan untuk menjawab berapa gaji anak magang di seluruh Indonesia. Besaran uang saku dapat berbeda tergantung perusahaan, jenis program, posisi, hingga lokasi magang.
Selain nominalnya, kamu juga perlu memahami apakah kompensasi tersebut sudah termasuk biaya transportasi, makan, atau insentif lainnya. Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi uang saku magang.
1. Kebijakan Perusahaan
Setiap perusahaan dapat memiliki standar kompensasi magang yang berbeda. Ada yang memberikan uang saku bulanan, uang makan, transportasi, atau menggabungkan beberapa komponen tersebut.
Karena itu, jangan ragu menanyakan skema kompensasi kepada recruiter sebelum menerima tawaran.
2. Lokasi Perusahaan
Lokasi magang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kompensasi. Biaya transportasi dan makan di kota besar, misalnya, bisa berbeda dengan daerah lainnya.
Meski demikian, tidak ada nominal nasional yang otomatis berlaku untuk seluruh peserta magang berdasarkan lokasi.
3. Jenis Pekerjaan
Posisi yang membutuhkan kemampuan tertentu dapat memiliki skema kompensasi berbeda. Misalnya, kebutuhan dan tanggung jawab peserta software development, desain, pemasaran, atau analisis data bisa berbeda.
Namun, jenis pekerjaan tidak otomatis menentukan nominal karena kebijakan akhirnya tetap berada pada program dan perusahaan penyelenggara.
4. Durasi Magang
Program satu bulan dan enam bulan dapat memiliki struktur kompensasi yang berbeda. Selain durasi keseluruhan, mekanisme pembayaran juga perlu diperhatikan.
Cek apakah uang saku diberikan setiap bulan, mengikuti jumlah kehadiran, atau menggunakan ketentuan lainnya.
5. Program Penyelenggara
Magang dapat diselenggarakan oleh perusahaan, perguruan tinggi, maupun melalui program tertentu. Setiap penyelenggara bisa mempunyai mekanisme dan fasilitas yang berbeda.
Jadi, jangan menggunakan gaji pekerja full-time sebagai satu-satunya patokan ketika mengevaluasi program magang.
Baca juga: Shifting Career: Cara Pindah Karier dengan Strategi yang Tepat
Apakah Magang Tidak Dibayar Diperbolehkan?
Pertanyaan ini perlu dijawab dengan melihat skema magangnya. Kalau program tersebut merupakan pemagangan yang tunduk pada Permenaker Nomor 6 Tahun 2020, peserta mempunyai hak atas uang saku dan penyelenggara mempunyai kewajiban memberikannya.
Hal serupa terdapat dalam aturan Magang Mahasiswa. Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 memasukkan uang saku sebagai bagian dari pelindungan minimal yang diberikan kepada peserta.
Namun, istilah “magang” di lapangan juga digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk PKL, observasi, dan bentuk pembelajaran lainnya. Jadi, kamu perlu mengecek jenis program dan perjanjian yang digunakan sebelum menentukan aturan yang berlaku.
Apa Saja Hak Peserta Magang?
Uang saku bukan satu-satunya hal yang perlu kamu perhatikan. Program magang idealnya juga menjadi sarana belajar dan meningkatkan kompetensi, bukan sekadar mendapatkan tenaga tambahan.
Berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2020, peserta pemagangan mempunyai sejumlah hak, seperti:
- Bimbingan dari pembimbing atau instruktur
- Pemenuhan hak sesuai perjanjian pemagangan
- Fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja
- Uang saku
- Keikutsertaan dalam program jaminan sosial
- Sertifikat pemagangan atau surat keterangan
Penyelenggara juga berkewajiban membimbing, mengevaluasi, memberikan uang saku, serta memberikan sertifikat atau surat keterangan setelah program selesai.
Baca juga: Transisi Karir: Pengertian, Tahapan, dan Strategi Sukses
Apa yang Harus Dicek Sebelum Menerima Tawaran Magang?
Mendapatkan tawaran magang memang menyenangkan, terutama kalau berasal dari perusahaan atau posisi yang kamu incar. Namun, jangan buru-buru menerima offering hanya karena nama perusahaan terlihat menarik.
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa supaya program tersebut benar-benar memberikan manfaat untuk perkembangan kariermu.
1. Besaran Uang Saku
Cari tahu berapa uang saku yang akan kamu terima selama mengikuti program. Tanyakan juga apakah nominal tersebut sudah mencakup transportasi, makan, atau insentif lainnya.
Pastikan mekanisme dan jadwal pembayarannya dijelaskan sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
2. Durasi serta Jam Magang
Periksa berapa lama program berlangsung dan seperti apa jadwal kerjanya. Hal ini semakin penting kalau kamu masih harus membagi waktu dengan kuliah atau kegiatan lainnya.
Cek juga apakah program menggunakan sistem remote, hybrid, atau work from office.
3. Deskripsi Pekerjaan
Baca kembali job description sebelum menerima tawaran. Pastikan pekerjaan yang diberikan relevan dengan posisi yang kamu lamar dan keterampilan yang ingin dikembangkan.
Program magang seharusnya memberikan kesempatan belajar, bukan hanya pekerjaan administratif berulang tanpa tujuan pengembangan yang jelas.
4. Sistem Mentoring
Cari tahu apakah kamu akan mendapatkan mentor, supervisor, atau pembimbing selama mengikuti program. Pendampingan akan membantu kamu memahami pekerjaan dan mendapatkan evaluasi secara berkala.
Kamu juga bisa menanyakan bagaimana sistem feedback yang diterapkan selama masa magang.
5. Perjanjian Magang
Baca seluruh isi perjanjian sebelum menandatanganinya. Perhatikan hak dan kewajiban, durasi, jam kegiatan, kompensasi, hingga ketentuan apabila program dihentikan lebih awal.
Kalau ada bagian yang belum jelas, tanyakan kepada HR atau penyelenggara sebelum memberikan persetujuan.
6. Kesempatan Belajar
Magang bukan cuma soal menambah satu pengalaman di CV. Pertimbangkan apakah kamu akan belajar keterampilan baru, terlibat dalam proyek nyata, atau mendapatkan pemahaman mengenai industri.
Pengalaman tersebut nantinya bisa membantu memperkuat portofolio dan menjadi bahan ketika menghadapi interview kerja.
7. Peluang Karier setelah Magang
Cari tahu apakah perusahaan membuka kemungkinan peserta magang melanjutkan karier sebagai pekerja full-time. Memang, tidak semua perusahaan menawarkan konversi setelah program selesai.
Namun, informasi tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika kamu membandingkan beberapa tawaran magang.
Baca juga: Reskilling untuk Profesional: Strategi Upgrade Skill dan Karier
Apakah Program Magang di Dibimbing Digaji?
Beberapa program internship di Dibimbing menawarkan kompensasi atau paid internship. Benefit yang diberikan dapat mencakup sistem kerja WFH/hybrid, akses ke course, sertifikat internship, hingga peluang melanjutkan karier sebagai karyawan full-time.
Namun, kompensasi dan benefit dapat berbeda pada setiap posisi dan periode rekrutmen. Jadi, selalu cek informasi lowongan terbaru Dibimbing sebelum mendaftar.
Pengalaman magang bisa menjadi langkah awal untuk membangun keterampilan dan mengenal dunia kerja. Setelah memiliki pengalaman profesional, kamu bisa mempertimbangkan peluang untuk meningkatkan posisi atau berpindah perusahaan.
Dibimbing Placement Program membantu profesional berpengalaman mempersiapkan pencarian kerja melalui pendampingan personal, optimasi CV dan LinkedIn, persiapan interview, serta akses ke perusahaan mitra.
Baca juga: Apa Itu Dibimbing Placement Program? Baca Reviewnya!
Apakah Pengalaman Magang Penting untuk Karier?
Bagi mahasiswa dan fresh graduate, pengalaman magang dapat membantu menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan kondisi kerja sebenarnya.
Kamu bisa belajar berkomunikasi dengan tim, mengelola tanggung jawab, memahami proses bisnis, hingga membangun portofolio yang nantinya dapat ditampilkan kepada recruiter.
Pengalaman magang juga bisa dicantumkan dalam CV, terutama ketika kamu belum mempunyai banyak pengalaman profesional. Kamu dapat menonjolkan tanggung jawab, proyek, skill, serta pencapaian selama mengikuti program.
Baca juga: Pelatihan Pengembangan Karir untuk Profesional
Kesimpulan
Magang bisa memberikan kompensasi berupa uang saku, tetapi besarannya tidak selalu sama dengan gaji pekerja full-time atau mengikuti UMP/UMK. Karena itu, cek perjanjian, hak peserta, dan skema kompensasinya sebelum menerima tawaran.
Selain bayaran, pertimbangkan juga pengalaman yang didapat. Mentoring, proyek relevan, dan kesempatan belajar bisa menjadi bekal penting untuk perkembangan kariermu.
Tingkatkan Karier bersama Dibimbing Placement Program
Magang bisa menjadi langkah awal untuk membangun pengalaman profesional. Setelah pengalamanmu berkembang, tantangan berikutnya adalah menemukan posisi yang lebih baik dan menyiapkan strategi untuk menghadapi proses rekrutmen.
Dibimbing Placement Program merupakan program penyaluran kerja bergaransi bagi profesional berpengalaman. Program ini membantu kamu mempersiapkan perpindahan karier maupun mendapatkan posisi yang lebih tinggi melalui pendampingan personal.
Pilihan Level Dibimbing Placement Program
- Associate Level: Ditujukan bagi profesional dengan pengalaman kerja minimal dua tahun yang menargetkan posisi officer, associate, atau generalist.
- Mid-Senior/Lead Level: Ditujukan bagi profesional dengan pengalaman minimal tiga tahun, termasuk setidaknya dua tahun di bidang relevan, dengan target posisi senior, specialist, atau lead.
Manfaat Dibimbing Placement Program
- Persiapan Karier: Ikuti persiapan intensif sekitar 4–6 minggu sebelum proses penyaluran kerja.
- Optimalisasi Profil: Optimalkan CV ramah ATS, LinkedIn, dan portofolio profesional.
- Pendampingan Personal: Susun strategi karier bersama personal advisor.
- Persiapan Rekrutmen: Latih HR interview, user interview, tes teknis, dan negosiasi offering.
- Konsultasi Teknis: Persiapkan kemampuan bersama domain specialist sesuai posisi tujuan.
- Akses Perusahaan: Dapatkan akses ke peluang dari 1.100+ perusahaan mitra.
- Program Fleksibel: Ikuti program tanpa harus mengundurkan diri dari pekerjaan saat ini.
- Garansi Penyaluran: Dapatkan penyaluran kerja selama enam bulan atau pengembalian biaya 100% sesuai syarat dan ketentuan.
Siap Mendapatkan Peluang Kerja yang Lebih Baik?
Kalau kamu sudah memiliki pengalaman profesional dan ingin meningkatkan level karier, DPP bisa membantu proses pencarian kerjamu menjadi lebih terarah.
Yuk, ikuti seleksi Dibimbing Placement Program dan persiapkan langkah menuju posisi yang lebih baik sesuai target kariermu.
FAQ
1. Apakah Magang Digaji?
Ya, peserta magang dapat memperoleh kompensasi berupa uang saku magang sesuai ketentuan program dan perjanjian yang berlaku. Namun, istilah yang digunakan dalam aturan magang umumnya adalah uang saku, bukan gaji seperti pekerja full-time.
2. Berapa Gaji Anak Magang?
Gaji anak magang atau uang saku yang diberikan tidak memiliki satu nominal pasti. Besarannya dapat berbeda tergantung perusahaan, posisi, lokasi, durasi, dan jenis program magang yang diikuti.
3. Apakah Magang Dibayar Sesuai UMR?
Tidak selalu. Gaji magang sesuai UMR tidak menjadi ketentuan umum karena peserta magang berbeda dengan pekerja dalam hubungan kerja. Besaran uang saku biasanya mengikuti kebijakan perusahaan dan perjanjian program.
4. Apa Saja Hak Peserta Magang?
Hak peserta magang dapat mencakup bimbingan, fasilitas keselamatan kerja, uang saku, jaminan sosial sesuai ketentuan, serta sertifikat atau surat keterangan setelah program selesai.
5. Apa yang Harus Dicek Sebelum Mengikuti Program Magang?
Sebelum menerima program magang, cek aturan magang, besaran uang saku, durasi, jam kerja, job description, sistem mentoring, hingga isi perjanjian. Pastikan program tersebut juga memberikan pengalaman yang relevan untuk perkembangan kariermu.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
