dibimbing.id - Apa itu Project Brief? Pengertian, Cara Membuat & Contohnya

Apa itu Project Brief? Pengertian, Cara Membuat & Contohnya

Farijihan Putri

08 May 2024

10704

Image Banner

Catatan Redaksi:

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Mei 2024 dan diperbarui pada 7 April 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.

Bikin proyek berjalan mulus pastinya butuh persiapan matang dari seorang project manager atau project officer. Nah, salah satu kuncinya adalah menyiapkan project brief.

Sebenarnya, apa sih project brief itu? Singkatnya, project brief adalah deskripsi ringkas yang merangkum elemen utama suatu proyek buat diserahkan ke para pemangku kepentingan (stakeholder).

Terus, fungsinya buat apa? Dokumen project brief ngebantu banget buat ngejelasin ruang lingkup dan isi proyek secara praktis biar semua pihak gampang memahaminya.

Penasaran apa aja kegunaan dan gimana contoh project brief yang baik? Yuk, temukan jawaban lengkapnya di artikel ini!

Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik


Apa Itu Project Brief?

Tunggu dulu Warga Bimbingan, sebelum kita bahas lebih jauh, yuk pahami dulu definisi dasarnya. Project brief adalah dokumen yang memberikan gambaran singkat tentang elemen utama sebuah proyek.

Dokumen ini berfungsi sebagai rangkuman penting buat stakeholder dan kolaborator lintas divisi, menyajikan persyaratan proyek secara jelas. 

Tujuannya simpel: ngasih info ringkas biar semua anggota tim punya pemahaman yang sama soal tujuan dan batasan proyek. Jadi, gak ada lagi deh drama salah paham antar anggota tim!

Biasanya, dokumen ini dibikin di awal siklus proyek sebagai fondasi buat nyusun rencana yang lebih detail demi kesuksesan eksekusi. 

Panjangnya seberapa? Bebas! Tergantung kompleksitas proyeknya, bisa cuma satu paragraf sampai satu halaman penuh. Gak ada template kaku yang harus dipakai untuk semua kondisi proyek.


Apa Kegunaan Project Brief?

Sumber: Freepik

Warga Bimbingan mungkin mulai bertanya-tanya, apa sih fungsi utamanya buat operasional perusahaan? Tenang, MinDi udah rangkum beberapa kegunaan pentingnya di bawah ini:


1. Menyediakan Rangkuman Proyek yang Jelas

Bantu ngasih info krusial dalam format ringkas. Ini memastikan semua pihak—mulai dari tim, sponsor, sampai stakeholder lain—punya pemahaman seragam soal tujuan dan hasil akhir proyek sejak awal sampai selesai.


2. Mendefinisikan Tujuan dan Lingkup Proyek

Membatasi ruang lingkup biar gak melebar ke mana-mana (scope creep). Lewat batasan yang spesifik, tim bisa lebih fokus mengalokasikan tenaga dan sumber daya ke prioritas utama.


3. Membantu Perencanaan dan Penjadwalan

Jadi fondasi awal buat nyusun estimasi waktu, kebutuhan sumber daya, dan tahapan kerja. Hal ini pastinya memudahkan manajer proyek buat memetakan jadwal dan bagi-bagi tugas secara akurat.


4. Alat Komunikasi Efektif

Sangat berguna buat ngenalin proyek ke stakeholder baru secara cepat. Saat butuh keputusan kilat, para pemimpin biasanya cuma butuh gambaran besar, dan dokumen inilah yang jadi andalan.

Baca Juga: Switch Career ke Business Analyst: Panduan Sukses


Siapa yang Harus Membuat Project Brief?

Dalam dunia manajemen proyek, tanggung jawab ini umumnya dipegang oleh project manager. Merekalah yang bertugas mengumpulkan dan merangkum info-info penting biar semua pihak punya visi yang sama. 

Tentunya, proses pembuatannya wajib melibatkan kolaborasi bareng berbagai stakeholder buat menampung masukan dan data yang relevan.


Apa yang Harus Ada dalam Project Brief?

Pastinya ada beberapa elemen wajib yang jadi fondasinya. Warga Bimbingan harus memastikan poin-poin berikut ini masuk ke dalam dokumen:

Judul dan Latar Belakang Proyek: Judul deskriptif plus konteks alasan kenapa proyek ini harus jalan (bisa berupa masalah atau peluang).

Tujuan Proyek: Penjelasan spesifik soal arah utama aktivitas proyek.

Sasaran atau Objektif: Target terukur yang mendukung tujuan utama, biasanya pakai kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Lingkup Proyek: Batasan jelas soal apa yang bakal dikerjakan dan yang gak dikerjakan buat mencegah scope creep.

Stakeholders Proyek: Daftar semua pihak yang terlibat, termasuk sponsor, pelanggan, dan anggota tim, lengkap beserta peran mereka.

Estimasi Anggaran dan Sumber Daya: Perkiraan awal soal dana, tenaga kerja, sampai teknologi pendukung yang dibutuhkan.

Timeline atau Jadwal Proyek: Garis waktu kasar, mencakup tanggal mulai, milestone penting, dan target selesai.

Risiko Potensial: Identifikasi ancaman utama plus usulan strategi mitigasinya.

Metrik Keberhasilan: Kriteria buat menilai kesuksesan proyek di akhir nanti, entah dari segi waktu, budget, atau kualitas output.


5 Cara Membuat Project Brief dengan Jelas

Sumber: Freepik

Udah paham teorinya? Sekarang waktunya Warga Bimbingan bikin project brief sendiri secara efisien. Cek langkah-langkah praktisnya:


1. Tambahkan Konteks yang Relevan

Awali dengan latar belakang biar semua pihak punya pijakan yang sama.

Contoh: "Buat ningkatin interaksi user, perusahaan mau nambahin fitur video chat di aplikasi game yang saat ini cuma punya fitur chat teks."


2. Sertakan Tujuan dan Metrik Keberhasilan

Uraikan tujuan dan parameter sukses pakai prinsip SMART.

Contoh: "Tujuan proyek ini adalah merilis fitur video chat sebelum Q2 berakhir, buat naikin durasi main user rata-rata sebesar 30%. Kesuksesan diukur dari tingkat interaksi dan feedback positif pasca-rilis."


3. Perjelas Linimasa Proyek

Cantumkan timeline beserta milestone penting biar tim sadar tenggat waktu.

Contoh: "Proyek berjalan dari Januari sampai Mei. Milestone utamanya: prototipe selesai bulan Maret, uji coba user bulan April, dan rilis resmi tanggal 25 Mei."


4. Soroti Audiens Target

Deskripsikan siapa pengguna akhir proyek ini biar hasilnya sesuai ekspektasi mereka.

Contoh: "Target audiensnya adalah pemain usia 18-25 tahun yang aktif di komunitas gaming online dan butuh komunikasi real-time waktu main."


5. Hubungkan Pemangku Kepentingan dengan Sumber Daya Lain

Sematkan referensi ke dokumen pendukung lainnya biar informasi tetap terpusat.

Contoh: "Buat detail timeline dan pembagian tugas, silakan cek dokumen rencana proyek di [link]. Diskusi alokasi tugas bisa dilihat di chart terlampir."

Baca Juga: Kelas Business Analyst Online: Praktek Nyata & Dapat Magang!


Contoh Project Brief

Biar makin kebayang, MinDi siapin dua contoh praktis yang bisa Warga Bimbingan jadikan inspirasi buat proyek selanjutnya!


Contoh 1: Pengembangan Aplikasi Mobile E-Commerce "ShopSmart"

Latar Belakang: Tren belanja online naik pesat, kita punya peluang memperluas pasar lewat aplikasi mobile yang nyederhanain proses pembelian dan bikin pelanggan makin betah.

Tujuan Proyek: Bikin dan rilis aplikasi e-commerce yang responsif dan user-friendly buat iOS dan Android, lengkap sama transaksi aman dan pengalaman belanja personal.

Metrik Keberhasilan: Tembus 50.000 download di 3 bulan pertama, penjualan online naik 30%, dan skor minimal 4.5 di app store.

Timeline: Jan 2024 (Kick-off), Feb-Apr 2024 (Pengembangan & Testing), Mei 2024 (Soft launch), Juni 2024 (Rilis resmi).

Audiens Target: Usia 18-40 tahun yang suka kemudahan belanja online dan menghargai rekomendasi produk personal.

Sumber Daya Tambahan: Tautan desain UI/UX, spesifikasi teknis, dan rencana marketing tersedia di intranet perusahaan.


Contoh 2: Kampanye Pemasaran Digital "Green Energy for All"

Latar Belakang: Kesadaran isu lingkungan makin tinggi, kita mau posisikan diri sebagai leader solusi energi hijau. Kampanye ini bertujuan promosiin Solar Panel X yang ramah lingkungan dan efisien.

Tujuan Proyek: Eksekusi kampanye digital buat naikin kesadaran dan penjualan Solar Panel X, sekaligus edukasi masyarakat soal manfaat energi hijau.

Metrik Keberhasilan: Raih 1 juta tayangan di medsos, dapet 10.000 leads berkualitas, dan penjualan produk naik 25% dalam 6 bulan.

Timeline: Mar 2024 (Perencanaan konten), Apr 2024 (Rilis kampanye), Mei-Jul 2024 (Monitoring & Optimasi), Agu 2024 (Evaluasi final).

Audiens Target: Rumah tangga dan bisnis kecil perkotaan yang tertarik ngurangin jejak karbon dan mau hemat biaya energi.

Sumber Daya Tambahan: Brief kreatif, strategi konten, dan jadwal posting bisa diakses by request dari tim marketing.

Baca Juga: Tugas Business Analyst Intern: Cara Magang & Dapat Job Nyata!


Siap Eksekusi Proyek Impianmu?

Memahami cara menyusun project brief secara presisi merupakan langkah awal krusial buat memastikan seluruh anggota tim memiliki arah sasaran seragam.

Mari tingkatkan pemahamanmu seputar manajemen proyek dengan mengikuti Bootcamp Business Analyst & Product Strategy dari Dibimbing. Warga Bimbingan bakal menerima deretan benefit eksklusif buat bekal menembus dunia kerja, meliputi:

  1. 60+ Kelas Langsung & 7+ Sesi Ekstra Bareng Mentor Ahli
  2. Tugas Mingguan Terstruktur buat Susun Portofolio
  3. Kelas Problem Solving Teknis Khusus BA & PM
  4. Sesi Privat 1-on-1 Sepuasnya Sama Instruktur
  5. Pendampingan Fasilitator & Mentor Tersedia 24/7
  6. Magang 12 Minggu di Hiring Company Dibimbing
  7. Program Penyaluran Kerja ke 840+ Mitra Perusahaan
  8. Akses Komunitas Business Analyst & Product Strategy

Kalau kamu ada pertanyaan, seperti "Apakah materinya ramah buat pemula?" atau "Gimana alur penyaluran magangnya?", konsultasi aja deh sekarang gratis kok! Belajar bareng program terpadu tersebut sangat worth it karena kurikulum praktisnya langsung menjawab kebutuhan industri nyata tanpa basa-basi teori.

Dibimbing pasti #BimbingSampeJadi buat mengawal langkahmu meraih posisi pekerjaan idaman. Kualitas bimbingan kami sudah terbukti secara faktual lewat keberhasilan 96% alumni yang udah sukses kerja. MinDi berharap kamu bisa sukses meniti karier gemilang kedepannya!


FAQ

1. Apa bedanya project brief dengan project plan?

Project brief memuat rangkuman gambaran besar pada awal fase untuk menyamakan visi seluruh tim. Project plan berisi detail langkah eksekusi tugas beserta alokasi waktu harian secara jauh lebih terperinci.

2. Apakah isi project brief boleh direvisi saat proyek sedang berjalan?

Warga Bimbingan sangat boleh menyesuaikan dokumen tersebut saat terjadi perubahan arah target secara signifikan. Pastikan selalu menginformasikan revisi terbarunya kepada seluruh pemangku kepentingan supaya langkah pengerjaan terus sejalan.

3. Apa risikonya kalau menjalankan proyek tanpa menyusun project brief?

Tim operasional bakal gampang kehilangan arah sasaran serta rentan mengalami miskomunikasi parah antar divisi. Ketiadaan panduan awal sering memicu pembengkakan anggaran akibat penambahan tugas di luar ruang lingkup aslinya.


Referensi

  1. How to Create a Project Brief (Example Included) [Buka]
  2. 5 langkah menulis brief proyek yang jelas [Buka]

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!