dibimbing.id - Apa Itu Credit Score? Manfaat, Cara Cek, & Tips Meningkatkannya

Apa Itu Credit Score? Manfaat, Cara Cek, & Tips Meningkatkannya

Farijihan Putri

02 February 2026

26

Image Banner

Gagal paham soal apa itu credit score sering banget bikin calon risk manager mati gaya saat harus menganalisis profil nasabah yang datanya rumit. Analisis yang meleset akibat kurangnya dasar teknis ini bisa bikin perusahaan boncos besar gara-gara kamu menyetujui pengajuan pinjaman berisiko tinggi.

Padahal, skill membaca data historis kredit adalah modal utama biar Warga Bimbingan dianggap kompeten dan siap kerja di industri finansial yang ketat. Tenang aja, MinDi bakal bantuin kamu bedah cara kerjanya biar portofolio karier dan skor kredit pribadimu sama-sama aman.

Sekalian aja yuk pertajam insting deteksi risiko kamu lewat praktik studi kasus langsung bareng mentor hits di Bootcamp Risk Management Dibimbing!


Apa Itu Credit Score?

Credit score adalah representasi angka yang dihitung berdasarkan rekam jejak laporan kredit selama periode tertentu. Lembaga keuangan, seperti bank atau perusahaan fintech, menggunakan data ini sebagai acuan utama untuk memutuskan apakah mereka akan memberikan pinjaman atau kartu kredit.

Nggak cuma itu, skor kredit juga menjadi penentu seberapa besar suku bunga dan limit kredit yang bakal ditawarkan kepadamu nantinya. Jika angkanya tinggi, kamu dianggap sebagai nasabah berisiko rendah yang layak mendapatkan fasilitas terbaik.

Sebaliknya, skor yang rendah memberi sinyal bahaya bahwa kamu berpotensi gagal bayar cicilan di masa depan. Singkatnya, angka ini adalah "rapor" kedisiplinan finansialmu di mata para pemberi dana.

Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Risk Management, Langsung Kerja!


Mengapa Credit Score Sangat Penting?

Warga Bimbingan harus sadar kalau angka digital ini punya power gede banget yang bisa memuluskan atau malah menjegal rencana masa depanmu. Berikut adalah 4 alasan utamanya:


1. Tiket Lolos KPR dan KKB

Buat kamu yang berniat nyicil rumah atau mobil, bank pasti mengecek riwayat ini pertama kali sebelum kasih lampu hijau. Tanpa skor yang oke, pengajuan berisiko besar langsung ditolak oleh sistem otomatis karena dianggap tidak kredibel.


2. Dapat Bunga Lebih Rendah

Ingat ya, credit score adalah kunci utama buat dapetin penawaran suku bunga spesial yang lebih miring daripada nasabah biasa. Bank biasanya rela memberikan "diskon" bunga karena mereka yakin kamu minim risiko dan pasti bayar tepat waktu.


3. Plafon Kredit Lebih Gede

Selain bunga, limit pinjaman yang ditawarkan juga bakal jauh lebih tinggi kalau reputasi kredit di mata bank terlihat kinclong. Keuntungan ini bikin kamu jadi lebih leluasa mengatur cashflow usaha atau kebutuhan mendesak tanpa takut mentok limit.


4. Reputasi Profesional

Di beberapa industri bonafide, tim HRD terkadang mengecek riwayat kredit untuk menilai integritas dan tanggung jawab calon karyawan level manajerial. Skor yang sehat menunjukkan kalau kamu adalah orang yang bisa dipercaya memegang amanah keuangan perusahaan.


5 Faktor Utama Penentu Credit Score

Biar nilainya tetep "hijau" dan aman, kamu wajib paham variabel apa aja yang diotak-atik sama sistem bank dalam kalkulasi ini.


1. Riwayat Pembayaran (Payment History)

Faktor pertama, ada riwayat pembayaran yaitu komponen paling krusial yang ngaruh banget ke naik-turunnya skor kamu di mata analis bank.

Ketepatan waktu bayar tagihan jadi inti pemahaman apa itu credit score karena bank butuh bukti konsistensimu setiap bulan. Sekali aja kamu telat bayar, jejak digital negatifnya bakal nempel lama dan bikin nilaimu terjun bebas.


2. Penggunaan Limit Kredit (Credit Utilization)

Usahakan rasio pemakaian kartu kreditmu nggak lebih dari 30% dari total limit yang dikasih bank setiap bulannya.

Kalau kamu sering mentokin limit sampai habis, bank bakal menganggap kondisi keuanganmu lagi "megap-megap" dan bergantung banget sama utang. Kebiasaan boros ini jadi sinyal bahaya yang bikin analis mikir dua kali buat kasih pinjaman baru.


3. Durasi Riwayat Kredit

Semakin lama kamu punya akun kredit aktif, semakin valid data yang bisa dianalisis buat memahami apa itu credit score secara utuh dan akurat.

Akun tua yang terawat menunjukkan kalau kamu punya pengalaman panjang dalam mengelola utang secara dewasa dan stabil. Makanya, jangan buru-buru menutup kartu kredit pertamamu meskipun udah jarang dipakai, karena itu adalah aset sejarahmu.


4. Kombinasi Kredit (Credit Mix)

Bank suka kalau nasabahnya punya variasi pinjaman yang sehat, misalnya gabungan antara kartu kredit (tanpa agunan) dan KPR (dengan agunan).

Kemampuan mengelola berbagai jenis cicilan yang berbeda ini menunjukkan kalau kamu jago manajemen aset dan arus kas. Tapi ingat, ambil variasi ini cuma kalau kamu memang butuh dan sanggup bayar, bukan buat gaya-gayaan.


5. Kredit Baru (New Credit)

Terlalu sering mengajukan pinjaman atau membuka kartu kredit baru dalam waktu singkat bakal bikin skormu "lecet" di sistem.

Tindakan agresif bikin kamu terlihat lagi butuh duit banget (desperate) dan berpotensi gagal bayar di kemudian hari. Santai saja dan kasih jeda waktu yang cukup antar pengajuan biar profilmu tetap terlihat elegan dan aman.


Apa Saja Kategori Kolektibilitas Kredit (Skor SLIK OJK)?

Di Indonesia, kualitas kreditmu dicatat rapi dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dengan istilah kolektibilitas. Status terbagi menjadi lima tingkatan yang menentukan seberapa "sehat" napas finansialmu saat ini di mata hukum.

Kalau statusmu sudah masuk lampu merah, siap-siap saja masuk daftar hitam bank alias blacklist nasional.

  1. Kolektibilitas 1 (Lancar): Bayar tagihan selalu tepat waktu, nasabah idaman semua bank.
  2. Kolektibilitas 2 (Dalam Perhatian Khusus/DPK): Telat bayar 1 sampai 90 hari, perlu waspada sebelum makin parah.
  3. Kolektibilitas 3 (Kurang Lancar): Nunggak bayar 91 sampai 120 hari, bank mulai melakukan penagihan serius.
  4. Kolektibilitas 4 (Diragukan): Nunggak 121 sampai 180 hari, siap-siap aset jaminan bisa disita.
  5. Kolektibilitas 5 (Macet): Nunggak lebih dari 180 hari, masuk daftar hitam dan sangat sulit dapat kredit lagi.


Bagaimana Cara Mengecek Credit Score?

Sumber: Freepik

Zaman sekarang, kamu nggak perlu lagi repot-repot antre di kantor OJK cuma buat lihat catatan utang, karena semuanya sudah serba online dan praktis.

Berikut langkah mudah mengeceknya lewat layanan SLIK OJK (iDebku):

  1. Akses Website iDebku: Buka situs resmi idebku.ojk.go.id melalui browser di HP atau laptopmu.
  2. Registrasi Antrean: Klik menu "Pendaftaran" dan isi formulir data diri lengkap sesuai KTP untuk mendapatkan slot antrean layanan secara online.
  3. Upload Dokumen: Unggah foto KTP asli dan foto diri dengan memegang KTP sesuai instruksi agar verifikasi identitas berjalan lancar.
  4. Tunggu Email Konfirmasi: Setelah data terkirim, OJK akan memproses permohonanmu dan mengirimkan hasil SLIK berisi skor kredit melalui email dalam 1 hari kerja.

Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke Risk Management


Apa Saja Tips Meningkatkan Credit Score?

Kalau hasil pengecekan ternyata masih "merah" atau kurang memuaskan, jangan panik dulu karena ada strategi jitu buat memolesnya menjadi kinclong lagi. Berikut 5 tips ampuh yang bisa kamu terapkan mulai hari ini:


1. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Langkah paling dasar dan wajib adalah memastikan tidak ada satupun tagihan yang lewat dari tanggal jatuh tempo pembayaran setiap bulannya.

Kamu bisa mengaktifkan fitur autodebet di rekening bank biar nggak ada alasan lupa bayar karena kesibukan kerja yang padat. Konsistensi pembayaran ini akan perlahan menghapus jejak negatif di masa lalu dan menaikkan skor secara organik.


2. Jaga Rasio Utang Tetap Rendah

Usahakan total cicilanmu tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan agar kondisi finansialmu terlihat sehat dan stabil di mata analis bank.

Perlu diingat bahwa credit score adalah cerminan kemampuan bayar. Kalau rasio kecil, bank bakal lebih percaya buat kasih pinjaman. Lunasi dulu utang-utang kecil yang "menggantung" supaya beban limit kredit lebih lega dan aman.


3. Jangan Buru-buru Tutup Kartu Lama

Mempertahankan kartu kredit pertamamu yang sudah tua justru bagus buat memperpanjang umur riwayat kredit yang tercatat di sistem.

Semakin panjang track record positif yang kamu miliki, semakin valid bukti integritasmu dalam mengelola pinjaman jangka panjang. Simpan saja kartu tersebut dan pakai sesekali untuk transaksi kecil agar statusnya tetap aktif tanpa membebani keuangan.


4. Batasi Pengajuan Kredit Baru

Hindari mengajukan banyak aplikasi pinjaman atau kartu kredit (KTA/PayLater) secara bersamaan dalam kurun waktu yang singkat alias "maraton kredit".

Tindakan agresif ini akan memicu hard inquiry yang bisa menurunkan poin skor karena kamu dianggap sedang kesulitan uang tunai (desperate). Cukup ajukan satu per satu dengan jeda waktu minimal 6 bulan biar profilmu tetap terlihat elegan.


5. Cek Laporan Secara Berkala

Rajin-rajinlah memantau laporan SLIK setidaknya setahun sekali untuk memastikan tidak ada kesalahan data atau error sistem yang merugikanmu.

Terkadang ada kasus di mana utang yang sudah lunas masih tercatat aktif, sehingga kamu perlu segera lapor ke bank terkait untuk revisi. Deteksi dini kesalahan administrasi ini bisa menyelamatkan reputasimu sebelum mengajukan pinjaman besar seperti KPR.

Baca Juga: Rekomendasi Kursus Manajemen Risiko untuk Karier


Tertarik Mendalami Dunia Analisis Risiko Keuangan?

Memahami apa itu credit score sebenarnya baru langkah awal untuk menjadi seorang analis risiko yang andal di industri perbankan maupun fintech.

Kalau kamu penasaran gimana caranya bank memprediksi potensi gagal bayar nasabah dengan model yang lebih kompleks, yuk gabung di Bootcamp Risk Management Dibimbing.

Kamu bakal dapat fasilitas gratis mengulang kelas sepuasnya sampai paham, praktik nyata studi kasus industri untuk portofolio, hingga konsultasi 1-on-1 bareng mentor praktisi senior. Terbukti, 96% alumni sudah sukses berkarier berkat program penyaluran kerja eksklusif ke 840+ hiring partners ternama.

Punya pertanyaan kayak, "Apakah materi ini cocok buat career switcher?" atau "Gimana prospek gajinya?", langsung aja konsultasi gratis sekarang! Dibimbing pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan nama dari daftar hitam (blacklist) BI/OJK?

Status "Macet" akan hilang dari sistem SLIK 24 bulan (2 tahun) setelah kamu melunasi seluruh tunggakan utang beserta bunganya secara lunas.

2. Apakah penggunaan PayLater mempengaruhi credit score?

Ya, mayoritas layanan PayLater legal sudah terintegrasi dengan SLIK OJK, jadi telat bayar PayLater sekecil apapun pasti bikin skor turun.

3. Apakah mengecek skor kredit sendiri bisa menurunkan nilainya?

Tidak, pengecekan yang dilakukan sendiri (soft inquiry) untuk tujuan pemantauan pribadi tidak akan mempengaruhi atau menurunkan angka skor kredit sama sekali.


Referensi

  1. Credit Report vs Credit Score [Buka]

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!