Rizki Sukses Jadi Product Manager di Tech Company, Begini Ceritanya!
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
Dibuat pada 19 Jun 2026
Diubah pada 10 Jul 2026
68
Banyak orang mengira lulusan atau mahasiswa IT hanya punya satu jalur karier, yaitu menjadi programmer atau software engineer. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu.
Ada banyak role lain yang tetap dekat dengan dunia teknologi, tetapi juga membutuhkan kemampuan bisnis dan komunikasi yang kuat. Salah satunya adalah Product Manager.
Cerita inilah yang dialami oleh Kak Rizki Dwi Rahmawan, alumni Bootcamp Business Analytics & Product Strategy Online Dibimbing. Berbekal latar belakang IT, Rizki justru menemukan ketertarikannya pada dunia product management dan berhasil berkarier sebagai Junior Product Manager di sebuah tech company bahkan sebelum lulus bootcamp.
Kalau kamu sedang mencari gambaran nyata tentang peluang karier di bidang product dan business analysis, cerita Rizki ini bisa menjadi inspirasi menarik, Warga Bimbingan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik
Bagaimana Perjalanan Rizki Hingga Tertarik Menjadi Product Manager?
Perjalanan karier sering dimulai dari rasa penasaran terhadap peluang yang belum pernah dicoba sebelumnya. Begitu juga dengan Rizki, yuk simak!
1. Berawal dari Latar Belakang IT
Rizki memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi. Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasa ingin memahami aspek lain dalam pengembangan produk digital, bukan hanya sisi teknis semata.
Oleh karena itulah, ia mulai mencari bidang yang mampu menghubungkan kebutuhan bisnis dengan pengembangan teknologi secara langsung.
2. Menemukan Ketertarikan pada Product Management
Menurut Rizki, Product Manager adalah posisi yang menarik karena berada di tengah berbagai fungsi perusahaan. Di satu sisi harus memahami kebutuhan bisnis, sementara di sisi lain juga perlu berkomunikasi dengan tim teknis.
Posisi tersebut membuatnya bisa melihat sebuah produk dari berbagai sudut pandang sekaligus, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih strategis.
3. Ingin Memperluas Skill di Luar Coding
Meskipun sudah memiliki dasar teknis yang kuat, Rizki merasa masih perlu meningkatkan kemampuan analisis bisnis, product thinking, dan problem solving.
Oleh karena itu, ia mulai mencari program belajar yang dapat membantu membangun skill tersebut secara lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri.
Mengapa Rizki Memilih Bootcamp Business Analytics & Product Strategy Online Dibimbing?
Setelah menemukan bidang yang ingin ditekuni, tantangan berikutnya adalah memilih tempat belajar yang tepat. Nah, MinDi sudah tahu nih 3 alasan utama Rizki memilih Dibimbing!
1. Kurikulum yang Relevan dengan Dunia Kerja
Salah satu alasan utama Rizki memilih Dibimbing adalah kurikulumnya yang fokus pada kebutuhan industri. Materi yang dipelajari tidak hanya membahas teori, tetapi juga studi kasus yang sering ditemui oleh Product Manager maupun Business Analyst.
Oleh karena itu, proses belajar terasa lebih mudah dipahami sekaligus membantu peserta membayangkan bagaimana pekerjaan tersebut dijalankan di dunia nyata.
2. Bisa Belajar Sambil Menjalani Aktivitas Lain
Saat mengikuti bootcamp, Rizki juga sedang menjalani aktivitas lain sehingga membutuhkan jadwal belajar yang fleksibel.
Untungnya, kelas online weekend membuat proses belajar terasa lebih nyaman. Ia tetap bisa mengembangkan kemampuan tanpa harus mengorbankan tanggung jawab lain yang sedang dijalani.
3. Mendapatkan Insight dari Mentor Praktisi
Selain materi, Rizki juga merasakan manfaat dari sesi mentoring dan diskusi bersama mentor yang aktif bekerja di industri.
Melalui pengalaman tersebut, ia memperoleh banyak perspektif baru tentang product strategy, stakeholder management, hingga cara berpikir Product Manager saat menghadapi tantangan bisnis.
Baca Juga: 7 Tips Lolos Business Analyst Internship untuk Fresh Graduate
