Rizki Sukses Jadi Product Manager di Tech Company, Begini Ceritanya!
Farijihan Putri
•
19 Juni 2026
•
15
Banyak orang mengira lulusan atau mahasiswa IT hanya punya satu jalur karier, yaitu menjadi programmer atau software engineer. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu.
Ada banyak role lain yang tetap dekat dengan dunia teknologi, tetapi juga membutuhkan kemampuan bisnis dan komunikasi yang kuat. Salah satunya adalah Product Manager.
Cerita inilah yang dialami oleh Kak Rizki Dwi Rahmawan, alumni Bootcamp Business Analytics & Product Strategy Online Dibimbing. Berbekal latar belakang IT, Rizki justru menemukan ketertarikannya pada dunia product management dan berhasil berkarier sebagai Junior Product Manager di sebuah tech company bahkan sebelum lulus bootcamp.
Kalau kamu sedang mencari gambaran nyata tentang peluang karier di bidang product dan business analysis, cerita Rizki ini bisa menjadi inspirasi menarik, Warga Bimbingan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik
Bagaimana Perjalanan Rizki Hingga Tertarik Menjadi Product Manager?
Perjalanan karier sering dimulai dari rasa penasaran terhadap peluang yang belum pernah dicoba sebelumnya. Begitu juga dengan Rizki, yuk simak!
1. Berawal dari Latar Belakang IT
Rizki memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi. Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasa ingin memahami aspek lain dalam pengembangan produk digital, bukan hanya sisi teknis semata.
Oleh karena itulah, ia mulai mencari bidang yang mampu menghubungkan kebutuhan bisnis dengan pengembangan teknologi secara langsung.
2. Menemukan Ketertarikan pada Product Management
Menurut Rizki, Product Manager adalah posisi yang menarik karena berada di tengah berbagai fungsi perusahaan. Di satu sisi harus memahami kebutuhan bisnis, sementara di sisi lain juga perlu berkomunikasi dengan tim teknis.
Posisi tersebut membuatnya bisa melihat sebuah produk dari berbagai sudut pandang sekaligus, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih strategis.
3. Ingin Memperluas Skill di Luar Coding
Meskipun sudah memiliki dasar teknis yang kuat, Rizki merasa masih perlu meningkatkan kemampuan analisis bisnis, product thinking, dan problem solving.
Oleh karena itu, ia mulai mencari program belajar yang dapat membantu membangun skill tersebut secara lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri.
Mengapa Rizki Memilih Bootcamp Business Analytics & Product Strategy Online Dibimbing?
Setelah menemukan bidang yang ingin ditekuni, tantangan berikutnya adalah memilih tempat belajar yang tepat. Nah, MinDi sudah tahu nih 3 alasan utama Rizki memilih Dibimbing!
1. Kurikulum yang Relevan dengan Dunia Kerja
Salah satu alasan utama Rizki memilih Dibimbing adalah kurikulumnya yang fokus pada kebutuhan industri. Materi yang dipelajari tidak hanya membahas teori, tetapi juga studi kasus yang sering ditemui oleh Product Manager maupun Business Analyst.
Oleh karena itu, proses belajar terasa lebih mudah dipahami sekaligus membantu peserta membayangkan bagaimana pekerjaan tersebut dijalankan di dunia nyata.
2. Bisa Belajar Sambil Menjalani Aktivitas Lain
Saat mengikuti bootcamp, Rizki juga sedang menjalani aktivitas lain sehingga membutuhkan jadwal belajar yang fleksibel.
Untungnya, kelas online weekend membuat proses belajar terasa lebih nyaman. Ia tetap bisa mengembangkan kemampuan tanpa harus mengorbankan tanggung jawab lain yang sedang dijalani.
3. Mendapatkan Insight dari Mentor Praktisi
Selain materi, Rizki juga merasakan manfaat dari sesi mentoring dan diskusi bersama mentor yang aktif bekerja di industri.
Melalui pengalaman tersebut, ia memperoleh banyak perspektif baru tentang product strategy, stakeholder management, hingga cara berpikir Product Manager saat menghadapi tantangan bisnis.
Baca Juga: 7 Tips Lolos Business Analyst Internship untuk Fresh Graduate
Skill Apa Saja yang Dipelajari dan Membantu Karier Rizki?
Ada beberapa kemampuan penting yang menjadi bekal Rizki selama proses transisi menuju dunia product. Inilah empat skill utama product manager.
1. Business Analysis dan Problem Solving
Sebagai Product Manager, kemampuan memahami masalah bisnis menjadi hal yang sangat penting. Oleh sebab itu, Rizki mempelajari bagaimana cara mengidentifikasi kebutuhan pengguna, menganalisis masalah, dan menentukan prioritas solusi.
Jika kamu ingin memahami dasar-dasar bidang ini lebih jauh, kamu juga bisa mempelajari berbagai peluang karier melalui artikel tentang Business Analyst di Dibimbing.
2. Product Thinking dan Pengambilan Keputusan
Selain analisis, Rizki juga belajar bagaimana melihat sebuah produk dari perspektif pengguna dan bisnis secara bersamaan.
Kemampuan ini membantunya memahami alasan di balik setiap fitur yang dikembangkan, sekaligus memastikan produk mampu memberikan nilai bagi pengguna maupun perusahaan.
3. Membangun Portfolio Melalui Project Nyata
Tidak cukup hanya memahami teori, peserta juga perlu menunjukkan kemampuan melalui portfolio.
Karena itulah, project dan studi kasus yang dikerjakan selama bootcamp menjadi bekal penting saat menghadapi proses rekrutmen. Pendekatan ini juga sejalan dengan berbagai contoh praktik yang biasa dilakukan dalam proyek Business Analytics dan Product Strategy.
4. Belajar Berkomunikasi dengan Berbagai Stakeholder
Product Manager tidak bekerja sendirian. Mereka harus berkolaborasi dengan developer, designer, tim marketing, hingga pihak manajemen.
Melalui berbagai latihan dan project selama bootcamp, Rizki belajar bagaimana menyampaikan ide, mengelola ekspektasi stakeholder, dan membangun komunikasi yang efektif.
Bagaimana Bootcamp Membantu Rizki Mendapatkan Pekerjaan?
Perjalanan belajar yang konsisten akhirnya membuka peluang karier yang sebelumnya hanya menjadi target.
1. Memiliki Portfolio yang Lebih Kuat
Portfolio menjadi salah satu aspek penting ketika melamar pekerjaan di bidang product. Karena sudah memiliki pengalaman mengerjakan berbagai project selama bootcamp, Rizki memiliki bukti kemampuan yang dapat ditunjukkan kepada recruiter saat proses seleksi berlangsung.
2. Mendapatkan Dukungan Komunitas dan Networking
Selain belajar, Rizki juga memperoleh manfaat dari lingkungan belajar yang suportif. Interaksi dengan mentor, fasilitator, dan sesama peserta membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun jaringan profesional yang bermanfaat dalam jangka panjang.
3. Berhasil Menjadi Junior Product Manager
Usaha yang dilakukan selama proses belajar akhirnya membuahkan hasil. Rizki berhasil mendapatkan posisi sebagai Junior Product Manager di sebuah perusahaan teknologi.
Pencapaian tersebut membuktikan bahwa seseorang tidak harus terjebak pada satu jalur karier sesuai latar belakang pendidikannya. Dengan skill yang tepat dan kemauan untuk terus belajar, peluang baru selalu terbuka.
Baca Juga: Berapa Harga Bootcamp Business Analyst Dibimbing? Update Terbaru
Ingin Berkarier di Bidang Business Analytics dan Product Strategy Seperti Rizki?
Cerita Rizki menunjukkan karier di dunia teknologi tidak selalu harus berfokus pada coding. Dengan memahami bisnis, data, pengguna, dan strategi produk, kamu juga bisa membangun karier yang menjanjikan sebagai Business Analyst maupun Product Manager.
Melalui Bootcamp Business Analytics & Product Strategy Online Dibimbing, kamu akan belajar langsung dari mentor praktisi industri dengan kurikulum yang relevan dan berbasis kebutuhan perusahaan saat ini.
Benefit yang bisa kamu dapatkan antara lain:
- 60+ Live Class dan 7+ Extra Live Session Bersama Mentor Ahli
- Structured Weekly Assignment untuk Portfolio Building
- Technical Problem Class untuk Membangun Kemampuan Problem Solving Teknis bagi BA & PM
- 1-on-1 Unlimited Personalized Session Bersama Instruktur Expert
- Dampingan Fasilitator & Mentor Berdedikasi yang Tersedia 24/7
- 12 Minggu Pengalaman Magang di Hiring Company Dibimbing
- Bergabung di Komunitas Expertise Business Analyst & Product Strategy
Menariknya lagi, Dibimbing telah membantu banyak peserta mengembangkan karier dengan 96% alumni berhasil mendapatkan pekerjaan serta dukungan jaringan 1.100+ hiring partner untuk penyaluran kerja.
Kalau kamu masih punya pertanyaan seperti:
- "Apakah saya bisa mengikuti bootcamp meskipun belum pernah menjadi Business Analyst atau Product Manager?"
- "Apakah lulusan non-bisnis dan non-manajemen tetap memiliki peluang berkarier di bidang product?"
Konsultasi gratis saja di sini! Dibimbing siap #BimbingSampeJadi product manager dan business analyst andal!
FAQ
1. Apakah Business Analyst dan Product Manager harus bisa coding?
Tidak harus. Memahami dasar teknologi memang membantu, tetapi fokus utama kedua role ini adalah analisis bisnis, problem solving, komunikasi, dan pengambilan keputusan.
2. Apakah Business Analytics cocok untuk fresh graduate?
Tentu. Banyak fresh graduate memulai karier sebagai Business Analyst, Product Analyst, atau Associate Product Manager setelah membangun skill dan portofolio yang relevan.
3. Apa perbedaan Business Analyst dan Product Manager?
Business Analyst lebih fokus pada analisis kebutuhan bisnis dan perbaikan proses, sedangkan Product Manager bertanggung jawab menentukan arah, strategi, dan pengembangan produk secara keseluruhan.
Tags
