dibimbing.id - Wawancara Tidak Terstruktur: Definisi, Contoh dan Panduan

Corporate Training

Wawancara Tidak Terstruktur: Definisi, Contoh dan Panduan

Image Author

Salsabila Annisa

11/02/2026

179 Views

Image Thumbnail

Dalam dunia rekrutmen, pendekatan terhadap kandidat sangat menentukan kualitas informasi yang didapatkan. Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah metode non-formal. 

Memahami bahwa wawancara tidak terstruktur adalah seni menggali informasi secara mendalam akan membantu rekruter menemukan sisi manusiawi dan karakter asli dari seorang pelamar.

Dalam artikel ini, MinDi akan membahas tentang wawancara tidak terstruktur lengkap dengan contoh dan panduannya. Yuk, simak sampai habis.


Apa itu Wawancara Tidak Terstruktur?

Wawancara tidak terstruktur adalah metode interview di mana rekruter tidak menggunakan daftar pertanyaan yang kaku atau urutan yang sistematis. 

Proses ini lebih menyerupai percakapan santai yang mengalir secara alami. Rekruter mungkin memiliki poin-poin utama yang ingin dibahas, namun pertanyaan lanjutan biasanya muncul berdasarkan jawaban yang diberikan oleh kandidat.

Rekruter diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi pengalaman, kepribadian, dan pola pikir kandidat. Hal ini memungkinkan terjalinnya hubungan yang lebih kuat antara perusahaan dan kandidat sejak pertemuan pertama.


Kapan Harus Melakukan Wawancara Tidak Terstruktur? 

Metode ini tidak selalu cocok untuk semua situasi. Namun, Anda bisa menggunakannya pada kondisi berikut:


1. Mencari Kandidat untuk Posisi Kreatif 

Untuk peran seperti desainer, penulis, atau pengembang strategi, cara berpikir out of the box lebih mudah terlihat melalui diskusi terbuka. Diskusi terbuka ini tercipta melalui wawancara tidak terstruktur.


2. Tahap Final Interview dengan Management 

Ketika kemampuan teknis sudah teruji, sesi terakhir dapat Anda gunakan untuk melihat kecocokan visi. Di sinilah wawancara tidak terstruktur adalah pilihan terbaik untuk melihat chemistry antara perusahaan dan kandidat.


3. Rekrutmen untuk Lingkungan yang Dinamis

Mengukur kemampuan adaptasi melalui percakapan santai tentang tantangan hidup lebih akurat daripada tes formal. Oleh karena itu, metode ini cocok untuk rekrutmen perusahaan rintisan yang kerap berubah-ubah.

Baca Juga: 12 Platform Rekrutmen Terbaik untuk HRD, Sudah Coba?


Perbedaan Wawancara Terstruktur dan Wawancara Tidak Terstruktur

Sumber: Freepik

Mengetahui perbedaan keduanya sangat penting agar rekruter tidak salah langkah:


1. Standarisasi Pertanyaan

Wawancara terstruktur menggunakan pertanyaan yang sama untuk semua kandidat. Sementara dalam wawancara tidak terstruktur, setiap kandidat bisa mendapatkan pertanyaan yang berbeda tergantung alur pembicaraan.


2. Objektivitas vs. Kedalaman Informasi

Metode terstruktur menang dalam hal objektivitas data, namun metode tidak terstruktur unggul dalam menggali informasi kualitatif yang detail dan tersembunyi.


3. Skala Penilaian

Wawancara terstruktur biasanya memiliki skor angka (1-5), sedangkan metode tidak terstruktur mengandalkan narasi atau kesan umum rekruter terhadap potensi kandidat.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Proses Onboarding Karyawan & 8 Tahapannya


Kelebihan dan Kekurangan Wawancara Tidak Terstruktur

Penerapan metode ini bagaikan pisau bermata dua. Berikut adalah rinciannya:


1. Kelebihan Wawancara Tidak Terstruktur 

  1. Suasana Lebih Nyaman: Kandidat cenderung tidak tegang, sehingga mereka lebih jujur dalam memberikan jawaban.
  2. Fleksibilitas Tinggi: Rekruter bisa langsung menggali area yang dianggap menarik atau mencurigakan dari resume kandidat.
  3. Membangun Hubungan: Memberikan pengalaman kandidat yang lebih personal dan manusiawi.


2. Kekurangan Wawancara Tidak Terstruktur

  1. Rawan Bias Subjektif: Sangat besar kemungkinan pewawancara memilih kandidat hanya karena kemiripan hobi atau kepribadian (efek halo).
  2. Sulit Dibandingkan: Karena pertanyaan berbeda, HR akan kesulitan membandingkan dua kandidat secara adil di atas kertas.
  3. Memakan Waktu: Percakapan sering kali meluas ke hal-hal yang tidak relevan dengan pekerjaan, sehingga durasi interview menjadi tidak terukur.


Contoh Wawancara Tidak Terstruktur 

Untuk memberi gambaran, berikut adalah beberapa bentuk interaksi dalam metode ini:


1. Pertanyaan Terbuka yang Mengalir

Rekruter memulai dengan: "Saya lihat Anda pernah bekerja di industri perhotelan, bagaimana pengalaman itu mengubah cara Anda memandang pelayanan pelanggan?" 

Dari sini, jawaban kandidat akan menentukan pertanyaan selanjutnya.


2. Diskusi Berbasis Kasus Spontan 

"Tadi Anda menyebutkan suka bekerja dalam tim. Menurut Anda, apa yang paling menyebalkan dari kerja kelompok dan bagaimana Anda menghadapinya?" 

Ini adalah contoh penggalian karakter tanpa skrip.


3. Eksplorasi Portofolio Secara Dinamis

Alih-alih menanyakan pertanyaan standar tentang kelebihan dan kekurangan, rekruter meminta kandidat menunjukkan salah satu karya terbaik di portofolionya. 

Percakapan kemudian mengalir secara spontan mengikuti detail yang dijelaskan kandidat, "Menarik sekali, bagian ini terlihat sulit dikerjakan, kendala apa yang paling menguras waktu Anda saat itu?" 

Teknik ini memungkinkan rekruter menilai kedalaman penguasaan teknis melalui diskusi yang tidak terpola.

Baca Juga: Jenis Seleksi Karyawan: Tahapan dan Cara Memilih yang Tepat


Cara Melakukan Wawancara Tidak Terstruktur

Sumber: Freepik

Agar tidak sekadar menjadi obrolan tanpa arah, ikuti langkah-langkah berikut:


1. Tentukan Tujuan Utama

Meskipun tidak ada daftar pertanyaan, Anda harus tahu informasi apa yang wajib didapatkan di akhir sesi, misalnya tentang motivasi atau kejujuran.


2. Menjadi Pendengar Aktif

Kunci sukses metode wawancara tidak terstruktur adalah kemampuan mendengar. Gunakan teknik mirroring atau ajukan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" untuk memperdalam topik.


3. Tetap Catat Poin-Poin Penting

Jangan mengandalkan ingatan. Tetap catat reaksi kandidat, nada bicara, dan poin kunci jawaban mereka agar Anda tetap memiliki dasar saat pengambilan keputusan.


Siap Jaring Talenta Terbaik?

Menggunakan metode wawancara tidak terstruktur adalah langkah cerdas untuk melihat melampaui kertas resume. Dengan pendekatan yang lebih personal, Anda bisa memastikan bahwa talenta yang Anda pilih hebat secara skill dan karakter. 

Memilih kandidat yang sudah terlatih dan memiliki standar kompetensi tinggi akan memudahkan tugas Anda sebagai rekruter.

Hire & Train Program dibimbing.id siap membantu Anda mendapatkan talenta berbakat dalam sekejap! Kami menangani seluruh proses rekrutmen, termasuk posting lowongan, psikotes, technical test, interview, hingga training dan onboarding

Tim kami juga berpengalaman dalam menyeleksi kandidat untuk berbagai posisi, seperti digital marketing, data science, UI/UX design, hingga web developer

Kalau Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, langsung konsultasi gratis aja di sini! dibimbing.id pasti #BimbingSampeJadi!

Penulis Artikel

Salsabila Annisa

Salsabila Annisa is an accomplished SEO Content Writer and Copywriter who believes the best content is a perfect blend of search engine logic and human empathy. With experience crafting words that are both informative and rank-worthy, she/he is dedicated to transforming complex topics into flowing, crisp, and highly readable articles.

Share

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!
dibimbing

PT. Dibimbing Digital Indonesia

Plaza CityView
Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Subscribe Email

Get the best new products in your inbox, every day. Get the latest content first.

Copyright © 2025. PT Dibimbing Digital Indonesia. All Rights Reserved

Hi!👋
Jika Anda membutuhkan bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!