Corporate Training
Rehiring: Definisi, Pro Kontra, dan Prosedurnya
Salsabila Annisa
11/02/2026
108 Views
Ada kalanya seorang mantan karyawan yang kompeten memutuskan untuk kembali, atau perusahaan yang justru memanggil mereka kembali untuk mengisi posisi strategis.
Fenomena rehiring adalah strategi rekrutmen yang kian populer, peningkatannya sebesar 28% tiap tahun. Sebab strategi ini menawarkan efisiensi yang sulit didapatkan dari metode rekrutmen umum.
Dalam artikel ini, MinDi akan membahas apa itu rehiring karyawan, pro dan kontra serta prosedurnya. Yuk, simak sampai selesai.
Apa itu Rehiring Karyawan?
Rehiring adalah proses mempekerjakan kembali mantan karyawan yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan yang sama.
Rehiring biasanya dilakukan karena perusahaan menilai kandidat memiliki kualifikasi yang sudah teruji dan tidak lagi memerlukan pelatihan dasar intensif.
Bagi karyawan, kembali ke perusahaan lama sering kali didasari oleh adanya peluang karier baru, perubahan manajemen yang lebih baik, atau sekadar kerinduan terhadap budaya kerja lama.
Cara Kerja Rehiring Karyawan
Praktik mempekerjakan kembali mantan staf tidak terjadi secara instan. Berikut adalah cara kerja atau alur umum dalam proses ini:
1. Pemeliharaan Hubungan Alumni
Perusahaan biasanya menjaga hubungan baik dengan mantan karyawan melalui jaringan alumni atau kontak personal. Hubungan yang positif memudahkan transisi jika di kemudian hari perusahaan membutuhkan keahlian mereka kembali.
2. Identifikasi Kebutuhan dan Kecocokan
Tim HR akan meninjau kembali basis data mantan karyawan. Mereka mengevaluasi kemungkinan rehiring berdasar alasan pengunduran diri dan relevansi kemampuan kandidat dengan kebutuhan saat ini.
3. Penawaran dan Negosiasi Ulang
Jika kandidat dinilai masih kompeten, perusahaan akan memberikan penawaran. Namun, penting untuk diingat bahwa proses ini tetap melibatkan negosiasi gaji dan tunjangan yang disesuaikan dengan standar pasar terbaru.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Proses Onboarding Karyawan & 8 Tahapannya
Kelebihan dan Kekurangan Rehiring
Sumber: Freepik
Sebelum memutuskan untuk membuka pintu bagi mantan staf, perusahaan perlu menimbang sisi positif dan negatifnya:
1. Kelebihan Rehiring
- Waktu Onboarding Lebih Singkat: Kandidat sudah mengenal sistem, alat kerja, dan budaya perusahaan, sehingga mereka bisa langsung produktif.
- Risiko Ketidakcocokan Budaya Lebih Rendah: Anda sudah tahu etos kerja dan interaksi mereka berinteraksi dengan tim, sehingga risiko ketidakcocokan budaya sangat minim.
- Efisiensi Biaya Rekrutmen: Perusahaan dapat menghemat biaya iklan lowongan kerja dan biaya pelatihan teknis dasar.
- Membawa Perspektif Baru: Selama bekerja di tempat lain, karyawan tersebut mungkin telah mempelajari keterampilan baru yang dapat diterapkan untuk kemajuan perusahaan Anda.
2. Kekurangan Rehiring
- Masalah Lama yang Belum Selesai: Jika alasan mereka keluar sebelumnya terkait dengan konflik personal, ada risiko konflik tersebut muncul kembali.
- Harapan yang Tidak Realistis: Karyawan mungkin berekspektasi bahwa semuanya masih sama seperti saat mereka pergi, padahal perusahaan mungkin sudah mengalami perubahan.
- Potensi Kecemburuan Sosial: Karyawan lama yang tidak pernah keluar mungkin merasa dilangkahi jika mantan karyawan tersebut kembali dengan posisi atau gaji yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Jenis Seleksi Karyawan: Tahapan dan Cara Memilih yang Tepat
Prosedur Rehiring Karyawan
Meskipun sudah saling mengenal, proses rehiring adalah proses yang formal dan mengikuti standar operasional perusahaan:
1. Tinjauan Catatan Exit Interview
HR wajib memeriksa catatan saat karyawan tersebut keluar. Pastikan mereka pergi dengan catatan bersih dan bukan karena pelanggaran disiplin atau performa buruk.
2. Proses Wawancara Formal
Sangat disarankan untuk tetap melakukan sesi interview. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang mereka pelajari selama masa "absen" dan memastikan visi mereka masih selaras dengan perusahaan.
3. Pembaruan Kontrak Kerja
Jangan menggunakan kontrak lama. Proses rehiring adalah momen untuk membuat kesepakatan baru yang mencakup masa kerja, jabatan, dan hak-hak terbaru sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Baca Juga: 12 Platform Rekrutmen Terbaik untuk HRD, Sudah Coba?
Tips Rehiring Karyawan
Agar proses pembiakan kembali talenta ini berjalan sukses, perhatikan tips berikut:
1. Pastikan Alasan Keluar Sebelumnya Sudah Tuntas
Jika mereka keluar karena masalah gaji atau kurangnya jenjang karier, pastikan posisi baru yang ditawarkan sudah memberikan solusi atas masalah tersebut. Tujuannya agar mereka tidak resign untuk kedua kalinya.
2. Berlakukan Masa Orientasi Singkat
Meskipun mereka orang lama, tetap berikan orientasi mengenai perubahan kebijakan, struktur organisasi baru, atau teknologi terbaru yang diadopsi perusahaan selama mereka pergi.
3. Komunikasi Transparan dengan Tim
Berikan penjelasan kepada tim yang sudah ada tentang alasan perusahaan melakukan rehiring karyawan tersebut. Hal ini penting untuk menjaga moral dan keharmonisan di dalam departemen.
Siap Menyambut Talenta Terbaik?
Pada akhirnya, strategi rehiring adalah bukti bahwa perusahaan Anda memiliki lingkungan kerja yang cukup baik sehingga mantan karyawan ingin kembali.
Namun, keseimbangan antara membawa kembali talenta lama dan merekrut ide-ide segar dari luar tetap harus dijaga demi inovasi yang berkelanjutan.
Hire & Train Program dibimbing.id siap membantu Anda mendapatkan talenta berbakat dalam sekejap! Kami menangani seluruh proses rekrutmen, termasuk posting lowongan, psikotes, technical test, interview, hingga training dan onboarding.
Tim kami juga berpengalaman dalam menyeleksi kandidat untuk berbagai posisi, seperti digital marketing, data science, UI/UX design, hingga web developer.
Kalau Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, langsung konsultasi gratis aja di sini! dibimbing.id pasti #BimbingSampeJadi!
Referensi
- Rehiring Former Employees: What You Need To Know [Buka]
Salsabila Annisa is an accomplished SEO Content Writer and Copywriter who believes the best content is a perfect blend of search engine logic and human empathy. With experience crafting words that are both informative and rank-worthy, she/he is dedicated to transforming complex topics into flowing, crisp, and highly readable articles.
Tags
