Corporate Training
Mengenal Pentingnya Learning Agility di Dunia Kerja
Salsabila Annisa
3/03/2026
25 Views
Di tengah perubahan teknologi yang sangat masif, beberapa SDM perusahaan masih gagap beradaptasi dengan sistem baru. Akibatnya, perusahaan tertinggal jauh oleh kompetitor yang lebih fleksibel dalam beradaptasi dengan sistem maupun teknologi baru.
Learning agility adalah solusi untuk tetap relevan di tengah era disrupsi tersebut. Dengan learning agility, Anda bisa menyaring talenta yang mampu belajar dengan cepat dalam kondisi penuh tekanan.
Simak selengkapnya tentang learning agility di dalam artikel ini.
Apa itu Learning Agility?
Learning agility adalah kemampuan karyawan untuk belajar dari pengalaman lalu menerapkannya dalam kondisi atau tantangan yang baru di lapangan.
Kemampuan learning agility diukur dari seberapa cepat mereka bisa membuang cara lama dan mengadopsi cara baru saat situasi berubah.
Karyawan yang memiliki learning agility mampu menyerap materi pelajaran dari setiap kegagalan maupun keberhasilan secara objektif. Mereka akan melihat situasi asing karena perubahan sebagai peluang untuk memperluas kapasitas profesionalitas mereka.
Manfaat Learning Agility
Manfaat dari learning agility adalah sebagai berikut:
1. Mempercepat Adaptasi Terhadap Teknologi Baru
Karyawan yang punya learning agility akan cepat menguasai sistem atau teknologi baru yang diadopsi perusahaan. Jadi, perusahaan bisa menjaga produktivitas operasional tetap stabil meskipun terjadi transformasi digital besar-besaran.
2. Mencetak Calon Pemimpin yang Tangguh
Learning agility membuat karyawan siap ditempatkan pada posisi dengan tekanan dan tantangan tinggi. Sebab mereka memiliki mentalitas problem solving yang sangat dibutuhkan untuk membawa perusahaan melewati masa transisi akibat perubahan.
3. Meningkatkan Efisiensi Biaya Pelatihan
Karyawan yang punya learning agility cenderung lebih mandiri dalam mencari referensi dan memahami modul pengembangan diri tanpa harus didampingi. Hasilnya, perusahaan dapat menghemat anggaran pelatihan.
Baca Juga: 5 Manfaat E-Learning untuk Training Karyawan
Komponen Learning Agility
Sumber: Freepik
Learning agility memiliki komponen yang perlu dimaksimalkan. Komponen learning agility adalah sebagai berikut:
1. Mental Agility
Mental agility adalah kemampuan dalam membedah masalah kompleks secara kritis dan menemukan sudut pandang unik yang tidak terpikirkan sebelumnya. Karyawan yang memiliki mental agility biasanya memiliki skill decision making dan problem solving yang baik.
2. People Agility
People agility adalah kemampuan dalam berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai karakter orang yang berbeda secara harmonis. Mereka memiliki empati yang tinggi dan mampu mengelola konflik di dalam tim agar tetap menjadi diskusi yang produktif.
3. Change Agility
Change agility adalah kemampuan untuk terus mencoba dan tidak merasa nyaman dengan zona nyaman. Karyawan dengan change ability akan menjadi penggerak inovasi di perusahaan karena mereka selalu mencari cara yang lebih efisien untuk menyelesaikan sebuah tugas.
4. Result Agility
Result agility adalah kemampuan seseorang untuk memberikan hasil maksimal meskipun berada dalam situasi yang sama sekali baru dan minim instruksi. Mereka sangat fokus pada tujuan akhir dan mampu memprioritaskan tindakan yang paling berdampak bagi keberhasilan proyek.
Baca Juga: Microlearning: Definisi, Ciri, Manfaat, dan Penerapannya
Ciri-Ciri Karyawan dengan Learning Agility
Setelah memahami definisi dan komponen learning agility, saatnya Anda melakukan scanning karyawan yang mungkin memiliki learning agility. Tujuannya untuk melakukan pengembangan skill lebih lanjut.
Ciri-ciri karyawan yang memiliki learning agility adalah sebagai berikut:
1. Memiliki Keterbukaan Terhadap Umpan Balik
Mereka tidak akan merasa tersinggung saat mendapatkan kritik, meraka justru aktif bertanya untuk memahami letak kekurangan mereka. Mereka melihat setiap masukan sebagai data berharga yang dapat membantu mereka menjadi lebih ahli di masa yang akan datang.
2. Berani Mengambil Risiko yang Terukur
Alih-alih takut berbuat salah, mereka lebih memilih untuk mencoba metode baru yang berpotensi memberikan hasil lebih efektif. Mereka juga melakukan perhitungan yang matang sehingga kegagalan yang mungkin terjadi tetap bisa dikendalikan.
3. Sering Melakukan Refleksi Diri secara Rutin
Ciri utama lainnya adalah kebiasaan meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah mereka lakukan dan apa yang bisa diperbaiki di kemudian hari. Mereka sangat sadar akan proses belajar mereka sendiri sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya dalam pekerjaan.
Baca Juga: 8 Tips dan Trik Cara Memilih LMS Terbaik untuk Pembelajaran
Siap Kembangkan SDM dengan Learning Agility?
Learning agility adalah kemampuan yang harus dimiliki karyawan Anda supaya perusahaan tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang masif. Oleh karena itu, Anda perlu membekali karyawan Anda dengan pelatihan berkelanjutan.
Apakah Anda ingin mentransformasi karyawan Anda menjadi talenta yang punya learning agility? Percayakan program pelatihan dan pengembangan karyawan Anda kepada Corporate Training Dibimbing!
Program kami didukung oleh 338+ Mentor Profesional & Berkualitas yang siap bantu tim Anda berkembang lewat Soft Skill Training, Digital Skill Training, hingga Customizable Training sesuai kebutuhan perusahaan. Semua mulai dari 7 juta saja!
Kalau Anda masih punya pertanyaan lebih jauh seputar training perusahaan Anda, yuk langsung konsultasi gratis sekarang! dibimbing.id pasti #BimbingSampeJadi!
Salsabila Annisa is an accomplished SEO Content Writer and Copywriter who believes the best content is a perfect blend of search engine logic and human empathy. With experience crafting words that are both informative and rank-worthy, she/he is dedicated to transforming complex topics into flowing, crisp, and highly readable articles.
Tags
