Corporate Training
Corporate Citizenship: Tahapan, Contoh dan Perbedaannya dengan CSR
Salsabila Annisa
26/02/2026
25 Views
Pernahkah Anda bertanya mengapa merek-merek global seperti Starbucks tetap tangguh menghadapi berbagai sentimen publik selama puluhan tahun? Hanya menjaga kualitas produk saja tentu tidak cukup.
Corporate citizenship adalah kunci agar perusahaan dipandang sebagai warga negara yang baik bagi komunitas global. Hasilnya, citra perusahaan akan tetap kuat meskipun dihantam sentimen publik atau krisis ekonomi.
Dalam artikel ini, MinDi akan membedah soal definisi corporate citizenship, tahapan, contoh serta perbedaannya dengan CSR. Yuk, simak artikel ini.
Apa Itu Corporate Citizenship?
Corporate Citizenship adalah cara sebuah perusahaan memandang perusahaan sebagai bagian dari masyarakat, sama seperti Anda sebagai warga biasa. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk taat aturan, menjaga lingkungan, dan membantu lingkungan sekitar.
Perusahaan tidak lagi hanya fokus memikirkan cara mendapatkan keuntungan. Mereka juga mulai memikirkan bagaimana cara agar keberadaan kantor atau pabrik mereka benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Jadi, mereka melakukan bisnis dengan cara yang benar, misalnya:
- Memberikan gaji yang adil kepada karyawan.
- Tidak merusak alam saat memproduksi barang.
- Jujur dalam membayar pajak kepada negara.
- Ikut membantu menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekitar mereka.
Intinya, perusahaan ingin dianggap sebagai "anggota masyarakat yang baik" yang kehadirannya disukai dan didukung oleh orang banyak karena perilaku mereka yang bertanggung jawab.
Manfaat Corporate Citizenship
Manfaat dari corporate citizenship adalah sebagai berikut:
- Reputasi yang Kuat: Membangun citra positif yang kuat sehingga merek Anda menjadi pilihan utama konsumen.
- Loyalitas Karyawan yang Tinggi: Meningkatkan semangat kerja dan rasa bangga karyawan karena bekerja di perusahaan yang bermakna.
- Akses Modal yang Lebih Mudah: Menarik minat investor yang kini sangat memprioritaskan kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
- Stabilitas Operasional: Meminimalisir risiko konflik dengan masyarakat lokal melalui hubungan timbal balik yang harmonis.
Baca Juga: 5 Contoh Program CSR untuk Masyarakat
5 Tahapan Corporate Citizenship
Sumber: Freepik
Untuk mendapatkan perspektif corporate citizenship, perusahaan biasanya melalui 5 tahapan. Tahapan corporate citizenship adalah sebagai berikut:
1. Elementary Stage
Perusahaan melakukan aktivitas sosial hanya untuk mematuhi peraturan pemerintah atau otoritas setempat. Jadi, aktivitas sosial biasanya dilaksanakan dalam jangka waktu pendek.
Secara operasional perusahaan, aktivitas sosial biasanya masih dipandang sebagai biaya tambahan. Perusahaan tidak merencanakan sejak awal periode untuk alokasi biaya aktivitas sosial.
- Contoh: Perusahaan membayar pajak tepat waktu dan mengikuti aturan upah minimum hanya agar tidak terkena sanksi hukum dari pemerintah.
2. Engaged Stage
Nah, dalam tahap engaged, perusahaan mulai sadar bahwa opini publik penting untuk keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan jadi mencoba terlihat lebih aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di luar kewajiban hukum.
Ada satu tanda yang pasti ada jika perusahaan sudah sampai tahap engaged. Perusahaan mulai berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, meskipun kebijakan sosial belum sepenuhnya terintegrasi dalam strategi-strategi bisnis mereka.
- Contoh: Perusahaan mulai memberikan donasi rutin ke panti asuhan sekitar atau menjadi sponsor dalam acara peringatan hari besar di lingkungan kantor.
3. Innovative Stage
Innovative stage terjadi jika perusahaan mulai berinovasi terkait program sosial yang mereka jalankan. Tujuannya agar memberi dampak yang lebih signifikan pada masyarakat dan lingkungan.
Pada tahap innovative, pimpinan perusahaan mulai mengajak seluruh divisi kerja sosial. Jadi, bukan cuma tim sosial saja.
- Contoh: Perusahaan mulai membuat laporan keberlanjutan tahunan lintas divisi dan meluncurkan program daur ulang kemasan produk yang melibatkan partisipasi aktif konsumen.
4. Integrated Stage
Di tahap integrated, urusan sosial sudah masuk ke dalam rencana jangka panjang. Jadi, sebelum top management memutuskan sesuatu terkait program sosial, mereka wajib mengecek beberapa hal.
Contohnya dengan mengajukan pertanyaan kunci” 'Apakah keputusan ini akan merusak lingkungan atau merugikan masyarakat?' Jika iya, mereka akan mencari cara lain agar bisnis tetap jalan tanpa merugikan siapa pun.
- Contoh: Perusahaan menetapkan target pengurangan emisi karbon sebesar 50% dalam lima tahun ke depan sebagai salah satu indikator kinerja utama perusahaan.
5. Transforming Stage
Pada tahap transforming, perusahaan menjadi pelopor perubahan sosial. Bahkan perusahaan bisa menciptakan pasar baru yang punya nilai-nilai kemanusiaan kuat.
Dalam tahap ini, perusahaan menciptakan standar baru yang menginspirasi industri lain untuk melakukan hal yang sama bagi kebaikan dunia.
- Contoh: Perusahaan teknologi yang seluruh operasionalnya menggunakan energi bersih dan secara aktif mengadvokasi kebijakan perlindungan iklim di tingkat internasional.
Baca Juga: 10 Cara Membuat CSR Perusahaan Menjadi Aset
Perbedaan Corporate Citizenship dengan CSR
Sumber: Freepik
Meskipun sama-sama berfokus pada pelaksanaan program sosial, jangan salah, corporate citizenship adalah hal yang berbeda dengan CSR. Agar tidak salah kaprah, MinDi paparkan perbedaannya di bawah ini:
1. Cakupan
CSR memiliki cakupan dalam program spesifik yang tujuannya untuk membantu perusahaan menunaikan kewajibannya pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
Corporate citizenship adalah identitas perusahaan yang mencakup cara perusahaan beroperasi dengan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan.
- Contoh: CSR berupa program beasiswa tahunan, sedangkan corporate citizenship memastikan seluruh rantai pasok perusahaan bebas dari praktik kerja paksa.
2. Strategi
CSR masih dianggap sebagai strategi tambahan guna memperbaiki citra perusahaan. Sedangkan corporate citizenship artinya menerapkan strategi dari nilai-nilai sosial dalam setiap kegiatan operasional harian.
- Contoh: Ketika kegiatan CSR bisa berhenti saat anggaran dipotong, namun prinsip corporate citizenship adalah tetap menuntut kepatuhan etika dalam situasi sulit sekalipun.
3. Hak dan Kewajiban
Konsep CSR lebih menekankan pada "pemberian" perusahaan kepada masyarakat sebagai bentuk kompensasi atas dampak bisnis yang ditimbulkan. Dalam corporate citizenship, fokus utamanya adalah pemenuhan hak dan kewajiban hukum serta etika perusahaan sebagai anggota masyarakat.
- Contoh: CSR memberikan bantuan kesehatan di sekitar pabrik, sedangkan corporate citizenship berfokus pada pelaporan pajak yang transparan sebagai kewajiban warga negara.
4. Fokus
CSR cenderung berorientasi pada proyek eksternal yang terlihat oleh publik untuk meningkatkan reputasi secara instan. Corporate citizenship lebih menekankan pada tata kelola internal perusahaan, termasuk cara mereka memperlakukan karyawan secara adil dan jujur.
- Contoh: CSR mengadakan acara penanaman pohon, sementara corporate citizenship memastikan kebijakan inklusivitas dan kesetaraan gender di dalam jajaran direksi.
Baca Juga: CSR untuk Pendidikan: Definisi, Manfaat dan Contohnya
Contoh Corporate Citizenship
Agar semakin jelas, mari kita simak contoh penerapan corporate citizenship yang dilakukan oleh Starbucks. Sebelum IPO pada tahun 1992, Starbucks sudah menerapkan tanggung jawab sosial sebagai rencana jangka panjang perusahaan.
Keberhasilan program sosial mereka dalam jangka panjang adalah 99% kopi yang bersumber dari jaringan petani global. Mereka juga memelopori pembangunan gedung hijau di seluruh gerainya. Selain itu, mereka juga membangun perguruan tinggi untuk mitra dan karyawannya.
Corporate citizenship adalah bagaimana perusahaan melaksanakan kegiatan sosial dalam jangka waktu panjang. Oleh karena itu, Starbucks memiliki rencana jangka panjang untuk merekrut 10.000 pengungsi di 75 negara. Mereka juga memiliki target untuk mengurangi sampah plastik melalui inovasi tutup gelas tanpa sedotan di seluruh gerai.
Siap Menerapkan Corporate Citizenship?
Sekarang Anda sudah memahami apa itu corporate citizenship. Corporate citizenship adalah konsep yang berbeda dengan CSR. Namun, CSR bisa menjadi bagian dari upaya memenuhi kewajiban corporate citizenship.
Corporate citizenship tak terlepas dari program CSR. Corporate citizenship membutuhkan CSR yang dirancang untuk masa depan perusahaan jangka panjang. Oleh karena itu, Anda membutuhkan mitra terpercaya yang memastikan program CSR Anda berdampak dalam jangka panjang.
Yuk, konsultasikan perancangan program CSR Anda bersama Program Konsultasi CSR Dibimbing.id! Bersama kami, program CSR Anda akan dirancang sesuai dengan visi misi perusahaan dan kami akan menyelaraskannya dengan corporate citizenship yang ingin perusahaan Anda capai.
Bingung mulai dari mana? Atau, masih punya pertanyaan seputar format program CSR yang paling cocok untuk perusahaan Anda? Jangan ragu konsultasi bersama kami di sini! Gratis!
Referensi
Salsabila Annisa is an accomplished SEO Content Writer and Copywriter who believes the best content is a perfect blend of search engine logic and human empathy. With experience crafting words that are both informative and rank-worthy, she/he is dedicated to transforming complex topics into flowing, crisp, and highly readable articles.
Tags
