Testimoni Training UI/UX PLN Icon+ bersama Dibimbing
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 5 Nov 2026
Diubah pada 5 Nov 2026
11
Training UI/UX PLN Icon+ menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan kompetensi digital karyawan. Melalui Corporate Training Dibimbing, peserta mempelajari desain antarmuka dan pengalaman pengguna untuk mendukung pengembangan produk digital.
Pelatihan ini berlangsung secara offline dalam dua batch di Bogor, dengan materi UI Design, prototyping, hingga usability testing. Peserta juga mengikuti praktik Figma dan mengerjakan final project redesign aplikasi PLN Mobile.
Hasilnya, nilai rata-rata evaluasi mencapai 89 dengan kepuasan peserta sebesar 97%. Yuk, simak pengalaman PLN Icon+ mengikuti Corporate Training Digital Skill Dibimbing berikut ini!
Baca Juga: Pelatihan UI/UX untuk Karyawan Terbaik di Dibimbing
Tentang Corporate Training UI/UX PLN Icon+ bersama Dibimbing
PT PLN (Persero) melalui PLN Icon+ menyelenggarakan pelatihan UI/UX Design bersama Dibimbing untuk mengembangkan kompetensi karyawan Divisi Management Digital. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai desain antarmuka dan pengalaman pengguna.
Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dalam dua batch di Aston Bogor Hotel dan Swiss-Belinn Bogor. Peserta mendapatkan pembelajaran bersama mentor profesional, praktik menggunakan Figma, serta evaluasi melalui proyek akhir.
Berikut informasi pelaksanaan Corporate Training UI/UX PLN Icon+:
Informasi | Detail |
Perusahaan | PLN Icon+ |
Program | Corporate Training UI/UX Design |
Penyelenggara | Dibimbing |
Peserta | Divisi Management Digital |
Jumlah Batch | 2 Batch |
Metode | Offline |
Lokasi | Aston Bogor Hotel dan Swiss-Belinn Bogor |
Mentor | Almira Yasmine, UI/UX Designer di Koltiva |
Tools | Figma |
Final Project | Redesign aplikasi PLN Mobile |
Rata-Rata Evaluasi | 89 |
Kepuasan Peserta | 97% |
Belajar Bersama Mentor UI/UX Profesional
Dokumentasi peserta mengikuti pelatihan PT PLN bersama Dibimbing.
Pelatihan ini dipandu oleh Kak Almira Yasmine, seorang UI/UX Designer di Koltiva yang memiliki pengalaman dalam bidang desain produk digital.
Selama pembelajaran, peserta dibimbing memahami konsep UI/UX, mulai dari perancangan antarmuka hingga pengujian pengalaman pengguna.
Selain pemaparan teori, pelatihan juga dilengkapi diskusi, praktik menggunakan Figma, serta pengerjaan proyek akhir. Dengan begitu, peserta dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan kebutuhan pengembangan produk digital.
Mengapa PLN Icon+ Mengadakan Training UI/UX?
Sebagai bagian dari PLN Group yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi, PLN Icon+ memiliki kebutuhan untuk terus mengembangkan kompetensi digital karyawannya.
Salah satu kemampuan yang relevan adalah UI/UX Design, terutama bagi tim yang terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan produk digital.
Secara umum, UI/UX mencakup dua aspek utama:
- User Interface (UI): Berfokus pada tampilan visual aplikasi, seperti tata letak, warna, tipografi, dan komponen interaktif.
- User Experience (UX): Berfokus pada kemudahan, kenyamanan, dan pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan produk digital.
Melalui pelatihan tersebut, PLN Icon+ ingin membekali karyawan dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai desain berbasis kebutuhan pengguna.
Menariknya, peserta tidak seluruhnya berasal dari latar belakang UI/UX. Oleh karena itu, materi pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami konsep dasar sekaligus mempraktikkannya.
Materi yang Dipelajari Karyawan PLN Icon+
Dokumentasi sesi diskusi dalam pelatihan PT PLN bersama Dibimbing.
Corporate Training UI/UX PLN Icon+ mencakup empat materi utama yang berkaitan dengan proses perancangan dan evaluasi produk digital.
Berikut materi yang dipelajari peserta bersama Kak Almira Yasmine.
1. Fundamental of UI Design & How to Create Mock Up
Materi pertama membahas prinsip dasar desain antarmuka serta cara membuat mockup aplikasi.
Peserta mempelajari bagaimana elemen visual dapat memengaruhi keterbacaan informasi dan kemudahan pengguna dalam mengakses fitur aplikasi.
Beberapa pembahasan dalam materi ini meliputi:
- Prinsip dasar User Interface Design.
- Pengaturan tata letak dan hierarki visual.
- Penggunaan warna dan tipografi.
- Penyusunan komponen desain.
- Pembuatan mockup antarmuka aplikasi.
Materi ini menjadi fondasi sebelum peserta mempelajari proses desain yang lebih kompleks.
2. How to Create Accessible UI Design
Materi berikutnya membahas pentingnya aksesibilitas dalam desain produk digital.
Desain yang aksesibel membantu pengguna dengan kebutuhan dan kemampuan berbeda untuk menggunakan aplikasi secara lebih mudah.
Peserta mempelajari sejumlah aspek penting, antara lain:
- Penggunaan kontras warna yang memadai.
- Keterbacaan teks dan informasi.
- Kejelasan tombol serta elemen interaktif.
- Konsistensi navigasi aplikasi.
- Penyusunan tampilan yang mudah dipahami.
Melalui materi ini, peserta memahami bahwa desain yang baik tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan penggunanya.
3. Prototyping Menggunakan Figma
Setelah memahami dasar desain antarmuka, peserta mempelajari proses prototyping menggunakan Figma.
Prototyping merupakan proses membuat simulasi interaktif dari sebuah desain sebelum dikembangkan menjadi produk.
Dalam sesi ini, peserta belajar melakukan beberapa aktivitas berikut:
- Membuat rancangan layar aplikasi.
- Menghubungkan elemen antarmuka.
- Menyusun alur navigasi pengguna.
- Membuat simulasi interaksi.
- Menyiapkan prototipe untuk ditinjau.
Praktik tersebut membantu peserta memahami bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengan rancangan aplikasi sebelum memasuki tahap pengembangan.
4. Usability Testing
Materi terakhir adalah usability testing, yaitu metode untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan sebuah produk digital. Melalui pengujian ini, peserta mempelajari cara mengidentifikasi kendala yang mungkin dialami pengguna ketika menjalankan tugas tertentu.
Sebagai contoh, pengguna mungkin kesulitan menemukan fitur karena posisi tombol kurang jelas atau alur navigasinya terlalu panjang. Hasil pengujian kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki rancangan antarmuka.
Dengan demikian, peserta memahami pentingnya menggunakan masukan pengguna dalam proses pengembangan produk digital.
Baca Juga: Corporate Training Digital Skill Terbaik untuk Karyawan
Hasil Training UI/UX PLN Icon+: Skor 89 dan Kepuasan 97%
Dokumentasi pelatihan PT PLN bersama Dibimbing.
Corporate Training UI/UX PLN Icon+ bersama Dibimbing menunjukkan hasil positif, mulai dari pemahaman materi, penerapan keterampilan melalui praktik Figma, hingga penyelesaian proyek akhir yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. Berikut empat pencapaian utama dari pelatihan tersebut.
1. Rata-Rata Evaluasi Mencapai 89
Hasil post-test dan final project peserta mencatat nilai rata-rata 89, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami materi UI/UX Design dan menerapkannya melalui praktik langsung.
Penilaian ini mencakup pemahaman konsep serta keterampilan desain. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran.
2. Tingkat Kepuasan Peserta Mencapai 97%
Pelatihan memperoleh tingkat kepuasan peserta sebesar 97%. Angka ini menunjukkan respons positif terhadap pengalaman belajar bersama Dibimbing.
Hasil tersebut juga mencerminkan penerimaan peserta terhadap materi, metode pembelajaran, dan pelaksanaan program.
3. Berhasil Menyelesaikan Final Project PLN Mobile
Peserta menyelesaikan proyek redesign aplikasi PLN Mobile berdasarkan temuan riset kebutuhan pengguna.
Proyek ini menggabungkan berbagai materi UI/UX yang telah dipelajari melalui praktik menggunakan Figma. Hasilnya kemudian dipresentasikan sebagai bagian dari evaluasi akhir.
4. Karyawan Non-UI/UX Mampu Mempraktikkan Figma
Meskipun tidak seluruhnya memiliki latar belakang UI/UX Design, peserta mampu mengikuti sesi hands-on menggunakan Figma untuk membuat mockup dan prototype.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam merancang antarmuka digital. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur dapat membantu karyawan dari berbagai latar belakang mempelajari keterampilan UI/UX.
Baca Juga: Testimoni Training UI/UX Pegadaian bersama Dibimbing: 91% Peserta Puas
Apa Kata Peserta Corporate Training UI/UX PLN Icon+?
Bagi peserta, pengalaman belajar juga terasa dari cara materi dijelaskan dan kesempatan untuk mencobanya sendiri. Dalam video testimoni, peserta menyoroti kemudahan mengikuti materi serta interaksi dengan mentor.
1. Pemula Bisa Mengikuti Materi dan Mencobanya Langsung
R. Kakka Dewayana P. menceritakan pengalamannya mengikuti pelatihan sebagai pemula:
"Saya sebagai pemula, saya dapat memahami apa yang disampaikan dan dapat mempraktikkannya." R. Kakka Dewayana P., peserta Training UI/UX PLN Icon+
Baginya, penjelasan materi bisa diikuti hingga tahap praktik. Pengalaman ini memberi gambaran bagi karyawan yang ingin belajar UI/UX meski belum memiliki dasar desain.
2. Interaksi dengan Mentor Membantu Proses Belajar
Peserta lain menyoroti cara mentor membawakan materi dan berinteraksi selama kelas:
“Pematerinya sangat baik sih menurut saya, dari cara pemaparannya hingga cara interaksinya dengan peserta itu cukup baik dan sangat membantu.” Salah satu peserta Training UI/UX PLN Icon+
Tanggapan tersebut memperlihatkan bahwa cara penyampaian mentor ikut memengaruhi pengalaman belajar. Selain isi materi, interaksi di kelas menjadi bagian yang dirasakan membantu oleh peserta.
Baca Juga: CSR Human Initiative bersama Dibimbing: Pelatihan UI/UX dan Data Analyst
Siapa yang Cocok Mengikuti Corporate Training UI/UX?
Pelatihan UI/UX relevan bagi tim yang terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan produk digital. Materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan beberapa peran berikut.
1. Tim Product Management
Bagi tim produk, pemahaman UI/UX membantu saat merumuskan kebutuhan pengguna dan menentukan prioritas fitur.
Mereka dapat menggunakan temuan riset sebagai bahan diskusi bersama desainer dan pengembang.
2. Tim IT dan Software Development
Tim pengembang perlu memahami alur interaksi dan fungsi setiap komponen antarmuka. Bekal UI/UX memudahkan mereka mendiskusikan kelayakan rancangan serta penerapannya bersama desainer.
3. Tim Digital Transformation
Saat mengevaluasi layanan digital, tim transformasi perlu melihat apakah pengguna dapat menyelesaikan kebutuhannya dengan mudah.
Pelatihan UI/UX memberi bekal untuk mengenali hambatan penggunaan dan mengusulkan perbaikan.
4. Business Analyst
Business Analyst menjembatani kebutuhan bisnis dan pengguna dalam spesifikasi produk. Pemahaman UI/UX membantu mereka memperjelas kebutuhan tersebut sebelum diterjemahkan menjadi rancangan fitur.
5. Tim UI/UX dan Desain Produk
Untuk desainer, pelatihan dapat difokuskan pada keterampilan yang ingin diperdalam, seperti prototyping, usability testing, atau desain aksesibel. Tingkat kesulitan materi disesuaikan dengan pengalaman tim.
Manfaat Training UI/UX bagi Perusahaan
Pengalaman PLN Icon+ menunjukkan bagaimana program Corporate Training dapat disusun berdasarkan kebutuhan pengembangan kompetensi internal.
Bagi perusahaan yang mengelola aplikasi dan layanan digital, pemahaman UI/UX dapat mendukung berbagai aspek pengembangan produk.
Berikut manfaat potensial yang dapat diperoleh.
- Memahami Kebutuhan Pengguna: Karyawan dapat mempelajari cara mengidentifikasi masalah dan kebutuhan pengguna sebelum merancang fitur.
- Meningkatkan Kolaborasi Antardivisi: Tim bisnis, IT, dan desain dapat memiliki pemahaman yang lebih selaras saat membahas produk digital.
- Mengembangkan Kemampuan Problem Solving: Peserta belajar menganalisis masalah dan menyusun solusi berdasarkan kebutuhan pengguna.
- Mendukung Pengembangan Produk Digital: Pemahaman UI/UX membantu tim mempertimbangkan kemudahan penggunaan dalam proses perancangan aplikasi.
- Mengembangkan Kompetensi Karyawan: Pelatihan berbasis praktik memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan melalui proyek yang relevan dengan pekerjaan.
Agar hasil pelatihan dapat dievaluasi secara berkelanjutan, perusahaan juga dapat menggunakan indikator seperti kualitas rancangan, kemampuan menyelesaikan tugas desain, dan penerapan keterampilan setelah training.
Baca Juga: Apa Itu Corporate Training Dibimbing? Solusi Efektif untuk Karyawan
Ingin Meningkatkan Skill UI/UX Karyawan seperti PLN Icon+?
Pengalaman PLN Icon+ menunjukkan bahwa pelatihan UI/UX Design dapat membantu karyawan memahami desain antarmuka, kebutuhan pengguna, dan pengembangan produk digital. Melalui pembelajaran berbasis praktik, perusahaan dapat meningkatkan kompetensi tim sesuai kebutuhan pekerjaan.
Melalui Corporate Training Dibimbing, perusahaan dapat mengembangkan berbagai kompetensi profesional. Salah satunya melalui program Corporate Training Digital Skill yang mencakup pelatihan UI/UX Design, Data Analytics, Digital Marketing, AI, dan keterampilan digital lainnya.
Apa Saja yang Dipelajari dalam UI/UX Design Training untuk Karyawan?
Program UI/UX Design Training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, dengan materi seperti:
- UI/UX Design Fundamentals: Memahami prinsip desain antarmuka dan pengalaman pengguna.
- User Research: Mengidentifikasi kebutuhan serta perilaku pengguna produk digital.
- Wireframing & Mockup: Membuat rancangan tampilan aplikasi atau website.
- Prototyping with Figma: Mengembangkan simulasi interaktif menggunakan Figma.
- Accessible UI Design: Merancang antarmuka yang mempertimbangkan aksesibilitas pengguna.
- Usability Testing: Mengevaluasi kemudahan penggunaan dan mengidentifikasi peluang perbaikan desain.
Keunggulan Corporate Training Dibimbing
- Kurikulum Fleksibel: Materi disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan kompetensi karyawan.
- Mentor Profesional: Pelatihan dipandu praktisi berpengalaman di bidangnya.
- Berbasis Praktik: Pembelajaran dilengkapi studi kasus, simulasi, dan final project.
- Metode Fleksibel: Tersedia pelatihan online, offline, maupun hybrid.
- Dukungan Learning Management System: Membantu pengelolaan pembelajaran secara terstruktur.
- Berbagai Level Peserta: Program dapat dirancang untuk tingkat pemula hingga manajerial.
- Berpengalaman Melayani Perusahaan: Dibimbing telah bekerja sama dengan 200+ mitra, menyelenggarakan 1.200+ sesi intensif, dan mencatat tingkat kepuasan 93%.
Siap Mengembangkan Kompetensi Digital Tim Anda?
Tingkatkan keterampilan UI/UX dan kompetensi profesional karyawan melalui program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
Yuk, konsultasikan kebutuhan Corporate Training perusahaan Anda bersama Tim Dibimbing! Untuk pelatihan UI/UX, Anda juga bisa mengeksplorasi Corporate Training Digital Skill Dibimbing dan merancang program yang sesuai dengan target pengembangan tim.
FAQ:
1. Apa Tujuan Training UI/UX PLN Icon+ Bersama Dibimbing?
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi karyawan Divisi Management Digital dalam memahami desain antarmuka dan pengalaman pengguna untuk mendukung pengembangan produk digital.
2. Apa Saja Materi Corporate Training UI/UX PLN Icon+?
Materi mencakup dasar UI Design, pembuatan mockup, desain aksesibel, prototyping, dan usability testing. Peserta juga mengikuti praktik Figma serta mengerjakan final project.
3. Apakah Karyawan Tanpa Latar Belakang UI/UX Bisa Mengikuti Training?
Bisa. Materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta, termasuk karyawan yang belum memiliki pengalaman dalam desain antarmuka.
4. Bagaimana Hasil Corporate Training UI/UX PLN Icon+?
Program mencatat rata-rata evaluasi post-test dan final project sebesar 89, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 97%.
5. Apakah Corporate Training UI/UX Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan Perusahaan?
Ya. Corporate Training Dibimbing menyediakan kurikulum yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, tingkat kemampuan peserta, serta target pengembangan kompetensi.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
