dibimbing.id - Panduan Switch Career ke Videographer & Video Editor 2026

Panduan Switch Career ke Videographer & Video Editor 2026

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

04 December 2025

163

Image Banner

Switch career ke videographer dan video editor di 2026 makin diminati karena kebutuhan konten video terus naik. Di tengah tren ini, Warga Bimbingan perlu tahu cara tepat untuk mulai masuk ke dunia kreatif.

Brand dan perusahaan kini mengandalkan video untuk marketing dan komunikasi, sehingga peluang kerja di bidang ini terbuka lebar. Selama kamu siap belajar dan membangun portofolio, kesempatan kariernya sangat menjanjikan.

Biar perjalanan karier barumu lebih terarah, MinDi sudah siapkan panduan singkat yang mudah diikuti siapa saja. Yuk, simak supaya kamu bisa mulai switch career dengan langkah yang lebih mantap!

Baca juga: 12 Bootcamp untuk Pemula Tanpa Background IT, Siap Kerja 2026


Apa Itu Videographer dan Video Editor?

Videographer adalah seseorang yang bertanggung jawab merekam dan menangkap gambar menggunakan kamera, mulai dari acara, iklan, hingga konten digital, dengan memahami teknik pencahayaan, komposisi, dan sudut pengambilan gambar yang tepat. 

Mereka biasanya bekerja langsung di lapangan untuk memastikan setiap momen terlihat jelas, estetik, dan sesuai kebutuhan produksi. 

Sementara itu, video editor adalah orang yang mengolah semua rekaman tersebut menjadi video utuh yang rapi, menarik, dan memiliki alur cerita yang enak ditonton. 

Mereka bekerja menggunakan software editing profesional untuk memilih, memotong, menyusun, menambahkan audio, efek visual, hingga warna agar video siap tayang dengan hasil berkualitas tinggi.

Baca juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik 2026


Kenapa Harus Switch Career ke Kreator Video?

Sumber: Canva

Industri kreatif berkembang cepat, dan peluang kerja sebagai videographer maupun video editor makin terbuka luas. 

Karena itu, Warga Bimbingan punya banyak alasan kuat untuk mempertimbangkan switch career ke profesi kreator video.


1. Permintaan Pasar Sangat Tinggi

Laporan e-Conomy SEA (Google, Temasek, Bain) memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 4.700 triliun pada 2030. 

Pertumbuhan ini didorong e-commerce, media online, dan pariwisata yang semuanya butuh konten video berkualitas. Semakin besar industrinya, semakin banyak kreator video yang dibutuhkan.


2. Fleksibilitas dan Peluang Freelance Besar

Perusahaan, terutama startup dan UMKM, makin sering memakai jasa freelancer untuk menghemat biaya operasional. 

Kondisi ini membuka banyak peluang bagi kreator video untuk bekerja lebih fleksibel dan memilih klien sendiri. Kamu bisa membangun portofolio luas tanpa terikat jam kantor.


3. Passion yang Bisa Jadi Profit

Laporan We Are Social dan Meltwater mencatat orang Indonesia menonton video online sekitar 3 jam 17 menit per hari. 

Ini membuktikan video adalah format paling diminati dan paling efektif untuk menjangkau audiens. Jika kamu suka membuat video, ada peluang besar untuk menghasilkan profit dari passion tersebut.


4. Penghasilan yang Bisa Terus Bertumbuh

Ekosistem Creator Economy Indonesia memungkinkan kreator mendapatkan penghasilan dari brand sponsorship, afiliasi e-commerce, hingga AdSense. 

Pendapatannya bisa naik pesat jika kamu konsisten dan terus meningkatkan kualitas konten. Karier ini tidak terbatas pada gaji, tetapi bisa scalable sesuai kreativitasmu.


5. Tetap Relevan dan Tidak Mudah Tergantikan AI

Meski AI membantu proses produksi, storytelling manusia tetap paling kuat untuk menyentuh audiens Indonesia. 

Humor, budaya, dan emosi lokal tidak bisa sepenuhnya disalin AI. Karena itu, kreator video tetap menjadi profesi yang relevan dan aman untuk masa depan.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Marketplace Terbaik di 2026


Cara Switch Career ke Videographer dan Video Editor

Sumber: Canva

Switch career ke dunia kreatif memang butuh persiapan yang tepat, terutama untuk kamu yang belum punya background di bidang ini. 

Tenang, Warga Bimbingan, dengan langkah yang terarah, kamu bisa mulai karier baru sebagai kreator video secara lebih percaya diri.


1. Kenali Bidang dan Pilih Fokus Awal

Langkah pertama adalah memahami perbedaan videographer dan video editor untuk menentukan jalur yang paling cocok dengan minatmu. 

Videographer fokus pada pengambilan gambar, sementara editor fokus pada pengolahan rekaman. Dengan memilih fokus awal, proses belajar akan jauh lebih mudah dan terarah.


2. Kuasai Skill Dasar Secara Bertahap

Mulailah belajar teknik dasar seperti penggunaan kamera, lighting, komposisi, atau software editing.

Kamu bisa belajar dari YouTube, kelas online, atau bootcamp yang lebih terstruktur. Konsistensi di tahap awal akan menentukan seberapa cepat kamu berkembang.


3. Siapkan Peralatan yang Memadai

Tidak perlu langsung membeli gear mahal, cukup mulai dari kamera entry-level atau bahkan smartphone. 

Yang terpenting adalah kamu memahami fungsi alat dan cara memaksimalkan hasilnya. Seiring skill meningkat, kamu bisa upgrade peralatan sesuai kebutuhan proyek.


4. Buat Portofolio Walau Dari Proyek Kecil

Portofolio adalah bukti kemampuanmu, jadi buatlah karya dari latihan, proyek kecil, atau kolaborasi. 

Portofolio yang rapi lebih mudah menarik perhatian klien atau HR. Ingat, kualitas lebih penting daripada jumlah.


5. Ikut Pelatihan, Workshop, atau Bootcamp

Pelatihan intensif membantu kamu meningkatkan skill lebih cepat karena materi dibuat fokus dan langsung praktik. 

Kamu juga bisa mendapatkan feedback dari mentor berpengalaman untuk memperbaiki teknikmu. 

Dan kalau mau belajar lebih terarah, kamu bisa mengikuti Bootcamp Videography & Video Editing di dibimbing, yang menyediakan kurikulum lengkap plus dukungan karier.


6. Bangun Koneksi di Komunitas Kreatif

Di industri videografi dan editing yang sangat dinamis, memiliki jaringan yang luas bisa membuka peluang karier yang jauh lebih besar daripada hanya mengandalkan portofolio saja. 

Bergabunglah dengan komunitas, forum, atau event kreatif untuk bertemu kreator lain dan memperluas relasi profesional. Dari jaringan inilah kamu bisa menemukan proyek, kolaborasi, hingga rekomendasi kerja yang tidak muncul di job portal.


7. Ambil Proyek Freelance untuk Pengalaman Nyata

Proyek freelance membantu kamu memahami alur kerja nyata sekaligus menguatkan portofolio. Kamu akan belajar berkomunikasi dengan klien, mengatur deadline, dan mengelola revisi. 

Pengalaman inilah yang nantinya menaikkan value dan membuatmu selangkah lebih dekat menuju karier profesional.

Baca juga: Bootcamp Terbaik untuk Fresh Graduate, Solusi Cepat Kerja (2026)


Ingin Jadi Kreator Video Profesional?

Setelah membaca panduan switch career ke dunia kreator video, sekarang saatnya kamu mulai meningkatkan skill yang dibutuhkan industri kreatif. Profesi videographer dan video editor terus naik peminatnya dan peluang kerjanya makin besar setiap tahun.

Yuk, ikuti Bootcamp Videography & Video Editing di dibimbing.id! Kamu akan belajar teknik shooting, lighting, storytelling, hingga editing profesional dengan materi yang aplikatif dan langsung praktik. Semua dibimbing mentor berpengalaman agar portofoliomu siap bersaing.

Dengan dukungan 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluangmu masuk industri kreatif jadi makin terbuka.

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang untuk mulai perjalananmu sebagai kreator video profesional. #BimbingSampeJadi!

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!