dibimbing.id - Memahami Apa Itu Card Sorting dalam Desain UX, Yuk Simak!

Memahami Apa Itu Card Sorting dalam Desain UX, Yuk Simak!

Siti Khadijah Azzukhruf Firdausi

04 June 2024

553

Image Banner

Pernah ngerasa bingung cari informasi di sebuah situs web? Atau, ngerasa frustrasi saat aplikasi favoritmu malah bikin pusing karena menunya kurang jelas? Nah, card sorting adalah hal yang berperan penting dalam kasus ini.


Ini merupakan metode riset yang bisa membantu desainer untuk menyusun informasi di situs web atau aplikasi jadi lebih gampang ditemukan. Mau tahu lebih lanjut tentang card browsing?


Yuk, baca selengkapnya di bawah ini!



Apa yang Dimaksud Card Sorting?



Card sorting adalah riset yang dilakukan untuk menilai atau menentukan cara pengelompokan atau organisasi informasi di dalam situs web dan aplikasi. 


Mengutip dari CF Blog, metode ini melibatkan pengguna untuk mengelompokkan topik kontem ke dalam kategori yang menurut mereka masuk akal. Dengan ini, desainer bisa memahami bagaimana pengguna mengharapkan informasi disajikan.


Sehingga, desainer bisa menciptakan produk yang benar-benar memenuhi kebutuhan mereka. 


Secara keseluruhan, card sorting adalah metode yang membantu desainer memahami ekspektasi pengguna terhadap suatu situs atau aplikasi. Card sorting membantu desainer menciptakan struktur konten dan mempromosikan interaksi yang lebih baik dan lancar.



Apa Tujuan Metode Card Sorting dalam UX Research?



Card sorting punya tujuan utama untuk memahami bagaimana cara berpikir orang. Dengan pemahaman ini, desainer bisa menyusun konten dengan cara yang masuk akal bagi mereka.


Berikut adalah penjelasan lebih detail terkait tujuan penggunaan metode card sorting:


  • Memahami Logika Pengelompokan: Mengetahui bagaimana pengguna mengelompokkan informasi dan alasan di baliknya.

  • Menggali Beragam Ide dan Metode: Menemukan berbagai cara pengguna dalam mengorganisasi konten.

  • Mengenali Pola Pikir Pengguna: Menentukan apakah pengguna memiliki cara berpikir yang sama atau berbeda.

  • Menciptakan Struktur yang Intuitif: Membantu dalam membuat arsitektur informasi, navigasi situs web, dan struktur menu yang ramah pengguna.

  • Mendukung Komunikasi Internal: Membantu memahami cara berpikir anggota tim atau pemangku kepentingan untuk strategi komunikasi yang lebih efektif.

  • Menggali Wawasan Mendalam: Memahami bagaimana latar belakang dan pengalaman pribadi mempengaruhi pemikiran pengguna.


Baca Juga:  6 Tahapan Penting dalam Proses UX Research




Tipe-Tipe Card Sorting



Card sorting adalah teknik riset UX yang serbaguna dengan berbagai jenis untuk berbagai kebutuhan. Mengutip dari Interaction Design Foundation, card sorting dibagi menjadi enam tipe. Berikut MinDi jabarkan dalam rangkuman lengkapnya:


1. Open Card Sorting


Pada open card sorting, peserta mengelompokkan kartu ke dalam kategori yang mereka buat sendiri. Tipe ini cocok jika kamu ingin tahu bagaimana pengguna secara alami mengelompokkan informasi tanpa kategori yang sudah ditentukan sebelumnya.


Misalnya, pada aplikasi streaming musik, pengguna mungkin menerima kartu berlabel genre, artis, dan lagu. 


Mereka bisa membuat kategori seperti Musik Olahraga, Lagu Santai, atau Hits Pesta. Pengelompokan yang mereka lakukan akan menunjukkan bagaimana mereka ingin playlist diatur.



2. Closed Card Sorting


Closed card sorting melibatkan peserta yang mengelompokkan kartu ke dalam kategori yang sudah ditentukan sebelumnya. Metode ini berguna saat kamu ingin menguji pengelompokan spesifik atau kalau sudah memiliki struktur dasar.


Misalnya, pada toko buku online, pengguna bisa mendapatkan kartu dengan judul buku. Lalu, mereka harus mengelompokkannya ke dalam kategori seperti fiksi, non-fiksi, biografi, dan buku anak-anak. Ini membantu memperbaiki pengelompokan yang ada.



3. Hybrid Card Sorting


Hybrid card sorting menggabungkan open dan closed card sorting. Peserta mengelompokkan kartu ke dalam kategori yang sudah disediakan. Akan tetapi, mereka juga bisa membuat kategori baru. 


Metode ini menawarkan fleksibilitas dan wawasan lebih mendalam tentang preferensi mereka. Misalnya, pada situs perjalanan, pengguna mengelompokkan destinasi dan aktivitas ke dalam kategori seperti pantai, gunung, dan kota. 


Mereka juga bisa membuat kategori baru seperti perjalanan, petualangan, atau kegiatan ramah keluarga untuk memberikan wawasan lebih rinci.



4. Reverse Card Sorting


Reverse card sorting, juga dikenal sebagai tree testing. Tipe ini bekerja secara terbalik. Alih-alih mengelompokkan kartu, pengguna mencari di mana kartu harus ditempatkan dalam struktur yang sudah ada. 


Metode ini bagus untuk menguji keintuitifan navigasi situs. Misalnya, pada situs memasak, kamu memberikan pengguna kartu resep tertentu seperti Lasagna Vegetarian. 


Mereka harus menemukan di mana resep itu cocok dalam set kategori yang sudah diatur sebelumnya. Ini menguji apakah organisasi situs masuk akal bagi pengguna.



5. Modified-Delphi Card Sorting


Modified-Delphi card sorting berkembang dengan setiap peserta. Awalnya, peserta pertama melakukan card sort lengkap. Lalu, ini dilanjut dengan mengorganisasi dan mengatur item dengan cara yang masuk akal bagi mereka. 


Kemudian, hal itu akan membentuk model dasar. Di tahap selanjutnya, peserta berikutnya akan menyempurnakan model ini. Jadi, setiap peserta membangun atas pekerjaan orang sebelumnya.



6. Remote Card Sorting


Remote card sorting memungkinkan peserta mengelompokkan kartu melalui alat online. Metode ini memudahkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.


Misalnya, pada, situs e-commerce. Mereka mungkin menggunakan alat online untuk membuat pengguna mengelompokkan kategori produk seperti elektronik, barang rumah tangga, dan fashion


Peserta kemudian bisa menyelesaikan tugas ini di komputer mereka daripada menghadiri sesi formal.



Apa Alat yang Dipakai untuk Card Sorting?



Ada beberapa alat yang bisa kamu gunakan saat mengerjakan card sorting. Berikut MinDi buatkan daftar alat-alat yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan card sorting:


  • Kartu Fisik: Kamu bisa membuat kartu fisik sendiri dengan menggunakan kertas atau karton.

  • Perangkat Lunak Online: Kamu juga bisa menggunakan program pengaturan kartu online yang memungkinkan sesi dilakukan secara remote. Contohnya adalah UserZoom, Optimal Sort, dan Miro.



Bagaimana Cara Melakukan Card Sorting?



Supaya proses card sorting Sobat MinDi hasilnya matang, MinDi bakal kasih beberapa tips melakukannya. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan card sorting ala MinDi:


Persiapan Kartu


Pertama adalah menuliskan setiap item pada kartu indeks, catatan Post-It, atau kartu buatan sendiri. Kamu juga bisa menggunakan gambar untuk menggantikan atau melengkapi teks.



Penyusunan Kartu oleh Peserta


Minta peserta untuk mengelompokkan kartu-kartu tersebut ke dalam grup yang menurut mereka logis. Jika melakukan closed card sort, berikan kategori yang sudah ditentukan kepada peserta.



Pengamatan dan Interaksi


Jangan mengganggu tugas peserta, tetapi amati dengan cermat.Sesekali tanyakan tentang alasan mereka mengelompokkan item dengan cara tertentu.


Kemudian, mintalah peserta untuk mengungkapkan pemikiran mereka secara verbal. Ini bertujuan agar kamu bisa memahami logika di balik pengelompokan mereka.



Ikuti Prosedur Tergantung Jenis Sort


Jika sesi dilakukan secara remote atau menggunakan komputer, ikuti langkah-langkah yang disyaratkan oleh sistem yang digunakan.



Analisis Hasil


Analisis kesamaan dan perbedaan antara hasil card sort setiap peserta. Jika memungkinkan, rekam seluruh sesi atau foto hasil pengelompokan setiap peserta. Lalu, buat interpretasi dari hasil pengelompokan peserta berdasarkan daftar pertanyaan berikut:


  • Apakah banyak grup yang sama atau berbeda antara satu pengguna dengan yang lain?

  • Apakah ada kategori yang mirip tetapi topiknya berbeda di setiap kelompok?

  • Mengapa mungkin ada kesamaan atau perbedaan antara dua tes?


Baca Juga: Proses Desain UI/UX: Contoh Workflow dari Riset sampai Pengujian



Yuk, Belajar UI/UX di Bootcamp Dibimbing.id



Itu dia pembahasan lengkap mengenai cara melakukan card sorting. Bisa dilihat bahwa metode ini tidak hanya membantu dalam mengorganisasi informasi, tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang cara berpikir pengguna.


Jadi, kamu bisa menciptakan desain yang lebih intuitif dan ramah pengguna. Berbicara tentang desain UX, MinDi punya rekomendasi untuk kamu yang tertarik mendalaminya.


Sobat MinDi bisa ikut Bootcamp UI/UX/Product Design untuk mempelajari semua hal berkaitan dengan card sorting dan aspek desain UX lainnya.


Bootcamp ini dirancang dengan silabus yang cocok untuk pemula. Kamu bisa belajar dari teori desain UI/UX, penggunaan alatnya, hingga praktik dengan proyek nyata.


Bukan hanya itu, program ini juga menawarkan jaminan kerja setelah menyelesaikan pembelajarannya. Ini sudah dibuktikan oleh 94% lulusan Dibimbing yang sukses mendapatkan pekerjaan seusai program selesai.


Gimana, tertarik untuk jadi salah satunya? Segera daftar dan mulai karirmu di UI/UX dengan Dibimbing.id!



Referensi



  1. What Is Card Sorting In UX Design? A Beginner’s Guide [Buka]

  2. Card Sorting: The Ultimate Guide (in 2024) [Buka]



Share

Author Image

Siti Khadijah Azzukhruf Firdausi

Khadijah adalah SEO Content Writer di Dibimbing dengan pengalaman menulis konten selama kurang lebih setahun. Sebagai lulusan Bahasa dan Sastra Inggris yang berminat tinggi di digital marketing, Khadijah aktif berbagi pandangan tentang industri ini. Berbagai topik yang dieksplorasinya mencakup digital marketing, project management, data science, web development, dan career preparation.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!