dibimbing.id - Strategi Andi Lisna Level Up Skill Data hingga Tembus Erablue

Strategi Andi Lisna Level Up Skill Data hingga Tembus Erablue

Farijihan Putri

31 Maret 2026

40

Image Banner

Warga Bimbingan lagi ngerasa karier stuck atau takut kalah saing sama gempuran teknologi yang makin kencang? Tenang, MinDi bawa cerita segar dari salah satu alumni, Andi Lisna Suryani, yang sukses bikin gebrakan meski statusnya masih student lho.

Berawal dari anak Ekonomi yang pengen "melek" data, dia berhasil buktiin kalau modal nekat dan belajar di tempat yang tepat bisa buka pintu peluang lebar-lebar.

Penasaran nggak sih gimana rahasia Kak Lisna bisa langsung dipinang perusahaan besar bahkan sebelum lulus bootcamp? Yuk, bedah perjalanannya bareng MinDi di sini!

Baca Juga: Rekomendasi Data Scientist Bootcamp Terbaik


Memperkuat Fondasi Data untuk Menghadapi Skala Industri

Sebelum melangkah jauh ke sisi teknis, penting banget buat kita paham kenapa mindset berbasis data itu jadi penyelamat karier di masa depan.


1. Tantangan Riset Manual di Era Digital

Dunia industri saat ini tidak lagi hanya mengandalkan intuisi, melainkan bergerak berbasis data (data-driven). Hal inilah yang disadari oleh Andi Lisna Suryani, seorang lulusan Ekonomi dari IPB.

Meskipun latar belakang pendidikannya sudah mengakrabkan dirinya dengan angka, Lisna merasa bahwa kemampuan analisis yang dimilikinya masih terbatas pada tahap dasar. Ia menyadari bahwa riset manual memiliki batasan yang nyata jika tidak dibarengi dengan logika data yang kuat.


2. Motivasi untuk Terus Relevan

Dorongan untuk survive di industri yang membutuhkan pengolahan data skala besar menjadi motivasi utamanya untuk melakukan upgrade diri. Lisna memilih untuk bergabung dengan Bootcamp Data Science & Data Analyst Batch 36 di Dibimbing.

Baginya, belajar data bukan sekadar hobi menghitung manual, melainkan upaya untuk memecahkan teka-teki logika yang kompleks agar hasil risetnya jauh lebih berkualitas dan solutif bagi perusahaan.


3. Transformasi Menjadi Talenta Kompeten

Transformasi ini sangat krusial, mengingat banyak perusahaan besar kini mencari kandidat yang mampu mengolah ribuan baris data dengan cepat dan akurat.

Dengan berpindah dari metode konvensional ke metode yang lebih teknis, Lisna mempersiapkan dirinya untuk menjadi talenta yang tidak hanya kompeten, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Panduan Switch Career ke Data Science dalam 6 Bulan


Menguasai Tools Technical dari Python hingga Power BI

Nah, sekarang kita intip yuk senjata andalan apa saja yang dipelajari Kak Lisna biar hasil risetnya makin powerful dan diakui industri. 


1. Efisiensi Kerja dengan Python

Perjalanan Lisna dalam meningkatkan kemampuannya melibatkan penguasaan berbagai tools teknis yang menjadi standar industri, yaitu Python, SQL, dan Power BI. Salah satu titik balik terbesarnya adalah ketika ia mulai mendalami Python.

Berbeda dengan pengolahan data di Excel yang sering kali melelahkan jika dilakukan secara manual untuk ribuan data, Python memungkinkannya melakukan data cleaning hingga data modelling secara efisien.


2. Materi yang Fokus pada Kebutuhan Industri

Materi yang didapatkan Lisna dirancang khusus agar straight to the point untuk kebutuhan industri.

Ia belajar teknis mendalam mengenai Data Science, termasuk memahami konsep statistik seperti Sum of Squared (SS) dan varians yang menjadi dasar dari analisis data yang akurat. 

Bekal teknis inilah yang membuatnya lebih percaya diri dalam mengeksekusi riset yang lebih kompleks dan menghasilkan insight yang tajam.


3 Visualisasi Data yang "Bercerita"

Selain kemampuan coding, Lisna juga merasakan dampak besar dari penguasaan Power BI. Sebelumnya, memilih visualisasi yang tepat terkadang membingungkan.

Namun, setelah memahami logika data dan visualisasi, ia mampu menyajikan data dengan lebih akurat dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan.

Kemampuan menyajikan data yang "bercerita" (data storytelling) melalui Power BI menjadi investasi berharga agar kariernya tetap progresif dan tidak stagnan.


Sukses Tembus Offering di Erablue Sebelum Lulus Bootcamp

Inilah bagian paling menarik, kerja keras Kak Lisna berbuah manis dengan tawaran kerja bergengsi meski program belajarnya belum usai.


1. Persiapan Karier dan Personal Branding

Salah satu pencapaian yang paling mengesankan dari perjalanan Andi Lisna Suryani adalah keberhasilannya mendapatkan tawaran kerja (offering) bahkan sebelum ia secara resmi lulus dari program bootcamp.

Melalui fasilitas career preparation yang disediakan, Lisna melakukan pemolesan besar-besaran pada CV dan profil LinkedIn miliknya. Ia belajar bagaimana membangun personal branding yang kuat sebagai seorang profesional di bidang data.


2. Rahasia Menaklukkan Proses Rekrutmen

Selain memoles profil, sesi mock-up interview membantunya memahami cara "jualan" skill yang efektif di depan rekruter. Lisna kini menjabat sebagai Market Research Junior Analyst di PT Erablue Electronics.

Persiapan ini membuatnya tampil menonjol di antara kandidat lainnya, membuktikan bahwa kombinasi antara high demand skill dan branding yang tepat adalah kunci utama sukses di dunia kerja.


3. Inspirasi untuk Generasi Muda

Kisah Lisna menjadi bukti nyata bahwa siapapun, bahkan mereka yang masih berstatus mahasiswa atau berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda, bisa meraih karier impian asalkan mau mengambil langkah untuk belajar.

Keberhasilannya menembus perusahaan retail elektronik besar seperti Erablue menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa investasi pada pendidikan dan upgrading skill adalah cara terbaik untuk tidak kalah saing di industri modern.

Baca Juga: Panduan Data Scientist Career Path Terbaru


Siap Level Up Karier Seperti Kak Lisna?

Sebelum Warga Bimbingan memulai langkah baru, ada tiga poin penting yang perlu kamu ingat. Industri saat ini sangat memprioritaskan kandidat yang melek data, kemampuan logika analitis lebih berharga daripada sekadar menghitung manual, dan personal branding di LinkedIn adalah kunci utama untuk dilirik perusahaan besar. 

Jika Kak Lisna yang masih berstatus mahasiswa bisa tembus ke Erablue, kamu pun punya peluang yang sama untuk sukses di industri data.

Jangan tunda lagi, yuk asah potensimu di Bootcamp Data Science & AI Machine Learning Dibimbing. Kamu akan mendapatkan kurikulum yang beginner-friendly dan sesuai kebutuhan industri dengan sederet benefit eksklusif:

  1. 60+ Live Class Interaktif bersama mentor ahli.
  2. 35+ Assignment & Case Study untuk memperkuat portofolio.
  3. Final Project berbasis kasus nyata di industri.
  4. Dukungan Mentor 24/7 dan pendampingan fasilitator berdedikasi.
  5. Job Connect ke 840+ perusahaan rekanan dan konsultasi 1-on-1 tanpa batas.

Masih bingung menentukan arah karier, atau penasaran mana program yang paling cocok untukmu? Jangan ragu untuk konsultasi gratis di sini. Karena di Dibimbing, kamu akan didampingi dengan prinsip #BimbingSampeJadi sampai impian kariermu terwujud!


FAQ

1. Apakah orang tanpa latar belakang IT bisa ikut bootcamp ini?

Tentu saja! Kurikulum di Dibimbing dirancang sangat beginner-friendly, sehingga siapa pun dari latar belakang pendidikan apa pun bisa mulai belajar dari nol hingga mahir.

2. Apa yang membedakan bootcamp ini dengan belajar mandiri?

Kamu mendapatkan mentor ahli yang siap membimbing secara personal, proyek nyata untuk portofolio, hingga fasilitas penyaluran kerja (Job Connect) ke ratusan perusahaan rekanan.

3. Bagaimana jika saya mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas?

Kamu tidak perlu khawatir, karena tersedia fasilitator dan mentor berdedikasi yang siap membantu menjawab pertanyaanmu kapan saja (24/7) selama masa program.

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!