Jenis-jenis Iklan yang Beredar Saat Ini: Pebisnis Wajib Tahu!
Anisa Fitri Maulida
โข
29 December 2023
โข
1168
Baik pada era tradisional hingga digital, iklan masih menjadi media promosi yang memberikan banyak keuntungan. Dengan syarat, kamu harus mengetahui mana jenis-jenis iklan yang sesuai dengan karakteristik atau brand bisnismu. Seperti apa jenis-jenis iklan dan bagaimana cara menentukannya?
Pengertian Iklan
Di dunia bisnis dan pemasaran, istilah iklan mengacu pada sebuah pesan atau komunikasi yang dibuat untuk mempengaruhi dan menginformasikan orang banyak agar tertarik pada produk, layanan, atau ide yang dipromosikan.
Dalam konteks bisnis, iklan memiliki peran krusial. Bukan hanya tentang memberitahu konsumen bahwa suatu produk atau layanan itu ada, melainkan iklan berusaha untuk meyakinkan dan mempengaruhi mereka untuk membeli produk atau layanan tersebut.
Selain memberitahu dan mengajak masyarakat untuk mengenal produk atau layanan yang ada, iklan juga memiliki beberapa tujuan tertentu. Hebatnya, tujuan ini masih sama dari waktu ke waktu, tapi ada juga yang berubah berdasarkan situasi yang ada.
Tujuan Iklan
Tujuan utama dari iklan adalah untuk berkomunikasi dengan target audiens dan mempengaruhi perilaku mereka, terutama berkaitan dengan keputusan pembelian. Berikut adalah beberapa tujuan khusus yang umumnya dikejar melalui iklan:
1. Meningkatkan Kesadaran Merek (Brand Awareness)
Iklan dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang sebuah merek atau produk. Dengan memperkenalkan merek kepada publik, iklan memastikan bahwa konsumen mengenal dan mengingat produk atau layanan tersebut.
2. Mendorong Penjualan
Aspek komersial dari iklan adalah mendorong penjualan. Dengan menampilkan keunggulan dan manfaat produk, iklan bertujuan untuk mendorong audiens agar membeli produk atau menggunakan jasa tersebut.
3. Membangun Citra Merek
Iklan juga berperan dalam membentuk dan memelihara citra merek. Melalui iklan, sebuah merek dapat mengkomunikasikan nilai-nilai dan pesan yang ingin dikenal oleh publik, seperti keberlanjutan, inovasi atau kualitas.
4. Menginformasikan Pelanggan
Iklan sering digunakan untuk memberi informasi tentang produk atau layanan baru, perubahan harga, penawaran khusus atau fitur-fitur unik yang mungkin menarik bagi konsumen.
5. Mengubah Persepsi atau Sikap
Dalam beberapa kasus, iklan digunakan untuk mengubah persepsi publik terhadap merek atau produk tertentu, misalnya, setelah sebuah krisis reputasi atau dalam upaya rebranding.
6. Menciptakan Loyalitas Pelanggan
Iklan yang efektif dapat membantu dalam membangun dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Hal ini dilakukan dengan terus menerus mengingatkan mereka tentang merek dan menjaga hubungan yang kuat dengan konsumen.
7. Mencapai Target Pasar Spesifik
Iklan memungkinkan perusahaan untuk menargetkan audiens spesifik berdasarkan demografi, minat atau perilaku. Hal ini membantu dalam menyampaikan pesan yang lebih relevan dan efektif.
8. Pendidikan Pasar
Terutama untuk produk atau layanan baru yang inovatif, iklan berperan dalam mendidik pasar tentang bagaimana produk tersebut bekerja dan manfaat yang ditawarkannya.
Dengan berbagai tujuannya, iklan menjadi salah satu alat komunikasi paling penting dalam strategi pemasaran, membantu perusahaan untuk mencapai berbagai tujuan bisnis dan pemasaran mereka.
Namun saat ini, iklan berkembang menjadi alat promosi yang tidak terlihat seperti iklan. Sebab, beberapa dari masyarakat sering mengira bahwa iklan merupakan gimmick yang bisa saja berbeda dari klaim aslinya.
Tetap saja, iklan adalah iklan mau bagaimanapun bentuknya. Supaya kita bisa membedakan mana iklan atau tidak, mari kenali ciri-ciri iklan!
Jenis Iklan Berdasarkan Fungsi
Perlu Sobat MinDi ketahui, bahwa iklan dibagi menjadi beberapa jenis. Yaitu, berdasarkan fungsi, media, sifat, dan tujuannya. Maksudnya seperti apa? Mari kita bahas lebih lanjut!
1. Iklan Komersial
Iklan ini bertujuan komersial, yaitu untuk meningkatkan penjualan produk atau layanan.
Contohnya, iklan Shopee di Indonesia yang seringkali menampilkan selebriti terkenal untuk mempromosikan event belanja online dengan penawaran diskon menarik. Iklan ini dirancang untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian.
2. Iklan Layanan Masyarakat
Jenis iklan ini tidak bertujuan komersial, melainkan untuk memberikan informasi, edukasi, atau mengubah sikap masyarakat terhadap isu tertentu.
Misalnya, iklan dari Kementerian Kesehatan RI yang memberikan informasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus. Iklan ini lebih fokus pada penyampaian pesan sosial untuk kesejahteraan masyarakat.
Jenis Iklan Berdasarkan Media
1. Iklan Televisi
Iklan televisi adalah iklan yang disiarkan melalui stasiun TV. Iklan ini memanfaatkan gabungan dari audio dan visual untuk menyampaikan pesan kepada audiens yang luas. Biasanya, iklan TV dirancang untuk menarik perhatian, menyampaikan informasi tentang produk atau jasa, dan mendorong tindakan dari pemirsa.
Contohnya iklan susu Dancow di Indonesia, yang sering menampilkan anak-anak dalam situasi ceria, mengkomunikasikan pentingnya nutrisi untuk perkembangan anak.
2. klan Digital/Online
Iklan digital/online adalah iklan yang muncul di internet, termasuk di situs web, media sosial, atau melalui iklan video online. Iklan jenis ini bisa sangat ditargetkan berdasarkan demografi, minat, dan perilaku pengguna internet.
Contohnya iklan di YouTube oleh Lazada, yang sering menampilkan promo terbaru dengan cara yang kreatif dan menyenangkan untuk menarik perhatian pengguna internet.
3. Iklan Cetak
Iklan cetak muncul di media seperti koran, majalah, brosur, dan sejenisnya. Iklan ini mengandalkan daya tarik visual dan kekuatan kata-kata untuk menyampaikan pesan kepada pembaca.
Misalnya iklan produk kosmetik Wardah di majalah, menampilkan gambar produk yang jelas dengan deskripsi singkat tentang manfaatnya.
4. Iklan Radio
Iklan radio disiarkan melalui stasiun radio dan bergantung pada audio saja untuk menyampaikan pesan. Iklan radio efektif untuk menjangkau pendengar saat dalam perjalanan atau di rumah.
Kita bisa ambil contoh iklan Bank BCA di radio, yang menyampaikan informasi tentang layanan atau promo terbaru dengan menggunakan dialog atau jingle yang mudah diingat.
5. Iklan Media Luar Ruang (Outdoor)
Iklan luar ruang seperti billboard, spanduk, atau reklame di tempat-tempat umum. Iklan ini berukuran besar dan dirancang untuk menarik perhatian orang yang lewat di lokasi tersebut.
Misalnya, billboard iklan Telkomsel yang terpasang di lokasi strategis seperti di pinggir jalan raya utama.
Jenis Iklan Berdasarkan Sifat
1. Iklan Langsung
Iklan ini menargetkan audiens secara langsung dan personal, seperti melalui email marketing atau telemarketing.
Contohnya, email promosi dari JD.ID yang dikirimkan langsung ke inbox pelanggan. Iklan jenis ini efektif untuk komunikasi satu-ke-satu dan seringkali digunakan untuk audiens yang sudah dikenal atau memiliki sejarah pembelian.
2. Iklan Tidak Langsung
Iklan ini tidak langsung menargetkan penjualan, melainkan lebih fokus pada membangun citra atau brand awareness.
Misalnya, iklan Gojek yang menampilkan kisah inspiratif dari para mitra driver mereka. Tujuannya adalah untuk membangun citra positif perusahaan di mata publik.
Jenis Iklan Berdasarkan Tujuan
1. Iklan Informatif
Jenis iklan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang produk, layanan, atau fitur baru kepada konsumen.
Contohnya, iklan Bukalapak yang memberikan informasi tentang cara menggunakan fitur baru di aplikasi mereka. Iklan ini berguna untuk edukasi pelanggan dan sering digunakan saat peluncuran produk atau layanan baru.
2. Iklan Persuasif
Tujuannya adalah untuk meyakinkan atau mengubah sikap konsumen agar memilih produk atau layanan mereka.
Misalnya, iklan produk kecantikan Ponds yang menampilkan manfaat produk mereka untuk kesehatan kulit, seringkali dengan menggunakan testimoni atau endorsers. Iklan ini biasanya lebih menekankan pada emosi dan persuasi untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Setiap jenis iklan ini memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda, tergantung pada apa yang ingin dicapai oleh pengiklan. Pemilihan jenis iklan yang tepat sangat penting, agar pesan dapat tersampaikan secara efektif kepada audiens yang ditargetkan.
Namun untuk saat ini, beberapa perusahaan lebih senang menggunakan promosi iklan melalui internet. Sebab, memiliki khalayak yang luas dan lebih mudah digunakan. Biasanya, orang yang akan memantau iklan tersebut adalah seorang Digital Marketer.
Kalau kamu tertarik untuk menjadi seorang Digital Marketer dan masih belum tahu harus belajar dari mana, maka Bootcamp Digital Marketing bisa jadi solusi yang dipertimbangkan. Karena di sana, kamu akan belajar materi Digital Marketing dari awal bersama mentor yang berpengalaman.
Selain belajar di kelas berbasis online, kamu juga akan dilibatkan dalam project khusus. Bisa jadi salah satu project-nya adalah memantau iklan-iklan di internet, seperti yang kita bicarakan sekarang! Seru, โkan?
Baca Juga: 5 Cara Optimasi Performance Marketing Yang Efektif di Tahun 2023
Bagaimana Cara Menentukan Iklan yang Efektif Untuk Bisnis?
Menentukan iklan yang efektif untuk bisnis kamu melibatkan beberapa langkah strategis dan pemahaman mendalam tentang target pasar kamu. Berikut adalah beberapa cara untuk menentukan iklan yang efektif:
1. Kenali Target Audiens Kamu
Pahami siapa target audiens kamu, termasuk demografi mereka, minat, kebiasaan, dan kebutuhan. Hal ini akan membantu kamu dalam menyesuaikan pesan iklan agar relevan dan menarik bagi mereka.
2. Tetapkan Tujuan Iklan yang Jelas
Tentukan apa yang ingin kamu capai dengan iklan kamu. Apakah itu meningkatkan kesadaran merek, mendorong penjualan, atau menginformasikan pelanggan tentang produk baru? Tujuan yang jelas akan membimbing strategi iklan kamu.
3. Pilih Media yang Tepat
Berdasarkan pemahaman tentang target audiens dan tujuan iklan, pilihlah media iklan yang paling sesuai. Pertimbangkan berbagai pilihan seperti iklan digital, televisi, cetak, radio atau outdoor berdasarkan di mana audiens kamu paling sering berada.
4. Kembangkan Pesan yang Menarik dan Relevan
Buatlah pesan iklan yang menarik, kreatif, dan relevan dengan target audiens kamu. Gunakan bahasa dan visual yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.
5. Uji dan Adaptasi
Lakukan uji coba dengan berbagai format dan pesan iklan untuk melihat mana yang paling efektif. Gunakan analitik untuk mengukur kinerja iklan kamu dan jangan ragu untuk mengadaptasi strategi berdasarkan feedback dan hasil yang diperoleh.
6. Pantau Tren dan Kompetisi
Perhatikan tren terkini dalam industri kamu dan apa yang dilakukan oleh pesaing. Cara ini akan membantu kamu untuk tetap relevan dan inovatif dalam strategi iklan kamu.
7. Alokasikan Budget dengan Bijak
Tentukan budget untuk kampanye iklan kamu dan alokasikan secara bijak. Pastikan kamu mendapatkan ROI (Return on Investment) yang maksimal dari setiap rupiah yang diinvestasikan dalam iklan.
8. Mengintegrasikan dengan Strategi Pemasaran Keseluruhan
Iklan harus menjadi bagian dari strategi pemasaran yang lebih luas. Pastikan bahwa iklan kamu konsisten dengan pesan pemasaran keseluruhan dan membantu dalam mencapai tujuan bisnis kamu secara umum.
9. Manfaatkan Teknologi dan Data
Gunakan teknologi dan analisis data untuk lebih memahami efektivitas iklan kamu. Teknologi seperti AI dan machine learning dapat membantu dalam menyasar audiens yang tepat dan membuat keputusan pemasaran yang lebih baik.
Membuat iklan yang baik dengan mengetahui jenis-jenis iklan adalah salah satu langkah awal yang baik. Semakin baik lagi, jika kita bisa mengenal iklan yang sedang tren saat ini, seperti iklan yang beredar di internet.
Jika kamu ingin menggunakan jenis-jenis iklan di internet dan membutuhkan skill Digital Marketing untuk menganalisisnya, maka mengikuti Bootcamp Digital Marketing bisa jadi solusi yang tepat. Ayo daftar sekarang dan buat bisnis menjadi sukses!
Tags