dibimbing.id - Contoh Project Overview: Template hingga Cara Menulisnya

Contoh Project Overview: Template hingga Cara Menulisnya

Farijihan Putri

30 October 2023

17773

Image Banner

Catatan Redaksi:

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Oktober 2023 dan diperbarui pada 7 April 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.

Warga Bimbingan yang baru belajar Business Analyst pasti butuh melihat contoh project overview untuk memulai langkah pertamanya. Bekerja tanpa panduan tertulis ini membuat kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menebak kemauan klien.

Bayangkan betapa enaknya pekerjaanmu ketika semua anggota tim langsung sepakat mengenai arah tujuan bisnis sejak hari pertama. MinDi siap menemani kamu menyusun ringkasan penting ini langkah demi langkah agar pemahamanmu makin mantap.

Mari kita obrolin bareng seputar definisi, pilihan template, beserta panduan lengkap pembuatannya di artikel ini!


Apa Itu Project Overview?

Project overview adalah ringkasan umum mengenai suatu proyek yang disusun oleh project manager sebelum pekerjaan dimulai. Dokumen awal ini memuat informasi penting seperti latar belakang, tujuan, lingkup kerja, sasaran, stakeholders, anggaran, waktu pelaksanaan, hingga potensi risiko.

Pembuatan dokumen project overview bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada semua pihak tentang target proyek serta cara mencapainya. Tim proyek sering memakai ringkasan ini sebagai referensi utama dalam pengambilan keputusan serta evaluasi kemajuan kerja.

Keberadaan panduan tertulis membantu memastikan seluruh anggota tim memiliki visi yang sama sejak hari pertama. Kesamaan ekspektasi ini akan mencegah miskomunikasi dan konflik pada masa mendatang.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Business Analyst Terbaik


Template Project Overview

Untuk menyusunnya, kamu bisa memakai template sederhana di bawah ini:

  1. Project Name: Nama atau judul proyek yang akan berjalan.
  2. Project Manager: Pemimpin yang memegang tanggung jawab penuh.
  3. Project Sponsor: Eksekutif yang membiayai dan mendukung keberlangsungan proyek ini.
  4. Business Case: Latar belakang pelaksanaan serta hasil akhir yang diharapkan.
  5. Problem: Daftar masalah yang akan terselesaikan melalui inisiatif ini.
  6. Goals: Tujuan mendetail mengenai target capaian proyek.
  7. Deliverables: Daftar seluruh aktivitas serta hasil akhir yang akan diserahkan kepada pemilik proyek.
  8. Risk or Obstacles: Potensi rintangan yang mungkin muncul selama pengerjaan.


Contoh Project Overview untuk Proyek Digital

Sumber: Freepik

MinDi sudah menyiapkan tiga referensi khusus buat Warga Bimbingan pelajari:


1. Desain Ulang Website Perusahaan XYZ

  1. Project Name: Desain Ulang Website Perusahaan XYZ
  2. Project Manager: Dian Sastro
  3. Project Sponsor: Nicholas Saputra, CEO Perusahaan XYZ
  4. Business Case: Website Perusahaan XYZ saat ini sudah ketinggalan zaman dan kurang optimal menarik pelanggan. Pembaruan desain akan memberikan tampilan modern serta meningkatkan user experience untuk mendorong konversi penjualan online.
  5. Problem: Tampilan website lama kurang menarik, navigasi kurang ramah pengguna, waktu muat halaman sangat lambat, dan belum optimal untuk pengguna mobile.
  6. Goals: Meningkatkan estetika visual, mempercepat waktu muat halaman, menghadirkan desain responsif, serta menaikkan tingkat konversi pelanggan.
  7. Deliverables: Desain antarmuka (UI) baru, navigasi yang lebih intuitif, fitur chat interaktif real-time, halaman produk dengan CTA yang jelas, integrasi sistem CRM, dan laporan analitik selama 3 bulan pasca-peluncuran.
  8. Risk or Obstacles: Keterlambatan akibat revisi desain tambahan, potensi bug teknis pasca-peluncuran, penolakan dari pengguna lama, serta kemungkinan pembengkakan anggaran.


2. Peluncuran Aplikasi Keuangan ABC

  1. Project Name: Peluncuran Aplikasi Keuangan ABC
  2. Project Manager: Reza Rahadian
  3. Project Sponsor: Tara Basro, Direktur Inovasi ABC
  4. Business Case: Target pasar saat ini membutuhkan kemudahan akses pencatatan keuangan harian yang praktis. Pembuatan aplikasi baru akan memfasilitasi kebutuhan tersebut serta memperluas pangsa pasar perusahaan.
  5. Problem: Belum ada platform terintegrasi untuk pencatatan pengeluaran harian pelanggan, pencatatan manual memakan waktu lama, dan minimnya edukasi finansial digital.
  6. Goals: Menyediakan platform pencatatan keuangan praktis, mencapai 10.000 unduhan pada bulan pertama, serta meningkatkan kesadaran finansial pelanggan.
  7. Deliverables: Aplikasi mobile berbasis Android dan iOS, fitur kalkulator finansial otomatis, sistem notifikasi tagihan bulanan, serta materi promosi peluncuran.
  8. Risk or Obstacles: Kendala integrasi server saat peluncuran, proses persetujuan aplikasi yang memakan waktu di App Store, serta strategi pemasaran kompetitor yang masif.


3. Optimasi Sistem Gudang E-Commerce DEF

  1. Project Name: Pembaruan Sistem Manajemen Gudang DEF
  2. Project Manager: Iqbaal Ramadhan
  3. Project Sponsor: Chelsea Islan, COO E-Commerce DEF
  4. Business Case: Proses pencatatan stok barang di gudang masih manual dan sering memicu selisih data. Pembaruan sistem akan mempercepat proses inventarisasi serta meminimalisir kesalahan pencatatan.
  5. Problem: Pencatatan manual rentan kesalahan, hilangnya barang akibat pelacakan buruk, dan lambatnya proses pengemasan pesanan.
  6. Goals: Mempercepat waktu pemrosesan pesanan, menekan tingkat kehilangan barang hingga 0%, serta mengotomatisasi pembaruan stok harian.
  7. Deliverables: Software manajemen gudang baru, pemindai barcode otomatis, sesi pelatihan staf gudang, serta prosedur operasional standar (SOP) terbaru.
  8. Risk or Obstacles: Adaptasi staf terhadap teknologi baru yang memakan waktu, waktu henti operasional sementara saat instalasi sistem, serta potensi kerusakan perangkat keras.

Baca Juga: Kelas Business Analyst Online: Praktek Nyata & Dapat Magang!


Bagaimana Cara Menulis Project Overview yang Menarik?

Melihat berbagai referensi di atas pasti membuatmu semakin antusias untuk menyusun dokumen pertamamu. Simak deh 5 lima cara menyusunnya:


1. Kumpulkan Informasi Dasar Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah mencari contoh project overview yang relevan dengan industri.

Membaca project overview lainnya sangat membantu dalam memetakan format informasi yang tepat. Kumpulkan semua data mentah dari klien sebagai bahan tulisan utama. Pastikan kamu memahami secara pasti apa saja tujuan utama proyek.


2. Tuliskan Latar Belakang Masalah

Berikutnya, kamu perlu menjabarkan alasan kuat mengapa proyek ini harus berjalan. Jelaskan dengan runtut masalah apa saja yang saat ini sedang perusahaan hadapi.

Seluruh tim akan mengerti seberapa penting kontribusi mereka dalam menyelesaikan masalah tersebut.


3. Jabarkan Solusi dan Target Capaian

Kemudian, tuangkan solusi konkret yang akan kamu tawarkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Kamu bisa melihat kembali berbagai contoh project overview untuk menyusun poin-poin deliverables secara rapi.

Mempelajari project overview dari proyek serupa akan mempercepat proses penulisanmu. Tentukan target capaian yang spesifik agar proses evaluasinya berjalan lebih mudah.


4. Susun Alokasi Waktu dan Anggaran

Selain itu, perhitungan waktu dan dana harus masuk ke dalam ringkasan ini secara transparan. Tuliskan perkiraan durasi pengerjaan untuk setiap fase beserta batas waktu penyelesaiannya.

Pada saat yang sama, cantumkan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mencegah pembengkakan dana secara mendadak.


5. Identifikasi Potensi Risiko Sejak Awal

Sebagai penutup, kamu harus mendaftar semua kemungkinan buruk yang bisa menghambat jalannya pekerjaan.

Antisipasi tersebut sangat penting untuk menyiapkan rencana cadangan apabila situasi tidak berjalan sesuai harapan. Dokumen ini akan siap memandu tim menuju kesuksesan bersama.


Kesalahan Umum dalam Penyusunan Project Overview dan Solusinya

Sumber: Freepik

Warga Bimbingan juga wajib menghindari beberapa jebakan umum yang sering muncul saat menyusun dokumen krusial ini.


1. Kesalahan dalam Menentukan Lingkup Proyek

Seringkali tim memasukkan terlalu banyak detail tidak penting yang mengaburkan fokus utama. Kamu bisa mempelajari contoh project overview yang baik untuk melihat porsi informasi yang pas. 

Menganalisis project overview yang sukses akan memandumu menyusun ruang lingkup secara akurat. Solusi terbaiknya adalah mengadakan sesi diskusi bersama seluruh stakeholder untuk menetapkan batas proyek yang realistis.


2. Kesalahan dalam Pengalokasian Sumber Daya

Project manager terkadang kurang teliti dalam menghitung kebutuhan tenaga kerja dan anggaran.

Kamu wajib melakukan riset mendalam mengenai biaya serta keterampilan tim yang dibutuhkan. Pertimbangkan penyediaan dana tambahan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko tak terduga.


3. Kesalahan dalam Komunikasi dan Koordinasi

Ketidakjelasan peran setiap individu akan memicu tumpang tindih pekerjaan di lapangan. Pastikan kamu selalu merujuk pada contoh project overview terstandar untuk menuliskan struktur tim secara rinci.

Memiliki project overview yang jelas akan memudahkan distribusi tugas kepada seluruh anggota. Semua stakeholder wajib memiliki pemahaman yang sama untuk memaksimalkan kolaborasi harian.


4. Kesalahan dalam Menyusun Jadwal Waktu

Pembuatan tenggat waktu yang terlalu optimis sering mengabaikan tantangan nyata di lapangan.

Rencanakan jadwal dengan mempertimbangkan durasi yang masuk akal untuk setiap fase pengerjaannya. Selalu sediakan waktu cadangan (buffer time) untuk mengantisipasi berbagai kendala dadakan.


5. Kurangnya Keterlibatan Stakeholder

Perencanaan sepihak sering membuat hasil akhir meleset dari ekspektasi pengguna. Pastikan seluruh pihak dari sponsor hingga tim eksekusi ikut terlibat dalam proses peninjauan dokumen ini.

Keterlibatan penuh mereka akan sangat membantu dalam menyelaraskan kebutuhan proyek secara akurat.

Baca Juga: Switch Career ke Business Analyst: Panduan Sukses


Mulai Langkah Karier Business Analyst Bersama Dibimbing!

Menyusun ringkasan proyek secara komprehensif sangat membantu dalam menyamakan ekspektasi seluruh tim sejak hari pertama.

Penguasaan dokumen ini merupakan bekal utama buat Warga Bimbingan yang mau mendalami peran Business Analyst. Saatnya kamu memantapkan langkah dengan ikutan Bootcamp Business Analyst & Product Strategy dari Dibimbing!

Program ini menawarkan deretan benefit luar biasa buat mendukung proses belajarmu:

  1. 60+ Live Class dan 7+ Extra Live Session bersama mentor ahli
  2. Structured Weekly Assignment untuk portfolio building
  3. Technical Problem Class untuk membangun kemampuan problem solving teknis bagi BA & PM
  4. 1-on-1 Unlimited Personalized Session bersama instruktur expert
  5. Dampingan fasilitator dan mentor berdedikasi yang tersedia 24/7
  6. 12 minggu pengalaman magang di hiring company Dibimbing
  7. Program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan
  8. Bergabung di komunitas expertise Business Analyst & Product Strategy

Kalau ada pertanyaan, "Apakah materi kelasnya ramah untuk pemula?" atau "Bagaimana alur penyaluran kerjanya?", langsung saja konsultasi gratis di sini!

Dibimbing pasti #BimbingSampeJadi business analyst andal! Terbukti dari benefit yang worth it banget, 96% alumni udah kerja. MinDi berdoa kamu senantiasa dimudahkan dalam mencapai target karier impianmu ke depannya!


FAQ

1. Apa perbedaan utama antara project overview dan project plan?

Project overview memuat ringkasan umum mengenai tujuan dasar sebuah proyek secara menyeluruh. Dokumen project plan berisi rincian langkah operasional harian beserta daftar tugas spesifik setiap anggota tim.

2. Siapa yang bertanggung jawab menyusun project overview?

Project manager atau business analyst memegang tugas utama menyusun dokumen krusial ini. Mereka selalu berkolaborasi erat dengan klien beserta pihak sponsor untuk memastikan seluruh ekspektasi tercatat secara akurat.

3. Kapan waktu paling tepat untuk membuat dokumen ini?

Pembuatan panduan tertulis ini wajib tuntas sebelum seluruh anggota tim memulai pekerjaan teknis di lapangan. Kesepakatan awal ini berfungsi sebagai pondasi utama kelancaran eksekusi dari hari pertama hingga tahap peluncuran akhir.


Referensi

  1. How to Create an Excellent Project Overview (No Template Needed) [Buka]
  2. How to Write a Project Overview (With Examples) [Buka]

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!