dibimbing.id - Supplier Performance Management: Langkah Kerja, Metrik, & Strategi

Supplier Performance Management: Langkah Kerja, Metrik, & Strategi

Farijihan Putri

24 July 2025

582

Image Banner

Milih supplier itu gak bisa asal tunjuk, apalagi kalau kamu mau bisnis jalan lancar dan nggak rugi di belakang.

Bahkan, kamu juga perlu punya strategi Supplier Performance Management (SPM) biar hubungan sama vendor tetap sehat, kualitas produk terjaga, dan proses supply chain makin efisien.

Nah, di artikel ini kamu bakal ngerti gimana langkah kerja Supplier Performance Management, metrik-metrik penting buat evaluasi, sampai strategi jitu biar performa supplier bisa terus dikontrol dan ditingkatkan. 

Pokoknya, cocok banget buat Warga Bimbingan yang masih baru di dunia Supply Chain Management, atau lagi nyari bekal buat switch karier ke bidang ini. Yuk, simak sampai habis penjelasan MinDi!

Baca Juga: Panduan Memilih Bootcamp Supply Chain Management Terbaik 2025


Apa Itu Supplier Performance Management dan Mengapa Penting?


Supplier Performance Management adalah proses sistematis buat memantau, mengukur, dan mengevaluasi kinerja supplier secara berkala. Tujuannya simpel, memastikan supplier bisa memenuhi standar kualitas, kuantitas, biaya, dan waktu pengiriman sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu.

Proses ini biasanya melibatkan serangkaian metrik atau indikator performa, seperti on-time delivery, kualitas barang, ketepatan dokumen, hingga kecepatan respons.

Tapi, kenapa ini penting sih, MinDi? Nah, kinerja supplier berdampak langsung ke kelancaran rantai pasok dan kepuasan pelanggan.

Kalau supplier sering telat kirim barang atau kualitas produknya jelek, ujung-ujungnya operasional bisnis kamu yang kena imbas.

Kalo udah nerapin SCM, kamu bisa lebih proaktif mengidentifikasi masalah, memperbaiki hubungan kerja sama, dan bahkan melakukan negosiasi ulang kalau perlu.

Intinya, SCM bukan cuma soal kontrol ya, tapi juga soal kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Simak Proses Bisnis Supply Chain Management, Tahapan & Contoh


SPM vs. SRM: Membedakan Fungsi Krusial untuk Supplier


Meskipun terdengar mirip, Supplier Performance Management (SPM) dan Supplier Relationship Management (SRM) punya fokus yang berbeda.

SPM lebih menekankan evaluasi dan pengukuran kinerja supplier berdasarkan metrik tertentu, seperti ketepatan waktu pengiriman, kualitas produk, dan kepatuhan terhadap kontrak. Tujuannya memastikan supplier bisa memenuhi ekspektasi perusahaan secara konsisten dan efisien.

Sementara itu, SRM lebih fokus pada membangun dan memelihara hubungan strategis jangka panjang dengan supplier. Di sini, kerjasamanya lebih kolaboratif gak cuma soal performa, tapi juga inovasi bersama, peningkatan proses, dan penciptaan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Jadi, SPM adalah soal mengontrol dan mengukur, SRM adalah soal mengembangkan dan membina. Keduanya saling melengkapi dan idealnya diterapkan bareng supaya operasional supply chain makin solid.


3 Langkah Kerja SPM yang Efektif


Kalau udah paham bedanya SPM dan SRM, sekarang saatnya kamu pelajari gimana cara kerja Supplier Performance Management yang efektif. Berikut 3 langkah utamanya.


1. Menetapkan Ekspektasi Jelas


Pertama, kamu perlu menetapkan standar yang jelas dan terukur untuk supplier, mulai dari kualitas produk, ketepatan pengiriman, biaya yang disepakati, sampai manajemen risiko. Semakin spesifik ekspektasinya, semakin kecil kemungkinan miskomunikasi.


2. Memantau Kinerja dengan Cermat


Selanjutnya, kamu perlu terus memantau dan menganalisis data kinerja supplier secara berkala. Di tahap ini, supplier performance management menggunakan tools seperti scorecard, dashboard, atau software analitik untuk mengukur performa berdasarkan KPI yang sudah ditentukan.


3. Umpan Balik Berkelanjutan


Terakhir, jangan lupa kasih umpan balik secara berkala ke supplier. Lewat komunikasi dua arah yang terbuka, kamu bisa bahas area yang perlu diperbaiki sekaligus dorong kolaborasi untuk inovasi.

Baca Juga: Perbedaan Logistik dan Supply Chain dalam Bisnis, Apa Saja?


Apa Saja Metrik SPM yang Esensial?


Sumber: Freepik

Setelah tahu langkah kerjanya, sekarang Warga Bimbingan juga perlu ngerti metrik apa aja yang penting dalam Supplier Performance Management biar evaluasi makin akurat dan relevan. Yuk, bahas dua kategori metrik utamanya!


1. Dasar-dasar SPM: Kualitas, Waktu, dan Biaya


Nah, inilah metrik paling klasik dan wajib dalam supplier performance management. Kamu bakal ukur seberapa baik supplier menjaga kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman, dan efisiensi biaya sesuai kesepakatan.


2. Metrik Modern: Inovasi, Responsivitas, Risiko, dan Keberlanjutan


Seiring berkembangnya dunia bisnis, metrik juga ikut berkembang. Sekarang kamu perlu nilai seberapa cepat supplier merespons perubahan, mampu berinovasi, tahan terhadap risiko, dan peduli terhadap aspek keberlanjutan atau ESG.


Bagaimana Strategi Mengatasi Supplier Berkinerja Rendah?


Kalo udah tau metriknya, pasti kamu bakal nemu supplier yang performanya gak selalu sesuai ekspektasi. Nah, berikut 5 strategi yang bisa kamu terapkan buat mengatasi supplier berkinerja rendah.


1. Identifikasi Akar Masalah Secara Objektif


Langkah pertama adalah cari tahu penyebab turunnya performa dengan data yang valid. Bisa jadi masalahnya ada di proses internal supplier atau kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan.


2. Buka Komunikasi Dua Arah dengan Supplier


Selanjutnya, ajak supplier berdiskusi terbuka soal tantangan yang mereka hadapi. Lewat pendekatan kolaboratif, kamu bisa cari solusi bareng tanpa bikin hubungan kerja menjadi tegang


3. Terapkan Supplier Performance Management secara Konsisten


Penting banget buat tetap jalankan supplier performance management secara berkala. Evaluasi rutin bisa bantu deteksi penurunan performa sejak dini sebelum menjadi masalah besar.


4. Berikan Dukungan atau Pelatihan Bila Diperlukan


Kalau performa rendahnya karena skill gap atau kurangnya pemahaman proses, kamu bisa bantu dengan pelatihan atau dukungan teknis. Tujuannya agar supplier bisa makin berkualitas dan mengikuti standar.


5. Siapkan Rencana Kontinjensi


Sebagai langkah antisipasi, selalu punya opsi supplier cadangan kalau performa supplier utama gak kunjung membaik. Dengan begitu, operasional tetap aman tanpa terlalu bergantung pada satu pihak.

Baca Juga: Contoh Supply Chain Management Perusahaan Manufaktur, Lengkap


Udah Siap Menerapkan Supplier Performance Management?


Warga Bimbingan sekarang udah paham kan, supplier performance management bukan cuma soal evaluasi rutin, tapi juga strategi penting buat jaga efisiensi supply chain dan kualitas bisnis secara keseluruhan?

Kalau kamu pengen belajar lebih dalam dari langkah kerja, metrik, sampai studi kasus nyata, yuk ikut Bootcamp Supply Chain Management bareng mentor berpengalaman di Dibimbing!

Kamu bisa loh belajar pake silabus terlengkap & terupdate, praktek nyata buat bikin portofolio, gratis mengulang kelas, dan dukungan karier yang terbukti udah 96% alumni berhasil kerja dan ada penyaluran kerja ke 840+ hiring partner.

Kalo kamu masih punya pertanyaan, “Gimana cara pakai scorecard supplier yang benar?” atau “Perlu nggak sih software khusus buat SPM?”, konsultasi gratis aja deh lewat WhatsApp karena dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi!


Referensi


  1. How To Enhance Supplier Performance Management (SPM) [Buka]
  2. Supplier Performance Management: Best Practices [Buka]
  3. Supplier Performance Management Metrics and Frameworks Explained [Buka]
Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!