Corporate Training
7 Skill Data Analytics yang Dibutuhkan Karyawan untuk Karir
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
5/05/2026
51 Views
Kebutuhan akan skill data analytics yang dibutuhkan karyawan untuk karir terus meningkat di tengah perubahan dunia kerja. Menurut Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, 22% pekerjaan global akan terdampak hingga 2030, dengan 170 juta peran baru tercipta dan 92 juta peran tergantikan. 
Di sisi lain, kesiapan skill masih belum merata di banyak organisasi. Riset Accenture dan Qlik terhadap 9.000 karyawan global menemukan bahwa karyawan yang kewalahan dengan data kehilangan rata-rata 43 jam kerja per tahun, sementara karyawan yang data-literate 50% lebih berdaya dalam mengambil keputusan. 
Angka ini menunjukkan bahwa skill data analytics bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian penting dari pengembangan karir. Artikel ini akan membahas 7 skill data analytics yang dibutuhkan karyawan, manfaatnya, serta cara meningkatkannya secara praktis.
Apa Itu Skill Data Analytics?
Skill data analytics adalah kemampuan untuk mengumpulkan, membaca, mengolah, dan menganalisis data agar bisa digunakan untuk memahami situasi atau mendukung keputusan kerja.
Skill ini tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga kemampuan melihat pola, menemukan insight, dan menjelaskan arti data dalam konteks bisnis atau pekerjaan sehari-hari.
Dalam praktiknya, skill data analytics bisa mencakup penggunaan spreadsheet, dashboard, visualisasi data, hingga interpretasi hasil analisis agar lebih mudah dipahami oleh tim atau manajemen.
Sederhananya, skill ini membantu karyawan mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna, sehingga pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih terarah, efisien, dan berbasis data.
Baca Juga : Vendor Corporate Training Terbaik 2026: Hasil Pelatihan Terukur
Skill Data Analytics yang Dibutuhkan Karyawan
Sumber: Canva
Untuk memahaminya dengan jelas, skill data analytics tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga kemampuan membaca pola dan menyampaikan insight.
Berdasarkan Future of Jobs Report 2025, berikut ini adalah 7 skill data analytics yang dibutuhkan karyawan, di antaranya kemampuan analitis, pemahaman teknologi, serta kemampuan belajar dan beradaptasi.
1. Analytical thinking
Analytical thinking adalah kemampuan untuk membaca situasi, menemukan pola, lalu menarik kesimpulan yang logis dari data.
Skill ini penting karena karyawan tidak cukup hanya melihat angka, tetapi juga harus memahami apa arti angka tersebut bagi pekerjaan atau bisnis.
World Economic Forum menempatkan analytical thinking sebagai salah satu core skill teratas yang paling dicari pemberi kerja, dengan sekitar 7 dari 10 perusahaan menilai skill ini esensial. 
2. AI and big data
Skill ini berkaitan dengan kemampuan memahami cara kerja data dalam skala besar, termasuk bagaimana data digunakan dalam sistem digital dan AI.
Karyawan tidak selalu harus menjadi data scientist, tetapi perlu memahami dasar penggunaan data untuk mendukung proses kerja yang semakin terdigitalisasi.
Menurut World Economic Forum, AI and big data merupakan skill dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun ke depan. 
3. Technological literacy
Technological literacy adalah kemampuan memahami dan menggunakan tools digital yang mendukung analisis data, seperti dashboard, spreadsheet, atau platform analitik.
Skill ini membantu karyawan lebih cepat beradaptasi dengan sistem kerja modern yang berbasis teknologi. World Economic Forum juga menempatkan technological literacy sebagai salah satu skill yang pertumbuhannya paling tinggi di dunia kerja. 
4. Creative thinking
Creative thinking dibutuhkan agar karyawan tidak hanya membaca data secara mentah, tetapi juga mampu menemukan sudut pandang baru dari insight yang ada.
Dalam praktiknya, skill ini membantu seseorang melihat peluang, memecahkan masalah, atau menyusun rekomendasi yang lebih relevan dari hasil analisis data. World Economic Forum mencatat creative thinking sebagai salah satu skill yang naik pesat kebutuhannya di pasar kerja. 
5. Resilience, flexibility, and agility
Saat bekerja dengan data, kondisi bisnis bisa berubah cepat dan insight yang muncul juga dapat bergeser dari waktu ke waktu.
Karena itu, karyawan perlu punya ketahanan, fleksibilitas, dan agility agar bisa menyesuaikan analisis maupun keputusan dengan situasi terbaru. World Economic Forum menempatkan kombinasi skill ini tepat setelah analytical thinking dalam daftar core skill yang paling dibutuhkan. 
6. Curiosity and lifelong learning
Data analytics adalah bidang yang terus berkembang, baik dari sisi tools, metode, maupun kebutuhan bisnisnya.
Karyawan yang punya rasa ingin tahu tinggi dan mau terus belajar akan lebih mudah mengikuti perubahan serta mengembangkan kemampuan analisisnya. World Economic Forum memasukkan curiosity and lifelong learning ke dalam kelompok skill yang terus naik pentingnya di dunia kerja. 
7. Leadership and social influence
Skill data analytics juga perlu didukung kemampuan memengaruhi orang lain melalui insight yang disampaikan. Artinya, hasil analisis bukan hanya dipahami sendiri, tetapi juga digunakan untuk mengarahkan diskusi, memberi rekomendasi, dan mendorong keputusan yang lebih baik di tim.
Dalam laporan World Economic Forum, leadership and social influence termasuk core skill penting yang berjalan berdampingan dengan kemampuan kognitif dan adaptif
Baca Juga: Jasa Corporate Training Indonesia Terbaik & Terpercaya
Mengapa Skill Data Analytics Penting untuk Karyawan?
untuk memahaminya, skill data analytics kini bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi bagian dari kebutuhan kerja sehari-hari.
Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dan riset Accenture–Qlik, kemampuan analitis dan pemahaman data semakin penting untuk mendukung produktivitas, adaptasi kerja, dan perkembangan karir.
1. Membantu mengambil keputusan lebih tepat
Skill data analytics membantu karyawan membaca data, melihat pola, lalu membuat keputusan yang lebih logis.
Saat keputusan didukung data, pekerjaan juga menjadi lebih terarah. Ini membuat karyawan tidak hanya mengandalkan asumsi saat bekerja.
2. Membuat karyawan lebih siap menghadapi perubahan
Dunia kerja terus berubah, dan banyak peran kerja akan ikut terdampak dalam beberapa tahun ke depan.
Skill data analytics membantu karyawan lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan, tools, dan sistem kerja baru. Dengan begitu, karyawan bisa tetap relevan di tengah perubahan.
3. Meningkatkan produktivitas kerja
Riset Accenture dan Qlik menunjukkan bahwa karyawan yang kewalahan dengan data kehilangan rata-rata 43 jam kerja per tahun.
Ini menunjukkan bahwa kurangnya kemampuan data dapat memengaruhi efisiensi kerja secara langsung. Sebaliknya, saat karyawan lebih nyaman bekerja dengan data, proses kerja cenderung lebih cepat dan efektif.
4. Mendukung perkembangan karir jangka panjang
Karyawan yang lebih data-literate terbukti 50% lebih berdaya dalam mengambil keputusan. Hal ini menunjukkan bahwa skill data analytics bukan hanya berguna untuk pekerjaan saat ini, tetapi juga penting untuk pertumbuhan karir.
Semakin baik kemampuan datanya, semakin besar pula nilai tambah yang dimiliki karyawan di dunia kerja.
Baca Juga: Lembaga Pelatihan Karyawan Terbaik 2026: Kriteria & Rekomendasi
Bagaimana Cara Meningkatkan Skill Data Analytics?
Sumber: Canva
Untuk mengembangkan skill data analytics, pendekatannya tidak harus langsung teknis atau kompleks.
Karyawan bisa mulai dari kebiasaan sederhana yang relevan dengan pekerjaan sehari-hari. Berikut ini adalah 4 cara meningkatkan skill data analytics.
1. Mulai dari tools yang digunakan sehari-hari
Belajar data analytics akan lebih efektif jika dimulai dari tools yang sudah familiar, seperti Excel atau dashboard kerja.
Dengan cara ini, karyawan bisa langsung memahami metrik yang digunakan dalam pekerjaannya. Pendekatan ini juga membuat proses belajar terasa lebih praktis dan tidak membingungkan.
2. Gunakan studi kasus dari pekerjaan sendiri
Pembelajaran akan lebih mudah dipahami jika menggunakan data yang berkaitan langsung dengan tugas sehari-hari.
Karyawan bisa belajar menganalisis data dari proyek yang sedang dikerjakan. Cara ini membantu melatih kemampuan mengambil keputusan berbasis data secara nyata.
3. Biasakan membaca dan mendiskusikan data
Karyawan perlu dibiasakan untuk membaca laporan, melihat tren, dan memahami perubahan data.
Diskusi ringan dalam tim juga dapat membantu memahami sudut pandang yang berbeda terhadap data. Kebiasaan ini efektif untuk membangun pola pikir analitis.
4. Ikuti pelatihan atau corporate training
Perusahaan dapat mendukung peningkatan skill melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan kerja.
Program corporate training membantu karyawan memahami data analytics secara terstruktur dan aplikatif. Selain itu, pelatihan juga meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan data di tempat kerja.
Baca Juga : Perusahaan Pelatihan Karyawan Terbaik 2026 untuk SDM Unggul
Portofolio Pelatihan Data Analytics Dibimbing
Sumber: Rucika x Dibimbing
Salah satu contoh implementasi pelatihan data analytics Dibimbing terlihat pada program bersama PT Wahana Duta Jaya Rucika yang mempercayakan corporate training kepada Dibimbing. Pelatihan ini dilakukan secara hybrid dalam periode Januari hingga April 2025 dengan fokus pada peningkatan skill data analytics karyawan.
Dalam program ini, peserta mempelajari berbagai skill penting seperti penggunaan Power BI, dasar Python Programming, serta optimasi penulisan syntax dengan bantuan AI seperti Gemini dan ChatGPT. Materi dirancang agar tidak hanya teoritis, tetapi langsung relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari.
Hasilnya, pelatihan ini menunjukkan dampak positif dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 82% dan rating keseluruhan 4.39 dari 5. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang praktis dan berbasis kebutuhan bisnis mampu meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri karyawan dalam menggunakan data.
Siap Mengembangkan Karyawan Anda Bersama Dibimbing?
Pelatihan dan pengembangan karyawan berperan penting dalam meningkatkan skill, kinerja, dan kesiapan tim menghadapi perubahan. Karena itu, perusahaan perlu menghadirkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kerja.
Melalui Program Corporate Training Dibimbing, Anda bisa menghadirkan pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan spesifik organisasi. Jadi, pengembangan karyawan tidak berhenti di teori, tetapi bisa langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Dibimbing didukung oleh 338+ mentor berkualitas dan telah dipercaya oleh 58+ perusahaan di Indonesia dengan tingkat kepuasan 90%.
Yuk, konsultasi gratis bersama Dibimbing dan temukan solusi training terbaik untuk perusahaan Anda.
FAQ
1. Apa saja skill data analytics yang dibutuhkan karyawan untuk karir?
Skill data analytics yang dibutuhkan karyawan antara lain analytical thinking, pemahaman data, technological literacy, creative thinking, kemampuan belajar, adaptasi, dan komunikasi insight. Skill ini membantu karyawan bekerja lebih efektif dan relevan di dunia kerja saat ini.
2. Mengapa skill data analytics penting untuk karir karyawan?
Skill data analytics penting karena banyak keputusan kerja kini berbasis data. Kemampuan ini juga membantu karyawan lebih siap menghadapi perubahan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peluang karir.
3. Apakah skill data analytics hanya dibutuhkan data analyst?
Tidak. Skill data analytics juga dibutuhkan oleh karyawan di bidang marketing, HR, sales, operasional, dan posisi lainnya. Banyak pekerjaan kini memerlukan kemampuan membaca dan memahami data dasar.
4. Bagaimana cara meningkatkan skill data analytics untuk karir?
Skill data analytics bisa ditingkatkan dengan belajar dari tools kerja sehari-hari, menggunakan studi kasus nyata, dan mengikuti pelatihan yang relevan. Pendekatan yang praktis biasanya lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
Tags
