Corporate Training
Bagaimana Metode Training LEGO Serious Play? Tahapan & Bukti Nyata
Farijihan Putri
26/05/2026
106 Views
Bayangkan sesi training yang biasanya diisi dengan slide presentasi dan ceramah satu arah kini berubah menjadi ruang penuh energi saat setiap peserta sibuk membangun model LEGO.
Itulah esensi dari metode Training LEGO Serious Play (LSP), sebuah pendekatan fasilitasi yang mengubah cara tim berkolaborasi, berpikir kreatif, dan menyelesaikan masalah kompleks.
Bagi Anda yang memimpin tim HR atau memegang keputusan strategis pengembangan SDM, tantangan terbesar biasanya bukan soal anggaran, melainkan memastikan setiap sesi training benar-benar berdampak dan tidak berlalu begitu saja.
Melalui LSP, setiap suara didengar, setiap perspektif divisualisasikan, dan setiap peserta berangkat dari ruangan dengan pemahaman yang selaras. Metode tersebut bukan sekadar bermain, saat ini telah menjadi proses terstruktur yang kini tersedia di Indonesia melalui Dibimbing.
Baca Juga: Rekomendasi Corporate Training Terbaik di Jakarta
Mengenal LEGO Serious Play sebagai Metode Training Korporat
Sumber: Magnific
LEGO Serious Play adalah metodologi fasilitasi yang memanfaatkan bata LEGO sebagai media untuk mengeksplorasi ide, memecahkan masalah, dan membangun kesepakatan dalam tim.
Peserta membangun model tiga dimensi yang merepresentasikan pemikiran mereka terhadap tantangan bisnis yang diberikan, kemudian berbagi cerita di balik model tersebut.
Berbeda dari training konvensional yang sering didominasi pembicara, LSP menciptakan ruang partisipasi 100% setara—dari staf junior hingga direktur membangun dan berbicara dengan porsi yang sama.
LSP belum banyak tersedia di Indonesia sebagai corporate training terstruktur, maka dari itu Dibimbing ikut menghadirkan lego serious play indonesia dengan fasilitator bersertifikat dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis lokal.
Melalui program ini, perusahaan Anda bisa merasakan langsung transformasi kolaborasi tim yang sulit dicapai dengan metode konvensional. Inilah jawaban atas tantangan training yang selama ini hanya berakhir dengan tumpukan slide tanpa dampak nyata.
Bagaimana Metode Training LEGO Serious Play Bekerja?
Memahami cara kerja LSP akan membantu Anda melihat mengapa metode ini begitu efektif untuk konteks korporat. Berikut 3 pilar utama yang membuat metode training LEGO Serious Play bekerja.
1. Filosofi "Thinking with Hands" dalam LSP
LSP bertumpu pada keyakinan bahwa proses membangun dengan tangan mengaktifkan area otak yang berbeda dari sekadar berpikir verbal.
Koneksi tangan-otak ini membuka jalur kreativitas yang sering terhambat dalam diskusi berbasis kata-kata. Masalah abstrak yang sulit dijelaskan tiba-tiba menjadi gamblang saat direpresentasikan dalam model tiga dimensi.
2. Peran Fasilitator dalam Memandu Sesi LSP
Fasilitator bertugas merumuskan pertanyaan pemantik yang menantang peserta untuk berpikir di luar kebiasaan dan membangun model yang bermakna.
Mereka menjaga ritme sesi, memastikan setiap peserta mendapat giliran berbicara, dan mengarahkan diskusi tanpa mendikte kesimpulan akhir. Kehadiran fasilitator bersertifikat inilah yang membedakan LSP dari sekadar "bermain LEGO" biasa.
3. Tahapan Sesi LSP: Dari Warm-Up hingga Shared Model
Sesi LSP mengalir melalui empat tahapan yang saling terhubung secara logis. Peserta memulai dengan Warm-Up Build untuk membiasakan diri dengan bata dan mengaktifkan pola pikir kreatif.
Dilanjutkan dengan Individual Build di mana setiap orang membangun jawaban atas pertanyaan fasilitator, lalu Share & Reflect untuk menceritakan model masing-masing dalam dialog terbuka.
Puncaknya adalah Shared Model—sebuah "lanskap bersama" yang menjadi dasar kesepakatan dan action plan tim.
Apa Saja Bukti Efektivitas Metode LEGO Serious Play?
Data konkret berikut menunjukkan metode training LEGO Serious Play bukan sekadar klaim tanpa dasar. Dua studi independen mengonfirmasi efektivitasnya di berbagai konteks.
1. LSP vs Virtual Reality: Mana yang Lebih Efektif?
Penelitian Gordillo, López-Fernández, dan Mayor menguji efektivitas LSP dan virtual reality pada 59 mahasiswa software engineering menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test dan post-test.
Hasilnya menunjukkan kedua pendekatan game-based learning sama-sama efektif dalam meningkatkan learning performance dan motivasi peserta. Menariknya, kelompok VR sedikit unggul dalam performa belajar, namun LSP unggul dalam aspek kolaborasi dan storytelling.
Temuan tersebut menegaskan LSP sangat cocok untuk pelatihan yang membutuhkan penyelarasan tim dan pembangunan konsensus.
2. LSP untuk Problem-Solving di Dunia Engineering
Wijayaratna dan timnya menerapkan LSP untuk mendiskusikan solusi transportasi shared space di New South Wales, Australia—sebuah isu teknis yang kompleks dan multidisipliner.
Hasil workshop menunjukkan bahwa LSP memungkinkan peserta mengartikulasikan pandangan, mendebat berbagai ide, dan mencapai kompromi secara efektif.
Komponen storytelling dalam LSP terbukti menjadi kunci yang mendorong diskusi mendalam dan konsensus di antara para praktisi. Temuan tersebut membuka potensi penerapan LSP di disiplin engineering dan desain lainnya.
Mengapa Data Penting untuk Keputusan Training Perusahaan Anda?
Kedua studi di atas memberikan landasan empiris bahwa LSP bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan metode fasilitasi yang terukur dampaknya.
Di tengah realita bahwa 49% karyawan mengaku hanya "skip" materi compliance training demi cepat selesai, LSP hadir sebagai alternatif yang membuat peserta benar-benar terlibat secara aktif.
Studi dari Journal of Innovation & Knowledge (2024) memperkuat temuan ini dengan membuktikan metode pelatihan berbasis gamifikasi secara signifikan meningkatkan retensi pengetahuan dan performa kerja karyawan.
Sebagai bagian dari program corporate training perusahaan, LSP menjadi pilihan strategis dengan landasan riset yang kokoh.
Baca Juga: 10+ Tren Pelatihan Karyawan Terbaru
Metode LEGO Serious Play Training di Dibimbing: Langkah demi Langkah
Setiap sesi LSP di Dibimbing difasilitasi oleh trainer bersertifikat dan mengikuti alur yang sistematis. Berikut empat langkah yang akan dijalani tim Anda.
1. Warm-Up Build: Membiasakan Diri dengan Bata LEGO
Peserta membangun model sederhana untuk terbiasa dengan bata dan mulai mengaktifkan pola pikir kreatif. Tidak ada jawaban benar atau salah dalam tahap pemanasan ini. Aktivitas ini juga mencairkan suasana dan mengurangi kecanggungan, terutama bagi peserta yang belum pernah menyentuh LEGO sejak kecil. Yang terpenting, tahap ini membangun kepercayaan diri setiap orang bisa membangun dan bercerita.
2. Individual Build: Menerjemahkan Jawaban ke Model 3D
Fasilitator mengajukan pertanyaan terkait topik training, dan setiap peserta membangun model yang merepresentasikan jawabannya secara individual.
Proses membangun akan memaksa otak untuk fokus pada esensi, bukan terjebak dalam kompleksitas verbal. Model yang dibangun menjadi "jangkar visual" yang memudahkan peserta mengomunikasikan gagasan yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata semata.
3. Share & Reflect: Semua Suara Didengar, Tidak Ada yang Diam
Setiap peserta menceritakan model atau hasil dari LEGO yang telah dibangun. Tidak ada yang diam karena setiap orang mendapat giliran berbicara yang sama.
Dialog terbuka ini menciptakan ruang aman di mana semua perspektif dihargai tanpa dominasi suara tertentu. Di sinilah kekuatan LSP benar-benar terasa—ide dari anggota yang biasanya pasif ikut terserap ke dalam diskusi tim.
4. Shared Model: Sintesis Perspektif untuk Action Plan Bersama
Tim membangun "lanskap bersama" yang merupakan sintesis dari seluruh perspektif individu yang telah dibagikan. Model bersama inilah yang menjadi dasar kesepakatan dan action plan konkret setelah sesi berakhir.
Dokumentasi model dan insight yang terekam menjadi artefak yang bisa dirujuk kembali saat implementasi berjalan di lapangan.
Perbandingan Metode LSP dengan Training Konvensional
LEGO Serious Play sering dibandingkan dengan metode training yang lebih dulu populer. Berikut perbedaan kunci yang perlu Anda pertimbangkan:
Aspek | LEGO Serious Play | Brainstorming Tradisional | Design Thinking Workshop |
Media Utama | Model 3D (bata LEGO) | Verbal dan sticky notes | Sticky notes, whiteboard, prototyping |
Partisipasi | 100% setara, semua bicara | Dominasi peserta vokal | Bervariasi, tergantung fasilitator |
Pendekatan | Hands-on, thinking with hands | Diskusi verbal, ide bebas | Empathize, define, ideate, prototype, test |
Output Utama | Pemahaman bersama dan action plan visual | Daftar ide yang perlu difilter | Prototipe solusi dan user journey |
Kecocokan | Masalah kompleks, strategi, budaya tim | Ideasi awal, eksplorasi kreatif | Pengembangan produk dan layanan |
Baca Juga: Lembaga Pelatihan Karyawan Terbaik: Kriteria & Rekomendasi
Terapkan Metode LEGO Serious Play untuk Tim Anda bersama Dibimbing!
LEGO Serious Play telah terbukti secara empiris mampu mentransformasi cara tim berkolaborasi—dari partisipasi setara, visualisasi masalah kompleks, hingga lahirnya action plan yang dimiliki bersama.
Metode training LEGO Serious Play bukan sekadar aktivitas bermain, tapi strategi pengembangan SDM yang terukur dampaknya.
Bersama Dibimbing, Anda mendapatkan akses ke LEGO Serious Play Indonesia dengan fasilitator bersertifikat dan kurikulum yang disesuaikan dengan konteks bisnis lokal.
Selain LSP, Dibimbing juga menyediakan program Corporate Training: Soft Skill Training lainnya seperti Self Leadership dan Team Building untuk kebutuhan pengembangan tim yang lebih luas. Sudah terbukti, 58+ mitra sukses telah merasakan dampak positif dengan tingkat kepuasan 90%.
Kalau Anda memiliki pertanyaan, "Bagaimana metode pembelajarannya?" atau "Apakah program bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri kami?", konsultasi gratis di sini saja!
Tim Dibimbing siap #BimbingSampeJadi mitra strategis pengembangan tim Anda.
FAQ
1. Apakah peserta harus punya pengalaman bermain LEGO sebelumnya?
Tidak sama sekali. Metode LSP tidak membutuhkan keahlian membangun yang rumit—setiap orang bisa langsung berpartisipasi tanpa pengalaman sebelumnya.
2. Berapa durasi ideal untuk satu sesi LEGO Serious Play?
Sesi standar berlangsung 3-4 jam untuk satu topik spesifik, bisa disesuaikan menjadi half-day atau full-day workshop tergantung kedalaman dan kompleksitas isu yang dibahas.
3. Berapa biaya untuk mengadakan training LSP untuk perusahaan?
Biaya bervariasi tergantung jumlah peserta, durasi sesi, dan tingkat kustomisasi materi. Hubungi tim Dibimbing untuk mendapatkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Referensi
- Examining and Comparing the Effectiveness of Virtual Reality Serious Games and LEGO Serious Play for Learning Scrum [Buka]
- Leveraging Lego Serious Play® in Examining Practitioner Perspectives of Shared Spaces [Buka]
- Leveling up in corporate training: Unveiling the power of gamification to enhance knowledge retention, knowledge sharing, and job performance [Buka]
Tags
