Corporate Training
Apa Itu LEGO Serious Play Training? Panduan Lengkap
Farijihan Putri
26/05/2026
86 Views
Anda pernah mengikuti sesi brainstorming yang didominasi oleh satu dua suara saja, sementara anggota tim lain hanya diam dan mengangguk? Di sinilah LEGO Serious Play (LSP) Training menjadi jawaban yang selama ini dicari banyak perusahaan.
LEGO Serious Play (LSP) Training adalah sebuah metode fasilitasi inovatif yang memastikan setiap suara didengar melalui media yang tidak asing: LEGO.
Metode ini memaksa peserta untuk "berpikir dengan tangan", mengubah konsep abstrak menjadi model fisik yang bisa dilihat, disentuh, dan didiskusikan bersama.
Bukan sekadar bermain, LSP adalah pendekatan terstruktur yang kini mulai dilirik korporasi global untuk memecahkan masalah kompleks dan menyelaraskan visi tim.
Baca Juga: Rekomendasi Corporate Training Terbaik di Jakarta
Apa Itu LEGO Serious Play Training?
Sumber: Magnific
LEGO Serious Play adalah metodologi fasilitasi yang menggunakan LEGO sebagai media untuk mengeksplorasi ide, memecahkan masalah, dan membangun pemahaman bersama dalam sebuah tim.
Peserta membangun model tiga dimensi yang merepresentasikan pemikiran mereka terhadap tantangan yang diberikan, lalu berbagi cerita di balik model tersebut. Proses tersebut mengaktifkan koneksi antara tangan dan otak yang sering terabaikan dalam sesi meeting konvensional.
Berbeda dengan workshop biasa yang mengandalkan verbal dan slide presentasi, LSP menciptakan ruang aman di mana setiap peserta—dari staf junior hingga direktur—berkontribusi secara setara.
LSP belum banyak digunakan di Indonesia sebagai metode corporate training terstruktur. Maka dari itu Dibimbing menghadirkan LEGO Serious Play Training ke dalam ekosistem B2B corporate training di Indonesia dengan fasilitator bersertifikat dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan bisnis lokal.
Mengapa Perusahaan Mulai Melirik LEGO Serious Play?
Studi terbaru dari Journal of Innovation & Knowledge (2024) membuktikan, metode pelatihan berbasis gamifikasi, seperti yang digunakan dalam LSP, secara signifikan mampu meningkatkan retensi pengetahuan dan performa kerja karyawan.
Sementara itu, data Ken Research menyebutkan, 49% karyawan mengaku hanya skip materi compliance training demi cepat selesai. Kondisi tersebut menjadi sinyal metode pelatihan tradisional sudah tidak efektif. Lalu, apa saja manfaat spesifik yang membuat LSP berbeda?
1. Partisipasi 100%
Setiap anggota tim, dari staf hingga eksekutif, mendapat porsi bicara yang setara karena setiap orang harus membangun modelnya sendiri sebelum berbagi cerita.
Mekanisme ini secara alami menghilangkan dominasi diskusi oleh satu atau dua orang yang biasanya paling vokal di ruang meeting. Hasilnya, ide-ide dari anggota yang biasanya pendiam pun ikut terserap ke dalam diskusi.
2. Berpikir Kreatif dan Holistik
LSP mengaktifkan koneksi antara tangan dan otak yang membantu peserta memvisualisasikan masalah abstrak menjadi model nyata dan mudah dipahami.
Proses membangun ini memicu cara berpikir yang berbeda—kreativitas muncul secara organik saat peserta mencari cara merepresentasikan konsep rumit dalam bentuk fisik. Alhasil, solusi yang muncul sering kali tidak terpikirkan dalam sesi brainstorming konvensional.
3. Penyelesaian Masalah Kompleks
LSP sangat efektif untuk restrukturisasi tim, perencanaan strategis jangka panjang, hingga penanaman budaya perusahaan. Kompleksitas yang sulit dijelaskan dengan kata-kata tiba-tiba menjadi gamblang saat divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi.
Inilah yang membuat LSP unggul ketika tim menghadapi tantangan yang multifaset dan tidak memiliki jawaban tunggal.
Hal ini sejalan dengan temuan LinkedIn's Skills on the Rise 2025 Report yang menempatkan adaptability, innovative thinking, dan komunikasi sebagai soft skills paling krusial yang dicari perusahaan tahun ini.
LSP hadir sebagai metode yang secara alami mengasah ketiga skill tersebut dalam satu sesi terpadu. Sebagai bagian dari program corporate training perusahaan, LSP menjadi pilihan strategis untuk pengembangan tim yang terukur.
Baca Juga: Lembaga Pelatihan Karyawan Terbaik: Kriteria & Rekomendasi
Bagaimana Cara Kerja LEGO Serious Play Training?
Setelah memahami manfaatnya, mari bedah mekanisme sesi LSP yang membuat metode ini begitu powerful. Setiap tahapan memiliki peran spesifik dalam membangun dialog yang mendalam dan bermakna.
1. Peran Fasilitator dalam LSP
Fasilitator bertugas merancang pertanyaan pemantik yang menantang peserta untuk berpikir di luar kebiasaan dan membangun model yang bermakna.
Selain itu, fasilitator akan menjaga ritme sesi agar tetap fokus, memastikan setiap peserta mendapat giliran berbicara, dan mengarahkan diskusi tanpa mendikte kesimpulan.
Fasilitator juga membantu peserta menghubungkan model yang dibangun dengan konteks bisnis dan tantangan nyata yang dihadapi tim.
2. Tahapan Sesi: Challenge, Build, Share, Reflect
Setiap sesi LSP dimulai dengan challenge—fasilitator mengajukan pertanyaan yang harus dijawab peserta dengan membangun model LEGO.
Selanjutnya, setiap peserta membangun model secara individual dalam waktu terbatas, memaksa otak untuk fokus pada esensi masalah. Setelah selesai, setiap peserta berbagi cerita tentang model mereka, menjelaskan makna di balik setiap elemen yang dibangun.
Tahap terakhir adalah reflect, dimana seluruh tim mendiskusikan pola, kesamaan, dan insight yang muncul dari model-model yang telah dibagikan.
3. Output yang Dihasilkan dari Sesi LSP
Output utama dari sesi LSP bukanlah model LEGO itu sendiri, melainkan pemahaman bersama dan kesepakatan yang terbentuk selama proses berbagi cerita.
Peserta keluar dari sesi dengan gambaran jelas tentang langkah selanjutnya, prioritas tim, atau solusi terhadap masalah yang sebelumnya terasa buntu.
Dokumentasi foto model dan insight yang terekam menjadi artefak yang bisa dirujuk kembali saat implementasi berjalan.
Bagi perusahaan yang mencari jasa corporate training Indonesia, metode LSP menawarkan pendekatan yang berbeda dari training konvensional yang sering kali hanya berakhir dengan tumpukan slide presentasi.
Kapan dan untuk Siapa LSP Cocok Digunakan?
Sumber: Magnific
LEGO Serious Play adalah metode yang fleksibel dan bisa diterapkan di berbagai konteks organisasi. Berikut 3 momen paling tepat untuk menggunakan LSP dalam perjalanan tim Anda.
1. Team Building dan Onboarding
LSP sangat efektif untuk mempercepat proses saling mengenal dalam tim baru atau saat onboarding karyawan.
Setiap anggota membangun model yang merepresentasikan dirinya. Memulai kekuatan, nilai, atau aspirasi, sehingga rekan kerja bisa memahami satu sama lain secara lebih personal dan mendalam.
Proses tersebut menciptakan bonding yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar perkenalan nama dan jabatan.
2. Strategy Planning dan Vision Setting
Saat tim perlu menyelaraskan arah strategis, LSP memungkinkan setiap anggota membangun model tentang visi masa depan perusahaan atau tantangan bisnis yang dihadapi.
Perbedaan perspektif yang muncul dari model-model ini justru menjadi kekayaan diskusi untuk menemukan titik temu dan prioritas bersama. Hasilnya, strategi yang dirumuskan benar-benar dipahami dan dimiliki bersama, bukan sekadar instruksi dari atas.
3. Problem-Solving dan Innovation Workshop
Ketika tim menghadapi masalah kompleks yang tidak bisa dipecahkan dengan diskusi biasa, LSP menawarkan pendekatan visual yang memecah kebuntuan.
Membangun model fisik dari masalah membantu peserta melihat dimensi baru yang sebelumnya tersembunyi di balik asumsi dan bias verbal. Workshop inovasi dengan LSP sering kali menghasilkan ide-ide radikal yang tidak akan muncul dalam sesi meeting standar.
Perbandingan LSP dengan Metode Fasilitasi Lainnya
Untuk bisa memahami apa itu LEGO Serious Play Training, Anda perlu membandingkannya dengan metode fasilitasi populer lainnya. Berikut perbedaan yang perlu Anda ketahui:
Aspek | LEGO Serious Play | Brainstorming Tradisional | Design Thinking Workshop |
Media Utama | Model 3D (bata LEGO) | Verbal dan sticky notes | Sticky notes, whiteboard, prototyping |
Partisipasi | 100% setara, semua bicara | Dominasi peserta vokal | Bervariasi, tergantung fasilitator |
Pendekatan | Hands-on, thinking with hands | Diskusi verbal, ide bebas | Empathize, define, ideate, prototype, test |
Output | Pemahaman bersama dan kesepakatan visual | Daftar ide yang perlu difilter | Prototipe solusi dan user journey |
Kecocokan | Masalah kompleks, strategi, budaya tim | Ideasi awal, eksplorasi kreatif | Pengembangan produk dan layanan |
Baca Juga: Pelatihan Custom Corporate Training untuk Tim yang Produktif
Terapkan LEGO Serious Play Training untuk Tim Anda bersama Dibimbing!
LEGO Serious Play telah terbukti mampu mentransformasi cara tim berkolaborasi—dari partisipasi yang setara, visualisasi masalah kompleks, hingga lahirnya solusi inovatif yang sulit dijangkau dengan metode konvensional.
Memahami apa itu LEGO Serious Play Training bukan lagi sekadar konsep asing, tapi alat strategis yang siap memperkuat fondasi tim Anda. Bersama Dibimbing, Anda mendapatkan fasilitator bersertifikat dan kurikulum yang disesuaikan dengan konteks bisnis lokal.
Selain LSP, Dibimbing juga menyediakan berbagai program Corporate Training: Soft Skill Training lainnya seperti Self Leadership, Team Building, dan training lainnya untuk kebutuhan pengembangan tim yang lebih luas.
Program ini sudah terbukti, 58+ mitra sukses telah merasakan dampak positif dengan tingkat kepuasan 90%.
Kalau Anda memiliki pertanyaan, "Bagaimana metode pembelajarannya?" atau "Apakah program bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri kami?", konsultasi gratis di sini saja!
Dibimbing siap #BimbingSampeJadi mitra strategis pengembangan tim Anda.
FAQ
1. Berapa durasi ideal untuk satu sesi LEGO Serious Play?
Sesi standar berlangsung 3-4 jam untuk satu topik spesifik, namun bisa disesuaikan menjadi half-day atau full-day workshop tergantung kedalaman dan kompleksitas isu yang dibahas.
2. Berapa biaya untuk mengadakan training LSP untuk perusahaan?
Biaya bervariasi tergantung jumlah peserta, durasi sesi, dan tingkat kustomisasi materi. Hubungi tim Dibimbing untuk mendapatkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
3. Apakah peserta harus punya pengalaman bermain LEGO sebelumnya?
Tidak sama sekali. Metode LSP tidak membutuhkan keahlian membangun yang rumit, setiap orang bisa langsung berpartisipasi tanpa pengalaman sebelumnya.
Referensi
Tags
