Usability Testing Website: Manfaat dan Cara Melakukannya

Oleh: Amira Kartika Rochman

Dalam mengembangkan website, kita perlu menciptakan berbagai ide dan inovasi. Tapi, tentu kita harus tau juga apakah ide dan inovasi itu udah cukup ideal atau tidak, kan? Nah, buat mengetahui hal-hal seperti ini perlu dilakukan yang namanya Usability Testing pada website kita.

Wah, apa tuh Usability Testing? Yuk, langsung kita kupas tuntas aja pengertian, manfaat dan cara melakukannya di artikel ini!

Apa Itu Usability Testing pada Website?

Usability Testing adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi user experience dari website kita. Dengan metode ini, kita bisa kualitas dari website kita seperti apa. Apakah penggunaannya udah mudah? Apakah website kita efektif membantu user? Dan pastinya apakah user puas menggunakan website kita?

Karena aktivitasnya lebih pada mengevaluasi dan menganalisis, maka hal yang satu ini biasanya dilakukan oleh UX Researcher. Nantinya, UX Researcher akan mengumpulkan beberapa user dan mengamati bagaimana pengalaman mereka menggunakan website kita.

Jadi, intinya sih, Usability Testing ini dilakukan untuk mengetahui apakah website kita udah baik atau belum. Selain itu, dengan melakukannya kita juga bisa mengetahui isu yang mungkin timbul saat user menggunakan website kita.

Kenapa Usability Testing Wajib Dilakukan pada Website?

Sekarang Sobat MinDi pasti lagi mikirin, kenapa Usability Testing ini termasuk salah satu proses yang wajib dilakukan. Jadi, biar pertanyaan tersebut bisa terjawab, yuk simak alasan-alasannya berikut ini!

  1. Membantu menyelesaikan masalah internal perusahaan

    Dalam tim, kita pasti pernah menemui kejadian di mana tiap orang punya argumen dan ide yang beda. Hal seperti ini biasanya membuat kita susah untuk mengambil keputusan. Dikarenakan gak tau ide siapa yang sekiranya paling efektif.

    Nah, dengan melakukan Usability Testing ini, kita bisa menyelesaikan masalah internal yang terjadi dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. Alasannya karena metode yang satu ini bisa menghasilkan data yang akurat, gak bias, dan berdasarkan pengalaman user kita sendiri.

    Karenanya, tentu kita pun bisa mencapai kesepakatan dan keputusan yang lebih tepat dan fair untuk semua orang di dalam tim kita.

  2. Membantu menghemat waktu dan tenaga

    Melakukan Usability Testing lebih dulu di prototype, kita bisa tau pendapat dan reaksi dari user. Jadi, setelah diaplikasikan, kita gak perlu memperbaiki kendala atau bahkan memulai semua dari awal.

    Intinya sih, metode ini membantu kita mengetahui apakah ide kita ini layak dieksekusi atau tidak. Jadi, kalau masih banyak yang perlu diperbaiki, kita gak perlu buang terlalu banyak waktu dan fokus ke perbaikannya, deh!

  3. Mengetahui kendala pada website

    Sebagai seorang UI/UX Designer, gak jarang kita jadi kurang peka sama kekurangan yang mungkin ada di dalam produk kita. Hal ini biasanya disebut sebagai blind spot atau titik buta. Nah, biasanya blind spot atau titik buta ini baru bisa dilihat oleh user kita. Itulah kenapa Usability Testing ini pun diperlukan.

    Selain menemukan kendala yang ada, metode yang satu ini juga bisa membantu kita buat mengetahui kendala atau isu apa yang kemungkinan bisa terjadi di kemudian hari. Hal ini dikarenakan metode ini bisa membantu kita menganalisis dan mengeksplorasi website kita lebih dalam lagi.

    Alhasil, saat update dari website kita udah diterapkan pun kita gak perlu khawatir lagi!

  4. Membantu perusaahan menjadi lebih sukses

    Seperti yang MinDi sempat bilang sebelumnya, Usability Testing ini dilakukan untuk mengevaluasi user experience. Dengan memprioritaskan kepuasan user kita, hal ini bisa membuat mereka jadi betah menggunakan website dan bahkan bisa merekomendasikannya ke orang lain.

    Dilansir Forbes, User Experience ternyata adalah rahasia di balik kesuksesan Jeff Bezos dalam membangun Amazon. Pebisnis yang juga salah satu orang terkaya di dunia ini mengaku kalau di awal berdirinya Amazon, ia berinvestasi 100 kali lipat lebih besar pada user experience dibanding pengiklanan, lho!

    Dan coba liat aja deh, hasilnya sekarang. Amazon jadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Keren banget kan, dampak User Experience buat suatu perusahaan?

Cara melakukan Usability Testing pada Website

Setelah tau Usability Testing ini apa dan beragam manfaatnya, sekarang kita bakal membahas cara melakukan metode ini pada website kita. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Menentukan bagian mana yang ingin kita uji

    First thing first, kita perlu tentuin dulu nih, kira-kira bagian mana sih yang ingin kita uji. Kita bisa coba mempertimbangkan dulu, fitur atau desain apa yang sekiranya menjadi kendala utama dari website kita.

    Selanjutnya, kita bisa mulai menyusun hipotesis terkait hal ini seperti apa sih yang biasanya dilakukan user saat pertama kali mengakses website kita? Apa aja pro dan kontra yang terjadi? Bagian apa yang bisa kita tingkatkan lagi? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

    Biar Sobat MinDi gak bingung, MinDi bakal kasih contoh skenarionya, ya!

    Untuk membantu user yang ingin menanyakan informasi lebih detail atau membantu mereka ketika mengalami kendala saat mengakses website kita, tim Developer dibimbing.id berniat membuat fitur chatbot. Nantinya, untuk memastikan apakah user bisa memahami fungsi tombol fitur tersebut dan fiturnya bisa berjalan dengan lancar atau tidak, kita pun berencana untuk melakukan Usability Testing.

  2. Siapkan prototype yang akan digunakan

    Langkah selanjutnya, kita bisa menyiapkan prototype yang akan digunakan. Prototype ini merupakan bentuk awal dari website kita sebelum melewati fase penyempurnaan. Dengan adanya prototype ini, kita bisa lebih mudah buat mengetahui gimana sih respons user terhadap fitur yang berniat kita luncurkan.

  3. Menentukan parameter keberhasilan pengujian

    Next, yang perlu kita lakukan adalah menentukan parameter dari keberhasilan uji coba kita. Nah, tujuannya sendiri buat mengetahui bagian mana aja sih yang udah berhasil dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Gak cuma itu aja, hal ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah fitur yang kita buat benar-benar bisa membantu user atau tidak.

    Ada 3 parameter yang Sobat MinDi bisa pakai, yaitu:
    – Efektifitas (seberapa mudah user mencapai tujuan yang kita inginkan)
    – Efisiensi (seberapa lama waktu yang dibutuhkan user untuk mencapai tujuan tersebut)
    – Kepuasan (seberapa tinggi tingkat kepuasan user selama prosesnya)

  4. Menyiapkan skenario pengujian

    Dalam melakukan Usability Testing ini, ada 3 elemen penting yang dibutuhkan yaitu fasilitator (perusahaan), tugas (hal yang harus diselesaikan user) dan partisipan (user). Nah, setelah tau apa yang akan diuji, sekarang adalah saatnya kita buat siapin tugas yang akan kita beri ke user kita untuk diujikan.

    Agar nantinya jawaban yang didapat bisa benar-benar valid, maka kita perlu membuat tugas yang sekiranya benar-benar bisa terjadi di situasi sehari-hari user kita. Contohnya seperti:

    “Suatu hari, Anda berniat untuk mengikuti Bootcamp UI/UX Design dari dibimbing.id. Tapi, ada beberapa informasi terkait bootcamp ini yang masih perlu kalian ketahui lebih detailnya. Silakan gunakan fitur chatbot di website ini untuk menanyakan informasi yang ingin Anda ketahui kepada admin.”

    Dengan adanya skenario seperti ini, kita bisa tau apakah fitur chatbot yang akan diluncurkan itu benar-benar mudah ditemukan dan dipahami oleh user atau tidak.

  5. Menentukan calon user yang akan diuji

    Dalam menentukan calon user ada banyak pertimbangan yang diperlukan, antara lain apakah calon user tersebut benar-benar bisa mewakilkan kriteria target user. Karenanya, sebelumnya kita perlu merancang persona yang benar-benar dekat dan sesuai dengan standar user asli kita.

  6. Mengamati proses uji coba yang berlangsung

    Nah, ini lah tahapan utama dari Usability Testing ini. Pada tahap ini, kita bakalan menggunakan alat perekam untuk mendokumentasikan pengujian ini. Jangan lupa untuk memberikan instruksi pada user untuk menyuarakan apa yang ada di kepala mereka, ya! Dengan begitu, kita jadi tau apa sih yang dipikirkan oleh mereka selama menggunakan website kita.

    Setelah prosesnya selesai, selanjutnya jangan lupa juga untuk meminta feedback dan pendapat mereka mengenai fitur-fitur website kita. Kira-kira ekspektasi mereka tercapai gak sih?

    Dengan begini, kita pun jadi tau bagian-bagian mana aja yang perlu kita kembangkan dan perbaiki lagi, deh!

  7. Merangkum hasil uji coba dan menganalisisnya

    Setelah semua data kita dapatkan, sekarang saatnya untuk merangkum. Semua hasilnya kita gabung menjadi sebuah laporan yang terperinci. Setelahnya, laporan ini bakal kita analisis bersama dengan tim kita. Dengan data-data yang ada, kita bisa mencoba untuk mencari isu-isu apa aja yang terjadi saat uji coba dilakukan.

    Kalau kita udah menemukan seluruh masalahnya, yang terakhir tentunya kita bisa coba menentukan solusi apa yang bisa kita pakai untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Dan kalau memang diperlukan, kita juga bisa merencanakan Usability Testing selanjutnya agar nantinya website kita benar-benar bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk user.

Nah, itulah pengertian, manfaat dan cara melakukan Usability Testing. Semoga aja pembahasannya udah cukup membantu Sobat MinDi untuk memahami metode yang satu ini, ya!

Tapi, kalau ternyata Sobat MinDi masih pengen mempelajari lebih lanjut dan memahami lebih dalam UI/UX Design, kalian bisa banget lho coba ikutan Bootcamp UI/UX Design dari dibimbing.id!

Dengan mengikuti Bootcamp UI/UX Design ini, kalian gak cuma bakal diberikan materi aja tapi juga melakukan latihan praktek yang tentunya bakal mempermudah kalian memahami materinya. Selain itu, kalian juga bisa berkonsultasi secara pribadi dengan mentor-mentor yang ahli dan berpengalaman di bidang UI/UX Design ini tentang segala hal yang kalian pengen tau, lho!

Gak cuma itu aja, dibimbing.id juga bakal menyalurkan kalian bekerja setelah program ini nantinya berakhir! Good deals banget kan, buat kalian yang benar-benar pengen segera terjun dan mulai berkarier di bidang UI/UX Design ini?

Dibimbing.id yakin kalau semua orang pasti bisa dibimbing jadi lebih hebat lagi, karenanya jangan sampai kalian lewatin kesempatan emas buat belajar dan berkembang bersama dibimbing.id, ya! Hope to see you around, Sobat MinDi! 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *