Seberapa Penting Prototype dalam UI/UX Design?

Oleh: Amira Kartika Rochman

Prototype adalah salah satu hal penting yang harus UX Designer buat. Tanpa prototype, sebuah UX Design gak bakal bisa mencapai tujuannya yaitu membuat user merasa puas dengan kinerja produk kita.

Tapi, kira-kira Sobat MinDi udah tau belum, prototype itu apa? Kenapa dia bisa punya peran yang sebegitu besarnya dalam UX Design? Buat tau jawabannya, yuk kita langsung bahas aja satu-persatu!

Apa Itu Prototype?

Melansir dari UXPin, prototype adalah sebuah bentuk simulasi atau versi sampel dari final product yang digunakan oleh tim UX sebelum benar-benar dirilis. Biasanya, prototype ini dibutuhkan pada proses Usability Testing untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada pada produk kita. Hal ini dilakukan agar gak perlu lagi melakukan perbaikan berkali-kali yang memakan banyak waktu.

Jadi, dari penjelasan di atas MinDi bisa simpulkan kalau prototype ini bertujuan membantu perusahaan untuk memperbaiki dan memvalidasi design kita. Kira-kira fitur dan fungsinya udah berjalan sesuai yang direncanakan atau belum? Terus, kira-kira masih ada yang perlu diperbaiki atau dikembangkan gak, sih?

Dengan adanya prototype ini, nantinya produk yang dirilis pun bisa jadi lebih sempurna dan minim kesalahan. Karenanya, wajar aja kalau prototype termasuk salah satu hal yang penting dalam UX Design.

Kualitas yang Wajib Dimiliki oleh Prototype UX Design

Detail yang Harus Ada di dalam Prototype
Photo by Amélie Mourichon on Unsplash

Masih menurut UXPin, ada 4 kualitas utama yang wajib dimiliki oleh prototype UX Design. Wah, apa aja tuh kualitas-kualitas tersebut? Berikut daftarnya:

  1. Representasi — Bentuk prototype itu sendiri, antara lain kertas dan seluler atau HTML dan desktop
  2. Presisi Tingkat kedetailan prototype tersebut, apakah low-fidelity atau high-fidelity
  3. Interaktivitas Seberapa terbuka interaksi untuk penggunanya, misalnya pengguna bisa memakainya secara penuh, memakainya sebagian aja atau bahkan cuma bisa melihatnya aja
  4. Evolusi Siklus hidup dari prototype tersebut. Beberapa ada yang dibentuknya secara cepat, diuji coba, disingkirkan lalu diganti dengan versi yang lebih baik (rapid prototyping). Dan ada juga yang dibuat, diperbaiki lalu langsung dikembangkan menjadi final product

Kenapa Prototype Penting dalam UX Design?

Proses Membuat Prototype di Perusahaan
Photo by Amélie Mourichon on Unsplash

Walaupun udah sempat disinggung-singgung dikit, mungkin Sobat MinDi masih ada yang pengen tau lebih dalam lagi nih, kenapa prototype penting dalam UX Design. Dan gak perlu khawatir, ya! Karena sekarang MinDi bakal jelasin lebih lengkap lagi tentang hal ini.

Menyadur dari Alexander Rädahl, salah satu alasan kenapa prototype penting adalah fakta kalau hal ini bisa membantu kita buat mengidentifikasikan berbagai masalah yang ada sebelum nantinya masalah-masalah ini bakal susah diselesaikan. Kenapa susah diselesaikan? Karena ketika desainnya udah dibuat dalam bentuk yang high-fidelity, maka hal-hal yang ada di dalamnya pun udah jadi lebih kompleks.

Kalau kita ambil contoh mudahnya sih, mungkin seperti saat kita lagi menggambar nih, Sobat MinDi! Sebelum benar-benar menggambar, pasti kita bakalan membuat sketsanya lebih dulu. Nah, dalam UX Design, sketsa ini bisa disamakan dengan prototype.

Setelah sketsanya jadi, kita bakal melihat lebih dulu apakah ada bagian yang perlu diperbaiki atau ditambahkan. Karena tentunya hal ini lebih mudah dilakukan ketika gambar kita masih dalam bentuk setengah jadi, ketimbang saat gambarnya udah beresi dan diwarnai.

Kira-kira Sobat MinDi udah bisa kebayang gak, nih?

Terus, Apa Lagi Manfaat dari Prototype dalam UX Design?

Gak cuma punya tujuan mempermudah perbaikan dan pengembangan, prototype ini penting karena ternyata  punya segudang manfaat bagi perusahaan terutama tim UX Designer, lho! Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Menghemat Waktu dan Pengeluaran Perusahaan

    Prototyping desain bisa membantu kita buat menguji coba asumsi ataupun ide yang ada buat menghindari kendala setelah produknya dirilis. Kalau kita langsung aja bikin code-nya tanpa melakukan uji coba lebih dulu, nantinya kita bakal membutuhkan waktu dan uang lebih buat mengerjakan ulang desain kita ini.

  2. Mempercepat Proses Produksi

    Dengan melakukan prototyping dan memakai metode fail-fast, hal ini bakalan membantu mempercepat proses produksi kita. Hal ini dikarenakan nantinya kita  bisa lebih cepat menyempurnakan produk kita karena kita udah tau nih, apa aja hal yang perlu kita perbaiki dan kembangkan.

  3. Mengetahui Keinginan dan Kebutuhan User

    Mungkin prototype memang gak selengkap produk aslinya, tapi hal ini juga udah cukup buat dinilai oleh user. Dengan adanya prototype ini, kita bisa melakukan Usability Testing terhadap produk kita dan mengetahui seperti apa pandangan user terhadap produk kita ini.

    Dengan mengetahui secara langsung pendapat dan feedback dari user, nantinya kita pun bisa menciptakan produk yang tentunya bakalan lebih memuaskan dan sesuai dengan keinginan serta kebutuhan user.

Nah, itulah pengertian, kualitas, tujuan dan manfaat dari prototype dalam UX Design. Kira-kira penjelasan dari MinDi udah cukup menjawab rasa penasaran Sobat MinDi sama hal yang satu ini, belum?

Buat Sobat MinDi yang pengen tau lebih dalam lagi tentang UI/UX Design, MinDi saranin mending kalian coba ikutan Bootcamp UI/UX Design dari dibimbing.id, deh!

Kenapa harus Bootcamp UI/UX Design dari dibimbing.id? Alasannya tentu karena bootcamp ini punya banyak banget benefit buat kamu! Mulai dari konsultasi pribadi dengan mentor dari perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia, latihan praktek tiap pertemuan, tambahan materi english for business bersertifikat buat persiapan kalian bekerja sampai bahkan program penyaluran kerja, lho!

Kapan lagi nih, kalian bisa nemuin bootcamp yang selengkap ini? Kalau kalian pengen kepoin lebih lanjut tentang program ini dan mendaftar, langsung aja KLIK DI SINI, ya!

Dibimbing.id yakin banget kalau semua orang pasti bisa dibimbing jadi lebih hebat lagi. Jadi, jangan sampai kalian lewatin kesempatan buat belajar dan berkembang bareng dibimbing.id, ya!

Hope to see you around, Sobat MinDi!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *