Landing Page dan Hal Lainnya tentang Website

Oleh: Rezkita G. Astari Suhendar

Kapan terakhir kali kamu tertarik dengan suatu produk sampai ‘kepo’ ke websitenya dan berakhir beli? Atau sekedar melihat-lihat saja dan mendapatkan beberapa referensi yang mirip dengan yang kamu cari di awal? Bisa jadi, kamu terhipnotis dengan ajakan Landing Page website!

“Memang landing page itu yang gimana sih?” 

Landing Page digunakan sebagai halaman dalam website yang didesain khusus dengan mindset marketing. Kamu bisa tahu ini pengunjung mengakses website secara paid search. Halaman dalam website yang didesain khusus dengan mindset marketing dan mendorong pengguna untuk fokus di satu produk untuk secepatnya melakukan transaksi di website. Bisa itu subscribe email, arahan klik ke whatsapp, maupun tombol beli sekarang. Contoh sederhana lainnya ada pada iklan Instagram atau beberapa call-to-action sebuah produk ternama.

Ibarat rumah, landing page ini berlaku sebagai kamar dengan spesifikasi atau goals sendiri untuk mendapatkan hasil berupa pemasukan penjualan ya. Jadi, ini bisa dikatakan sebagai alur untuk mengetahui berhasil nggaknya sebuah conversion (atau konversi, istilah penjualan melalui website dan menguntungkan bisnis).

Elemen dalam Landing Page

Gambaran Landing Page yang Baik

Pada dasarnya, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja bagian penting landing page biar kamu bisa mempersiapkan untuk keperluan dalam website nanti. “Kira-kira apa aja ya yang termasuk dalam landing page ini?”

  1. Headline
    Berperan sebagai ‘penarik perhatian’ pengguna dengan kalimat yang punchy. Simpelnya nggak lebih dari 20 kata.
  2. Subheadline
    Penjelas dari headline. Kalimat yang dipakai biasanya mengandung unsur persuasif, jadi Sobat MinDi harus perhatikan dalam pilihan dan padanan kata.
  3. Penjelasan Penawaran (Offer)
    Bagian ini termasuk yang krusial agar calon pembeli paham dengan produk/jasa yang ditawarkan. Hindari hal-hal yang sepele dan bertele-tele. Ingat aja akan manfaat, fungsi dan solusi dalam penjelasannya.
  4. Akun Media Sosial Bisnis
    Ini juga bisa ditunjukkan sebagai bukti yang cukup konkret untuk melihat berhasilnya performa penjualan. Semakin mudah membuat pengunjung menghubungi kamu, semakin besar kemungkinan mereka tertarik untuk melakukan sampai ke pemesanan.
  5. Jaminan atau Garansi
    Siapa sih yang gak suka dengan garansi? Terlepas dari adanya pemberian garansi, bagian ini bisa dengan cepat meyakinkan orang.
  6. Call to Action
    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, CTA akan menjadi penentu. sebagai tujuan akhir dari landing page, apakah akan menghasilkan konversi tinggi atau tidak. 
  7. Testimoni
    Bisa dengan gambar/foto, video, atau chat untuk menunjukkan kepuasan seseorang terhadap suatu produk/jasa. Istilah kerennya Social Proof. Ini akan memudahkan sebuah produk/jasa dapat dipercaya secara luas. Dengan kata lain, pengguna bisa banget ‘digiring’ dalam membuat keputusan membeli.

Bagaimana membuat flow user experience yang sederhana

Setelah tahu apa aja yang akan menjadi penting, kamu perlu memperhatikan How-to atau alur Landing Page bekerja. Kalian bisa mempelajari karakteristik dari beberapa landing page terkenal dan bagaimana masing-masingnya ‘memandu’ dengan baik (dan tentunya) secara visual. Ini bisa dikatakan sebagai User Experience atau UX dalam istilah pendekatan platform digital. 

Umumnya, kalian harus menentukan website yang akan digunakan sebagai “landing page” agar memudahkan pengaturan berikutnya. Tenang, kalian gak perlu tahu tentang coding, kok. Sekarang, banyak platform yang memberikan kesempatan untuk orang awam lebih mudah menggunakan website. Yuk simak apa aja yang harus dipersiapkan!

  1. Tentukan jenis website. Ingat tujuan kalian dalam menggunakan website ini. Apakah bertujuan untuk membuka toko online, portfolio, website berita, atau forum.
  2. Pilih platform website. Untuk memiliki website bisa diatasi dengan berbagai tools yang bisa memangkas budget untuk membuat landing page secara organik. Dari yang gratis sampai yang berbayar. Tools yang bisa kalian gunakan misalnya Squarespace, Webflow, Webydo, bahkan WordPress!
  3. Web Hosting dan Domain juga gak kalah penting. Bayangkan saja kalian sedang mencari lahan untuk membangun rumah (lagi-lagi pakai analogi rumah). Tentu kalian perlu tau lokasinya kan? Apalagi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Ya sama seperti Web hosting dan domain ini. Kalo hosting berperan sebagai ‘lahan’ akan landing page-mu. Sedangkan domain akan menjadi ‘alamat website’ yang nantinya akan dikunjungi oleh pengguna

Gimana, sudah terbayang kan untuk memulainya?

Jangan khawatir! Program dibimbing akan memberi kalian kesempatan untuk memahami bagaimana konsep domain dan hosting ini bekerja. Mulai dari tahap instalasi website, praktek dalam membuat landing page, bahkan mempelajari SEO dan Marketing, lho. Gak hanya itu, teman-teman penggiat pun juga bisa mendapatkan berbagai benefit di Video Course Learning ini. Jadi ya, paket komplit deh. Cari tau selengkapnya Video Course Website Tanpa Coding!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *