Data Scientist vs Data Analyst: Apa Perbedaannya?

Oleh: Amira Kartika Rochman

Ngomongin tentang data scientist, banyak juga yang langsung berpikiran kalau profesi data scientist sama aja seperti data analyst. Padahal walaupun sama-sama berkutat dengan data, tapi sebenarnya kedua profesi ini berbeda, lho!

Buat Sobat MinDi yang pengen tau perbedaan data scientist vs data analyst dan juga persamaannya, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Data Scientist?

Sebelum membandingkan antara data scientist vs data analyst, tentu kita perlu tau dulu dong kira-kira apa itu data scientist. Mudahnya, data scientist adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis data-data besar untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Biasanya, seorang data scientist bakal menggunakan machine learning dan artificial intelligence dalam pekerjaannya. Karenanya, seorang data scientist diharuskan buat memiliki kemampuan computer programming yang mumpuni.

Apa Itu Data Analyst?

Data analyst di sebuah perusahaan
Photo by Liza Summer from Pexels

Data analyst memiliki tugas untuk memastikan bagaimana data bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan berbagai masalah dalam perusahaan. Mereka mempelajari apa yang sedang terjadi saat ini untuk mengidentifikasi tren dan membuat prediksi tentang apa yang kemungkinan terjadi di masa depan.

Umumnya, data analyst ini menggunakan sistem komputer dan aplikasi perhitungan dalam bekerja. Data yang ada nantinya diatur, dinormalisasi dan dikalibrasi agar nantinya saat diolah integritas datanya tetap terjaga. Biasanya para data analyst bakal menyajikan hasil pekerjaan mereka dalam bentuk grafik, diagram, bagan dan tabel.

Apa Persamaan antara Data Scientist dan Data Analyst?

Selain fakta kalau dua-duanya merupakan profesi yang menggunakan data dalam mencapai tujuan bisnis perusahaan, ada beberapa persamaan lain yang juga dimiliki oleh data scientist dan data analyst, lho!

Pertama, keduanya sama-sama membutuhkan keahlian dalam statistik tradisional. Yang kedua, mereka juga harus bisa menyampaikan isi dan analisis data melalui cerita (story telling). Hal ini dikarenakan mereka harus bisa menjelaskan hasil penemuan mereka agar bisa ikut dipahami juga oleh orang-orang yang awam dalam membaca data.

Yang terakhir, data scientist dan data analyst juga bertugas untuk mencari tau pola ataupun tren baik yang terjadi sekarang atau yang akan terjadi di masa depan.

Apa Perbedaan antara Data Scientist vs Data Analyst?

Photo by ThisIsEngineering from Pexels

Walaupun sekilas data scientist dan data analyst ini pekerjaannya terlihat mirip, nyatanya ada banyak banget perbedaan antara keduanya. Biar Sobat MinDi gak bingung dan bisa lebih mudah memahami perbedaan-perbedaan data scientist vs data analyst, MinDi bakal membagi perbedaannya ke dalam beberapa kelompok, ya!

  1. Tanggung Jawab dan Job Descriptions

Salah satu perbedaan terbesar antara data scientist dan data analyst terletak pada bagaimana cara mereka mengolah data.

Data scientist biasanya menangani hal-hal yang gak diketahui dengan menggunakan teknik data yang lebih canggih untuk bisa memprediksi masa depan. Peran data scientist biasanya dianggap sebagai versi lebih advanced dari data analyst.

Beberapa tanggung jawab dan job descriptions data scientist antara lain:

  • Mengumpulkan, membersihkan dan memproses data
  • Merancang model prediktif dan algoritma machine learning untuk menambang kumpulan big data
  • Mengembangkan dan melakukan tes pada algoritma baru dengan menggunakan tools seperti Tableau, Python, Hive, Excel, Hadoop dan lain-lain
  • Mengembangkan alat dan proses untuk memantau dan menganalisis akurasi data
  • Membangun alat visualisasi data, dashboards dan laporan
  • Menulis program untuk mengotomasikan pengumpulan dan pemrosesan data
  • Menulis hasil analisis dan mengumpulkan bukti-bukti dari konsepnya

Di sisi lain, data analyst biasanya bekerja dengan data terstruktur untuk memecahkan masalah bisnis yang nyata. Data analyst menggunakan teknik manipulasi untuk menganalisis dan menginterpretasikan data sets yang kompleks untuk membantu perusahaan mengambil keputusan.

Beberapa tanggung jawab dan job descriptions data analyst anatara lain:

  • Berkolaborasi dengan leader untuk menentukan informasi yang dibutuhkan
  • Memperoleh data dari sumber primer dan sekunder
  • Membersihkan dan mengatur ulang data untuk dianalisis
  • Menganalisis kumpulan data untuk melihat tren dan pola
  • Menyajikan hasil analisis dengan lebih mudah dipahami dan mengkonfirmasikan keputusan berdasarkan fakta

    2. Kemampuan yang Dibutuhkan

Beberapa kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang data scientist dan data analyst memang sama, seperti contohnya kemampuan matematika, pemahaman algoritma, hingga keterampilan komunikasi. Tapi, keduanya tetap memiliki beberapa kemampuan yang berbeda, lho!

Buat lebih rincinya, berikut beberapa kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang data scientist:

  • Matematika dan statistika
  • Bahasa pemrograman seperti Python, R, SAS, Matlab, SQL, Pig, Hive dan Scala
  • Business sense
  • Story telling dan visualisasi data
  • Machine Learning
  • Computing frameworks terdistribusi seperti Hadoop

Sementara itu, beberapa kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang data analyst meliputi:

  • Matematika dan statistika
  • Bahasa pemrograman seperti Python, R, SQL, HTML dan Javascript
  • Spreadsheet Tools (Excel)
  • Alat visualisasi data seperti Tableau

3. Perkembangan Karir

Data science bisa digunakan di hampir semua industri mulai dari kesehatan, e-commerce, manufaktur dan sebagainya. Karenanya tentu lapangan pekerjaan bagi seorang data scientist terbuka sangat lebar. Selain itu, seorang data scientist bisa berpotensi untuk naik level menjadi seorang research scientist.

Di samping itu, seorang data analyst biasanya memulai karier dari entry-level data analyst. Di mana mereka akan menggunakan kemampuan mereka untuk membuat query databases, membuat laporan dengan BI tools, dan menganalisis data penting. Nantinya, seorang data analyst bisa berpotensi untuk naik level menjadi senior data analyst atau data consultant.

Nah, itulah penjelasan tentang perbedaan antara data scientist vs data analyst serta persamaan di antara keduanya. Semoga penjelasan dari MinDi bisa membantu Sobat MinDi buat memahami kedua profesi ini dengan lebih baik lagi, ya!

By the way, buat Sobat MinDi yang tertarik buat belajar data science dan memulai karier sebagai seorang data scientist, kalian bisa banget coba ikutan Bootcamp Data Science dari dibimbing.id!

Kenapa harus di dibimbing.id? Alasan utamanya adalah karena Sobat MinDi gak perlu punya latar belakang di bidang IT buat bisa mengikuti Bootcamp Data Science dibimbing.id, lho!

Dibimbing.id yakin banget kalau pada dasarnya semua orang bisa dibimbing jadi lebih hebat dan baik lagi, jadi apapun latar belakang Sobat MinDi, kalian masih bisa buat belajar dan berkembang bareng sama dibimbing.id, kok! Dengan mengikuti Bootcamp Data Science ini, nantinya kalian bakal mendapat banyak benefit menarik mulai dari materi tambahan english for business bersertifikat untuk persiapan kerja, konsultasi pribadi dengan mentor berpengalaman hingga bahkan program penyaluran kerja, lho!

Nah, kalau kalian berminat buat ikut belajar dan berkembang bareng dibimbing.id, kalian bisa banget langsung kepoin program Bootcamp Data Science dibimbing.id dengan KLIK DISINI YA!

Hope to see you around, Sobat MinDi!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *